Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
syarat


__ADS_3

saat ini Aqila sedang di buat pusing dengan tawaran Chen padanya. ia harus benar-benar memikirkan ini dengan benar. agar tidak menyesal nantinya. karena ini adalah kesempatan langka bagi Aqila.


“ ayah ibu ” tiba-tiba Aqila merindukan sosok ayah dan ibunya.


“ aku merindukan kalian? kalian sedang apa sekarang? maafkan aku semenjak kepergian kalian aku tidak pernah berkunjung ke tempat peristirahatan terakhir kalian. ” lirih Aqila sambil menatap langit yang begitu cerah. namu tidak dengan hati Aqila.


“ aku harus menggunakan kesempatan ini untuk berkunjung ke makam ayah dan ibu ” ujar Aqila pada dirinya sendiri.


Aqila segera beranjak keluar kamar untuk mencari keberadaan Chen. Aqila akan membantu Chen tapi dengan syarat Chen juga harus membantu Aqila.


“ di mana Chen? ” tanya Aqila pada pelayan yang kebetulan sedang berbeda di depan pintu kamarnya.


“ mungkin tuan Chen sedang beristirahat di kamarnya nona ” balas pelayan tersebut.


“ di mana letak kamar Chen? ” tanya Aqila.


“ itu dia kamar tuan Chen nona ” pelayan tersebut menunjuk pintu yang ada di ujung lorong.


“ kau yakin itu kamar Chen? ”. tanya Aqila memastikan. karena Aqila pikir kamar Chen sama seperti kamar Liu berada di lantai dua. jika kamar Chen ada di lantai satu itu artinya Liu hanya sendiri di lantai dua.

__ADS_1


“ tentu nona ” balas pelayan itu lagi.


“ baiklah terima kasih, ” ujar Aqila sambil tersenyum ramah.


“ saya permisi dulu nona ” pelayan tersebut izin undur diri. yang hanya di Jawa anggukan kepala oleh Aqila.


Aqila berjalan menyusuri lorong yang menuju ke kamar Chen. entah mengapa tiba-tiba Aqila merasa merinding saat sudah berada tepat di depan pintu kamar Chen. Aqila segera mengetuk pintu kamar Chen.


tok...tok...tok...


“ siapa? ” tanya Chen dari dalam dengan sedikit berteriak.


“ ini aku, cepat keluar ada yang ingin aku bicarakan ” balas Aqila.


“apa kau sudah memikirkan tawaran ku tadi? ”


tanya Chen dengan antusias saat dirinya sudah membuka pintu kamarnya.


“ sudah ” balas Aqila.

__ADS_1


“ jadi bagaimana? ” tanya Chen tidak sabar.


“ baiklah aku menerima tawaran mu. aku akan membantu mu tapi kau juga harus membantu ku. bagaimana apa kau setuju? ” Aqila mengulurkan tangannya.


“ baiklah aku setuju ” balas Chen cepat. sambil menyambut uluran tangan Aqila.


“ jadi bantuan apa yang kau inginkan dariku?” tanya Aqila lagi serius.


“ mudah saja,, yang perlu kau lakukan hanyalah memaafkan boss ku Liu Shanghai yang keras kepala itu. ” ujar Chen.


“ aah baiklah. itu mudah sekali ” balas Aqila.


“ baguslah. lalu sekarang apa yang harus aku lakukan untuk mu? ” tanya Chen.


“ bantu aku agar Liu mengizinkan aku kembali ke Indonesia untuk berkunjung ke makam orang tuaku ”. Aqila mengutarakan keinginannya.


“ apa? ” pekik Chen. " kau yang benar saja boss pasti tidak akan mengizinkan mu."


“ itulah sebabnya aku meminta bantuan dari mu, aku tidak akan lama. aku hanya sedang merindukan orang tuaku. dan aku ingin berkunjung ke makam mereka. semenjak kepergian mereka aku belum pernah mengunjungi mereka. aku janji, setelah itu aku pasti akan kembali lagi kesini, . kumohon bantu aku Chen” ujar Aqila sendu dengan mata yang berkaca-kaca. Aqila benar-benar merindukan orang tuanya saat ini.

__ADS_1


“ baiklah aku akan membantu mu. tapi aku tidak janji ini akan berhasil ” ujar Chen yang mulai merasa iba pada Aqila.


“ terima kasih Chen ” ujar Aqila dengan tulus.


__ADS_2