
pagi hari setelah ketiga penghuni mansion megah itu selesai sarapan, mereka bersiap untuk pergi bekerja. Aqila yang bersikeras ingin ikut, akhirnya mau tidak mau Liu mengajaknya ke kantor.
dan jangan lupakan Chen yang terlihat sangat bersemangat ingin bertemu dengan...ehmm mungkin jodohnya. atau mungkin calon istrinya, ah entahlah. kita lihat saja nanti.
“ apa kau yakin ingin ikut dengan ku?, ” tanya Liu pada Aqila memastikan. “ aku tahu kau tidak bisa jauh dariku, tetapi kau belum sepenuhnya pulih. aku takut terjadi sesuatu padamu. ” sambung Liu, sembari membukakan pintu mobil untuk Aqila.
demi apapun ini adalah kali pertama Liu membukakan pintu mobil untuk orang lain. karena sebelumnya selalu orang lainlah yang membukakan pintu untuknya.
sedangkan Chen yang mendengar ucapan Liu, hanya bisa memutar bola matanya jengah. sungguh boss nya ini sudah menjadi budak cinta dalam sekejap mata.
ah tidak Chen tidak bisa mengatakan jika boss tersayang nya itu alay atau lebay atau yang lainnya. karena Chen takut dirinya akan lebih parah lagi nantinya. kita tidak ada yang tahu bukan.
seperti biasa Chen lah yang bertugas menjadi supir pribadi untuk boss nya dan calon istrinya. yaampun Chen bergidik geli jika harus mengingat sebentar lagi boss nya ini akan menikah.
__ADS_1
sungguh selama di perjalanan kuping Chen terasa panas saat mendengar obrolan antara Liu dan Aqila. ah membosankan.
tidak butuh waktu lama akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai tujuan.
“ kalian masuk lah lebih dulu, aku ingin bertemu dengan seseorang. dia sudah menungguku ” ujar Liu saat mereka sedang berada di lobi. Liu menyuruh Chen dan Aqila untuk pergi lebih dulu karena dirinya ada janji temu dengan salah satu orang yang akan mengurus pernikahan nya.
“ tidak!, aku tidak mau jika hanya berdua dengan Chen saja. ” balas Aqila, Merasa malas jika harus bersama dengan Chen yang menurutnya sangat menyebalkan.
“ memangnya kau pikir aku mau jika harus berdua saja dengan dirimu. ” balas Chen tak kalah sinis dengan ucapan Aqila.
“ baiklah! ” balas Aqila mengalah.
akhirnya Aqila dan Chen pergi lebih dulu, dan Liu pergi untuk menemui orang yang sudah buat janji dengan Nya. entahlah Aqila sendiri tidak tahu siapa orang itu.
__ADS_1
“ menjauhlah sedikit dariku, jangan terlalu dekat. ” ketus Aqila saat dirinya dan Chen sudah berada di dalam lift.
“ kau pikir aku mau dekat-dekat dengan dirimu.” balas Chen sembari menekan tombol lift. saat lift akan tertutup tiba-tiba ada seseorang yang menghadang sehingga pintu lift kembali terbuka. dan nampak lah seorang wanita cantik dengan nafas yang sedikit terengah-engah.
Aqila meneliti wanita cantik itu, dari atas kepala sampai ujung kaki. jika di bandingkan dengan dirinya, Aqila kalah jauh darinya. wanita ini sangat cantik dan... yah sangat seksi. tapi siapa dia? Aqila Belum pernah melihatnya sebelumnya.
“ maaf ” ujar wanita tersebut. berniat untuk tidak jadi masuk kedalam saat dirinya melihat seorang pria dan wanita. yang mungkin mereka adalah sepasang kekasih.
“ tidak apa-apa, masuklah ”. ujar Aqila tersenyum ramah mempersilahkan wanita cantik itu untuk masuk.
dengan tidak enak hati akhirnya wanita itu masuk bergabung bersama dengan pasangan itu.
“ yaampun apa yang aku lakukan, aku telah mengganggu waktu tuan Chen dan kekasihnya” gumam wanita itu yang tak lain adalah Jia Li wanita yang sedang berusaha untuk di dekati oleh Chen.
__ADS_1
sedangkan Chen, entah mengapa dirinya merasa sangat gugup berada satu lift dengan Jia Li. tapi sayangnya disini ada Aqila sang pengganggu.