Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
saran lamaran


__ADS_3

Tumpukan berkas di hadapannya tidak membuat Chen bisa melupakan kejadian tadi pagi. Kejadian dimana Aqila dan Liu berdebat hanya karena masalah pernikahan.


Sebenarnya apa yang salah dengan pernikahan? Bukankah bagus jika seorang pria mengajak wanita yang dicintainya untuk menikah. Itu artinya pria tersebut benar-benar tulus mencintainya bukan?. Tapi mengapa Aqila malah bersikap seperti itu?.


“ Aaaa aku bisa gila jika seperti ini, mereka yang bertengkar mengapa aku yang pusing ” teriak Chen frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. Benar-benar gila, penampilan Chen yang semula rapi sekarang berubah menjadi berantakan.


Sedangkan Jia Li yang mendengar teriakkan dari ruangan Chen segera masuk kedalam untuk melihat apa yang sedang terjadi pada Chen. Mengapa Chen berteriak seperti itu?.


Sedikit terkejut saat Jia Li melihat penampilan Chen yang sudah berantakan. Tidak biasanya Chen seperti itu.


“ ada apa tuan? ” tanya Jia Li memberanikan diri bertanya kepada Chen.

__ADS_1


“ tidak ada ” balas Chen singkat. Sebenarnya Chen sendiri tidak mengerti dengan dirinya, mengapa Chen jadi seperti ini. Padahal masalah antara Liu dan Aqila tidak ada hubungannya dengan Chen sama sekali, tapi mengapa Chen yang di buat pusing. Sungguh aneh.


Mendengar ucapan Chen yang sedikit Ketus membuat Jia Li tidak berani lagi untuk bertanya lebih lanjut. Jia Li memutuskan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya dari pada nanti dirinya yang terkena amarah Chen. lebih baik pergi saja.


“ tunggu dulu! ” cegah Chen saat Jia Li ingin meraih handle pintu. “ kemari sebentar ada yang ingin aku tanyakan padamu ” perintah Chen pada Jia Li saat gadis itu telah membalikkan tubuhnya menghadap Chen.


Sedikit ragu dan takut, Jia Li melangkahkan kakinya mendekati meja kerja Chen.


“ begini, bagaimana cara yang baik untuk mengajak seorang wanita menikah? ” tanya Chen sedikit ragu, benar atau salah jika dirinya bertanya kepada seseorang. Jia Li adalah seorang wanita pasti Jia Li tahu bagaimana cara yang bagus untuk mengajak seorang wanita menikah. Itulah yang ada di pikiran Chen saat ini.


“ menikah? ” gumam Jia Li, entah mengapa Jia Li merasa sedih mendengar Chen ingin mengajak seorang wanita menikah.

__ADS_1


“ bagaimana? Apakah kau tahu? ” tanya Chen lagi kerena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Jia Li. Bukanya menjawab Jia malah melamun. Entah apa yang di pikirkan oleh Jia Li saat ini.


“ jika anda ingin mengajak seorang wanita menikah alangkah baiknya jika anda melamarnya terlebih dahulu tuan ” balas Jia Li tidak berani menatap Chen. Dadanya terasa sesak saat mengatakan hal itu.


“ melamar? Apakah melamar itu penting? Bukankah yang lebih penting itu menikah? percuma saja melamar tapi tidak juga ada niat untuk menikahi ” balas Chen sedikit menyolot. Dasar wanita hal mudah saja dibikin repot.


“ ehm begini tuan, lamaran itu bukan hanya mengajak seseorang untuk menikah tetapi juga untuk meminta restu dari orang tua atau walinya tuan. Itulah mengapa kebanyakan wanita menganggap bahwa lamaran itu penting” balas Jia Li memberitahu apa yang dirinya ketahui tentang lamaran.


“ ah begitu? Lalu bagaimana caranya melamar seorang wanita? ” tanya Chen lagi menatap intens wajah Jia Li yang masih saja tertunduk.


“ ada banyak sekali caranya tuan, mulai dari yang biasa saja sampai yang romantis. Namun kebanyakan wanita ingin dilamar dengan cara yang romantis. Anda bisa melihatnya di media sosial tuan” balas Jia Li.

__ADS_1


“ lalu jika kau dilamar, kau ingin dilamar dengan cara yang seperti apa? ” tanya Chen sedikit menggoda Jia Li yang selalu tertunduk sedari tadi.


__ADS_2