
saat ini Liu, Aqila dan juga Chen sudah berada di ballroom sebuah hotel mewah tempat di adakan nya acara ulang tahun perusahaan milik Liu.
dari awal masuk tadi semua mata sudah tertuju pada Liu dan juga Aqila yang terlihat begitu serasi. ada yang memuji kecantikan Aqila namun ada juga yang mencibir Aqila.
kebanyakan dari mereka adalah wanita, ya wajar aja karena mereka itu pada iri dengan Aqila, karena Aqila bisa berjalan sambil bergandengan tangan dengan Liu. pria yang di idam-idam kan oleh banyak wanita
mereka belum tau aja siapa Liu yang sebenarnya. jika mereka tau, mungkin mereka akan memilih untuk tidak mengenal Liu. atau sebaliknya. entahlah watak setiap manusia itu berbeda-beda.
Aqila tidak menyangka bahwa dirinya akan di bawa ke acara semewah ini oleh Liu. karena sepanjang perjalanan tadi Liu tidak pernah mau menjawab pertanyaan Aqila. Aqila sudah sangat ketakutan tadi. takut kalau dirinya akan di jual oleh Liu, agar uang Liu semakin banyak.
“ kau tunggu dulu di sini, aku ingin menemui rekan bisnis ku sebentar ” ujar Liu pada Aqila. karena dari tadi Aqila terus saja mengikuti Liu.
“ jangan tinggalkan aku sendiri disini ” Aqila menahan Liu, saat Liu mau melepas pegangan tangannya. “ aku takut , bagaimana jika nanti aku hilang? kau sendiri yang akan repot mencari ku ” ujar Aqila mencari alasan yang tepat agar Liu tidak meninggalkan nya.
“ kau tidak sendirian Chen akan menemani mu ” bujuk Liu.
“ aku tidak percaya padanya. bisa saja nanti dia meninggalkan aku sendiri ” balas Aqila.
__ADS_1
“ aku akan menghukumnya jika dia berani meninggalkan kau sendiri ” Liu meyakinkan Aqila.
“ tidak mau!.. aku akan ikut dengan mu. ” ujar Aqila semakin erat memegang tangan Liu.
“ kau lihatlah cara mereka menatap ku, seperti ingin memakan ku hidup-hidup. ”
“ tidak akan ada yang berani menyakiti mu disini. jadi kau tidak perlu takut seperti ini ” balas Liu.
“ ehemm ” Chen berdeham sedikit keras. sehingga membuat Aqila dan Liu langsung menatap nya.
“ memangnya tampang ku semeragukan itu kah? sehingga kau tidak memercayai ku. lagi pula aku masih sayang dengan nyawa ku ” ujar Chen sedikit menyindir Aqila.
“ kau dengar apa yang dia katakan? jadi percayalah pada ku. jangan takut.” ujar Liu sambil memegang pundak Aqila.
dengan ragu-ragu Aqila menganggukkan kepalanya, mengijinkan Liu untuk pergi menemui rekan bisnis nya.
“ jangan terlalu lama” ujar Aqila memperingati Liu. jujur saja yang di takuti oleh Aqila itu adalah tatapan tidak suka yang di tunjukkan oleh para wanita yang ada di sini pada nya. sangat menyeramkan sekali.
__ADS_1
bagaimana jika mereka nanti akan membully dan mempermalukan dirinya? oh itu sungguh menyebalkan. tapi mungkin itu tidak akan terjadi karena barusan saja Chen sudah memperingati mereka untuk tidak menatap Aqila seperti itu.
Chen mengancam mereka jika masih seperti itu, makan mereka akan langsung di pecat dari perusahaan Liu. tentu saja ancaman itu berhasil.
oh Chen ini sungguh benar-benar peduli pada Aqila atau hanya karena masih sayang dengan nyawanya. entahlah, karena sekarang perasaan Aqila sudah tidak setakut tadi.
“ kau mau minum? ” tawar Chen. yang langsung di jawab anggukan Kepala oleh Aqila.
“ tunggu sebentar, aku akan mengambilkan minuman untuk mu. kau jangan kemana-mana ” ujar Chen sambil memperingati Aqila. lalu pergi untuk mengambil minuman.
“ menyusahkan saja ” gerutu Chen sambil mengambil dua gelas oranye juice.
saat Chen akan kembali ke tempat Aqila berada, ia melihat Aqila seperti sedang berbicara dengan seseorang.
“ ini minuman mu ” ujar Chen sambil memberikan segelas minuman yang dibawa nya tadi. dan Chen beralih menatap orang yang sedang berbicara dengan Aqila. betapa terkejutnya Chen saat tau siapa orang ini.
“ kau? sedang apa kau di sini? ” tanya Chen dengan ekspresi terkejut.
__ADS_1