Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
Abin


__ADS_3

“ Aaaaa ” rintih Abin saat Liu menempelkan sebuah besi panas di dadanya.


“ ada apa? ” tanya Liu berlagak bodoh.


“ boss mengapa dia berisik sekali ” protes Chen. Merasa terganggu dengan teriakan Abin.


“ benar kah?, kalau begitu aku akan membuatnya diam! ” ujar Liu menyeringai.


“ ampuni aku, aku mohon. Aku tidak bersalah ” mohon Abin.


“ diam, jangan berisik. Kau telah membuat mereka takut! ” Liu melirik Daisuke dan Zhang. Yang terlihat sedang ketakutan.


“ tunggu saja giliran kalian ”. Chen menatap tajam Zhang dan Daisuke. Hal itu berhasil membuat mereka sulit menelan Saliva nya masing-masing.


“ Chen, jangan membuat mereka takut. Kasian mereka, sebentar lagi akan mati ” balas Liu.

__ADS_1


“ Aaaaa” rintih Abin lagi saat Liu menempelkan besi panas yang ukurannya lebih besar dari sebelumnya.


“ sssstttt, kau jangan berisik.”. Bisik Liu.


“ atau kau mau aku yang membuat mu diam? ” tanya Liu pada Abin. Namun sepertinya rasa sakit yang di rasakan oleh Abin tidak bisa di tahan olehnya sehingga membuat dirinya berteriak lagi. Dan hal itu berhasil membuat kesabaran Liu habis.


“ buka mulutnya ” perintah Liu pada salah satu anak buahnya. Yang langsung di lakukan oleh anak buahnya.


“ keluarkan lidahnya, dia akan terus berteriak jika itu masih ada di sana! ” perintah Liu lagi,


Abin berusaha untuk memberontak saat para anak buah Liu memaksa dirinya untuk buka mulut, dan menarik paksa lidahnya dengan alat pencepit


Dan dengan santainya Liu memotong lidah Abin. Membuat darah segar keluar dari mulut Abin saat lidah Abin benar-benar telah di potong oleh Liu.


“ Seperti ini lebih baik ” ujar Liu lagi merasa puas. “ sekarang, tangan mana yang kau gunakan untuk mencari tahu keberadaan Chen saat itu? ” tanya Liu. Sambil memainkan pisau tajam nya di wajah Abin.

__ADS_1


“ boss apa kau lupa, sekarang dia tidak bisa bicara lagi ” timpal Chen. “ tapi aku rasa aku tahu dia menggunakan tangan yang mana ” sambung Chen lagi.


“ benarkah?, Bagian mana ” tanya Liu.


“ keduanya ” balas Chen tersenyum penuh arti.


“ baiklah ” Liu menarik paksa tangan kanan Abin lalu dengan perlahan ia memotong satu persatu jari tangan Abin, setelah selesai ia kembali memotong yang sebelahnya.


Sedangkan Abin hanya bisa pasrah Menahan siksaan yang di berikan oleh Liu padanya. Mengapa harus di siksa mengapa tidak langsung di bunuh saja.


Setelah puas memotong-motong jari Abin Liu kembali memainkan pisau nya menyayat tubuh Abin. Mulai dari wajah sampai tubuh Abin di sayat menggunakan pisau yang sangat tajam Sehingga Abin merasakan rasa perih dan sakit di sekujur tubuhnya terutama bagian mulut dan tangan.


Zhang dan Daisuke yang menyaksikan itu menjadi lemas seketika. Karena mereka pasti akan di perlakukan seperti itu nantinya. Sedikit ada rasa penyesalan dalam diri mereka, namun sudah terlambat. Liu sudah sangat marah dan tidak mungkin dia akan mengampuni mereka.


“ ini belum seberapa, dengan rasa sakit yang di rasakan oleh Chen! ” Liu berjalan mengambil sebuah besi panjang yang runcing. “ aku tidak suka dengan caramu menatapku ” ujar Liu sembari memberi kode pada Chen. dengan senang hati Chen mengikuti perintah Liu.

__ADS_1


Chen memegang erat kepala Abin agar dia bisa diam. dan dengan santainya Liu menusuk mata Abin dengan besi itu. sedikit sulit emang. tapi berkat bantuan Chen Liu bisa menusuk sebelah mata Abin. dan membiarkan benda itu tertancap di sana.


dan Liu beralih ke mata sebelahnya, menusuk kembali dengan besi runcing tersebut. tanpa rasa berdosa sedikitpun. Hanya ada kepuasan di diri Liu.


__ADS_2