Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
orang terkaya


__ADS_3

siapa yang berfikir jika menikahi seorang mafia sekaligus pengusaha muda yang sukses bisa membuat kita bahagia...?


ya tentu saja kita akan bahagia jika orang tersebut adalah seseorang yang sangat mencintai kita dan tentunya kita juga mencintai dirinya.


mungkin sebagian besar dari kalian berfikir bahwa pernikahan antara Liu dan Aqila ini terlalu cepat.


entahlah Aqila sendiri pun merasa bingung mengapa dirinya mau saja menikah dengan Liu tanpa mempertimbangkan nya terlebih dahulu.


saat ini Aqila dan Liu sedang berada di salah satu Butik terkenal di daerahnya. mereka ingin fitting baju pengantin untuk mereka.


Liu memesan lima pasang baju untuk dirinya dan juga untuk Aqila. yang benar saja lima pasang baju Aqila dan lima pasang baju untuk Liu jadi totalnya ada sepuluh pasang baju. dan itu bukan jumlah yang sedikit menurut Aqila.


hey ayolah... acara pernikahan mereka itu hanya sekali dalam seumur hidup.“ semoga saja ” tetapi mengapa Liu membeli banyak sekali.

__ADS_1


“ kau itu berlebihan sekali, satu atau dua pasang baju saja sudah sangat cukup bagiku. mengapa kau memesan banyak sekali. ” protes Aqila pada Liu saat mereka telah keluar dari Butik itu dan berjalan menuju mobil.


“ hey aku ini termasuk dalam kategori orang terkaya di dunia. mana mungkin aku hanya membelikan mu dua pasang baju. ” balas Liu santai. lalu membukakan pintu untuk Aqila. setelah Aqila masuk mobil Liu pun segera masuk dan duduk bersebelahan dengan Aqila. dan untuk supirnya jangan di tanya lagi. karena sudah pasti itu adalah Chen.


“ tetapi ini sudah sangat berlebihan ” balas Aqila tidak mau kalah.


“ sudahlah lebih baik kau diam saja, dan jangan banyak bicara. atau kau mau ku buat diam dengan caraku. ” balas Liu dengan senyum misterius nya.


mendengar ucapan Liu yang seperti itu membuat Aqila mau tidak mau mengalah. jika tidak ingin Liu berbuat macam-macam padanya.


“ bersabarlah sebentar boss, aku ini sedang memperjuangkan masa depan ku. ” balas Chen santai dengan pandangan yang masih tertuju pada ponselnya. dia sama sekali tidak perduli dengan perdebatan antara Liu dan Aqila. karena ponselnya saat ini lebih penting menurutnya.


“ sekarang kau berani membantah ku haah?” ujar Liu sedikit kesal. ah tidak.. bukan sedikit tapi sangat kesal. apalagi saat melihat Chen yang sedang tersenyum sendiri.

__ADS_1


“ ada apa dengan mu, bukankah Chen sudah bilang jika dia sedang memperjuangkan masa depan nya. jika kau tidak bisa bersabar maka kalian bertukar tempat saja. ” untuk pertama kalinya Aqila membela Chen. Dan hal itu tentu saja sangat di setujui oleh Chen.


“ ahh Aqila kau memang yang paling mengerti diriku. ” balas Chen dengan senyuman manis di bibirnya.


“ mengapa kau membela dirinya. disini akulah calon suamimu jadi seharusnya kau itu membela ku bukan dia. ” kini giliran Liu yang protes karena Aqila yang membela Chen bukan dirinya.


“ aku tidak membela Chen, aku hanya kasihan padanya. ” dan jawaban Aqila ini membuat Liu serta Chen menatap dirinya. heran.


“ mengapa kau merasa kasihan padaku? ” tanya Chen bingung.


“ tentu saja aku kasihan, disini aku dan Liu akan segera menikah. tetapi kau, jangankan menikah kekasih saja kau tak punya. ” balas Aqila polos tanpa merasa bersalah sedikitpun.


mendengar hal itu sontak saja membuat Liu tertawa. Aqila ini sungguh sangat menggemaskan.

__ADS_1


“ kau itu jahat sekali padaku, lihat saja sebentar lagi aku juga pasti akan memiliki kekasih yang lebih cantik dari mu. ” balas Chen dengan sinis. baru saja tadi dirinya memuji Aqila sekarang malah Aqila yang menjatuhkan dirinya. dasar menyebalkan.


TBC


__ADS_2