Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
bahagia


__ADS_3

malam hari di mansion Liu.


“ bagaimana? apakah kau sudah berhasil ” tanya Liu pada Chen. saat mereka sudah selesai makan malam.


“ tentu saja ” balas Chen menyombongkan diri.


“ lalu mengapa sekarang Aqila Masih belum mau bertemu dengan ku? ” tanya Liu.


“ dia mengatakan pada ku jika boss mau memenuhi permintaan nya dia pasti akan memanfaatkan dirimu boss ”. ujar Chen dengan raut wajah yang serius.


“ apa permintaan nya? ” tanya Liu.


“ permintaannya tidak mudah boss,, aku tidak yakin kau mau memenuhi permintaan nya”


“ memang nya apa yang dia minta?” tanya Liu makin penasaran.


“dia ingin kembali ke negaranya Indonesia ”


“ apa? ” teriak Liu terkejut.


“ tidak bisa! aku tidak akan mengizinkan dia pergi dari ku” tolak Liu.


“ ish ayolah boss,, dia bilang dia hanya ingin berkunjung ke makam orang tuanya. setelah itu dia akan kembali ke sisi mu lagi ” Chen mencoba memberi penjelasan pada Liu.


“ tidak! tidak! Chen dia bisa saja kabur, dan dia tidak kembali lagi kesini ” Liu menggelengkan menolak pemikiran nya sendiri.


Chen menghembuskan nafasnya jengah. Chen tidak habis pikir jika Liu bisa berfikir sedangkal itu.

__ADS_1


“ boss kau kan bisa menyuruh beberapa anak buah mu untuk menjaga Aqila selama di Indonesia. ” Chen memberi saran pada Liu.


“ tidak! aku tidak bisa mempercayai siapapun lagi. sudah cukup banyak orang yang menghianatiku Chen. ”


“ kalau begitu kau saja yang pergi mengantarkan Aqila atau kau ingin aku yang mengatakan Aqila.” tanya Chen.


“ ide bagus ” ujar Liu sambil tersenyum penuh arti.


“ jadi mana yang kau pilih boss? ”


“ aku yang akan pergi sendiri, kau akan tinggal di sini dan kau juga harus menghendel semua pekerjaan ku ” ujar Liu pada Chen.


“ baiklah ” dengan terpaksa Chen menyetujui perkataan Liu. walaupun Chen tahu ini tidak akan mudah baginya untuk menghendel semua pekerjaan Liu.


“ aku pergi dulu, ” Liu menepuk pundak Chen dan dia segera pergi untuk menemui Aqila.


saat ini Liu sedang berada di depan pintu kamar Aqila. di ketuk nya pintu kamar Aqila namun tidak ada jawaban dari dalam. Liu mencoba untuk mengetuk kembali pintu kamar Aqila namu tidak juga ada jawaban.


“ sedang apa dia? ” batin Liu. Liu mencoba untuk membuka pintu kamar Aqila. namun sepertinya pintu itu terkunci dari dalam.


“ pelayan ” teriak Liu memanggil pelayan nya.


“ i...iya tuan ” Jawa pelayan tersebut sedikit gugup. saat melihat raut wajah Liu yang tidak bersahabat.


“ ambilkan kunci cadangan untuk kamar ini cepat ”. perintah Liu. entah mengapa tiba-tiba saja perasaan Liu menjadi tidak enak saat Aqila tidak menjawab panggilan nya.


pelayan tersebut pun segera pergi untuk mengambil kunci cadangan pintu kamar yang di tempati oleh Aqila. setelah kunci itu ketemu pelayan tersebut segera kembali kehadapan Liu.

__ADS_1


“ ini tuan ” ujar pelayan tersebut sambil menyerahkan kunci.


Liu segera mengambil kunci tersebut dan langsung membuka pintu kamar Aqila dengan tidak sabar. setelah berhasil terbuka Liu segera masuk dan mencari keberadaan Aqila.


Liu menghembuskan nafa lega saat Liu melihat Aqila sedang tertidur dengan sangat pulas. di hampir nya Aqila yang sedang tertidur itu.


“ kau membuatku khawatir ”. ujar Liu saat dia sudah duduk di tepi ranjang Aqila dan membelai wajah Aqila.


Aqila mengerjapkan matanya saat dia merasa ada yang menyentuh pipinya.


“ apa aku mengganggu tidur mu? ”. tanya Liu lembut saat melihat Aqila terbangun.


“ tidak ” balas Aqila dengan suara serak khas orang bangun tidur.


“ apa kau sudah makan? ”. tanya Liu, karena seharian ini dia belum melihat Aqila makan apapun.


Aqila hanya menggelengkan kepalanya. iya enggan untuk berbicara sekarang. karena pikiran nya kembali ke orang tuanya.


“ kau haru makan. bukankah kau ingin berkunjung ke makam orang tuamu? jika kau sakit bagaimana kau bisa pergi ” ujar Liu penuh perhatian.


Aqila menatap Liu tidak percaya. apakah maksud dari perkataan Liu barusan? apa Liu mengizinkan dia pulang ke Indonesia?.itu artinya Chen tidak berbohong dia sungguh-sungguh membantu dirinya. mata Aqila berkaca-kaca rasanya ia bahagia sekali saat ini. Liu mau mengizinkan dia pulang.


“ apa kau mengizinkan aku pulang? ”. tanya Aqila antusias.


“ tentu saja, kenapa tidak? ”. balas Liu sambil tersenyum manis.


“ terima kasih ” ujar Aqila terisak sambil memeluk Liu dengan sangat erat.

__ADS_1


Liu sedikit terkejut saat tiba-tiba saja Aqila memeluk tubuh nya sambil menangis. tapi keterkejutan Liu tidak bertahan lama ia segera membalas pelukan Aqila sambil tersenyum senang.


__ADS_2