Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
apa?


__ADS_3

saat ini Liu dan Aqila sudah berada di mobil, bersiap untuk pergi meninggalkan area pemakaman umum ini.


“ setelah ini kita mau kemana? ” tanya Aqila.


“ cari makan! aku sudah sangat lapar ” balas Liu cepat.


“ hmm... boleh aku bertanya sesuatu? ” tanya Aqila sedikit ragu-ragu.


“*apa? ”


“ apa yang kau maksud dengan sesuatu yang penting tadi*? ” Aqila menanyakan tentang hal penting apa yang di maksud Liu tadi hingga raut wajahnya begitu serius.


“ bukan urusanmu! ” balas Liu ketus. hal yang sangat tidak mungkin bagi Liu untuk menceritakan apa yang dia lakukan tadi di makam kedua orang tua Aqila.


Liu kembali mengingat kejadian tadi di mana dia berbicara sendiri di depan makam kedua orang tua Aqila. astaga jika di ingat lagi, Liu sudah seperti orang gila saja berbicara sendiri.


dengan raut wajah yang serius Liu berjanji di depan makam kedua orang tua Aqila


‘bahwa dirinya akan selalu menjaga Aqila dan jika di izinkan Liu ingin memiliki Aqila seutuhnya. dan dia juga berjanji bahwa dia juga akan sering-sering membawa Aqila berkunjung’. oh apakah Liu sudah gila?. masa bodo dengan itu. yang ada di pikiran Liu bahwa sekarang ia telah mendapatkan izin untuk menjadikan Aqila miliknya sepenuhnya. dan yang menjadi pertanyaan nya adalah dari mana Liu mendapatkan izin itu?.


“ hey, mengapa kau melamun?. ” tanya Aqila saat melihat Liu yang hanya diam saja.


“ aku tidak melamun ” elak Liu.

__ADS_1


“ benarkah? ” goda Aqila sambil mengedipkan sebelah matanya.


“ kau sekarang sudah mulai berani ya rupanya? ”. ujar Liu menatap tajam Aqila.. sebenarnya Liu hanya ingin memastikan apakah Aqila masih berani menggodanya atau tidak.


melihat tatapan tajam dari Liu membuat nyali Aqila seketika menciut. bagai kerupuk yang terkena air.


“ mengapa sekarang kau diam? apa sekarang kau takut? ” tanya Liu sambil menahan tawanya saat melihat wajah takut Aqila. saat ini Aqila terlihat sangat menggemaskan.


“ i–iya... eh maksudku tidak ” ralat Aqila dengan gugup sambil berusaha untuk menyembunyikan ketakutannya.


“ hmm.. jadi kau tidak takut pada ku ya?.” Liu menatap Aqila dengan tatapan membunuh nya.


“ mati aku ” batin Aqila. ia sekarang sudah tidak berani lagi untuk menatap langsung mata Liu.


tawa Liu langsung pecah saat ia melihat mata Aqila yang sudah berkaca-kaca.


“ mengapa kau menangis jika kau tidak takut Hem? ” ujar Liu sambil tersenyum saat sudah berhenti dari tawanya.


“apa ini? apa dia mempermainkan ku? ” batin Aqila aneh melihat Liu yang tertawa lepas seperti ini.


“ hey jangan menangis, aku hanya bercanda ” Liu mengusap lembut rambut Aqila. dan membawa Aqila kedalam pelukannya.


mendapat perlakuan manis dan pelukan dari Liu yang tiba-tiba seperti ini membuat jantung Aqila merdegup sangat kencang. dan entah mengapa Aqila merasa sangat nyaman saat dipeluk seperti ini oleh Liu.

__ADS_1


“ jangan menangis! ” Liu mengulangi lagi ucapnya.


“ tidak, aku tidak menangis ” balas Aqila Masih di dalam pelukan Liu.


“ tapi tadi mata mu sudah berkaca-kaca ” ujar Liu dengan nada sedikit mengejek.


“ tapi aku belum sempat menangis ”. elak Aqila, ia tidak ingin terlihat cengeng.


“ itu sama saja ” ejek Liu sambil mengacak-acak rambut Aqila.


“ tidak! itu berbeda ” tolak Aqila sambil mencubit pelan lengan Liu.


“ aaww Qīn'ài de (sakit, sayang!) ” kelekar Liu sambil tertawa lepas.


“Shénme?(apa?)” tanya Aqila tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.


“tidak ada! ” jawab Liu cepat, karena tadi ia keceplosan. saat ini Liu masih mementingkan gengsi nya.


...★roti busuk dalam penjara★...


...★hati tertusuk panah asmara★...


...😁 wkwk;v😜...

__ADS_1


__ADS_2