
“ apa yang sudah terjadi boss? ” tanya Chen sambil menatap Aqila sendu.
saat ini Chen dan juga Liu sedang berada di kamar Liu yang di mana di dalamnya ada Aqila yang sedang terbaring tak berdaya. jika bukan karena Chen yang memaksa ingin bertemu dengan Aqila mungkin Liu tidak akan memberitahu terlebih dahulu tentang Aqila saat ini.
“ ini semua karena kesalahan ku ” balas Liu merasa bersalah.
“ siapa yang melakukan ini boss? ” tanya Chen sambil menatap tajam Liu. entah mengapa melihat Aqila terbaring seperti itu ada perasaan marah di hati Chen.
“ mengapa kau menatapku seperti itu? ” Tanya Liu merasa risih dengan tatapan tajam dari Chen. seolah-olah Liu adalah penyebab keadaan Aqila saat ini.
“ boss, bisa tidak kau itu jangan merusak gaya ku. aku ini sedang sakit jadi seharusnya kau itu menuruti semua ucapan ku. ” gerutu Chen merasa kesal dengan Liu yang bersikap seperti biasanya.
“ meskipun kau sedang sakit, seharusnya kau tidak melupakan posisi mu. berani sekali kau menatapku seperti itu.” kesal Liu. jika saja Chen tidak sedang sakit. mungkin Liu sudah memberi dia sedikit pelajaran.
“ baiklah boss, maafkan aku ” balas Chen dengan tidak ikhlas. “ lalu siapa yang melakukan hal ini pada Aqila? ”. Tanya Chen lagi.
“ orang yang sama, dengan orang yang telah menembak mu ” balas Liu.
__ADS_1
“ Zhang! ” tanya Chen menekan setiap kalimatnya, ada kebencian yang besar dari kalimat yang diucapkan oleh Chen.
“ boss boleh aku minta tolong? ” tanya Chen pada Liu.
“ apa? ” ada sedikit rasa curiga.
“ tolong kau pegangi ini” Chen menyerahkan botol infus nya kepada Liu.
“ lalu kau mau apa? ” tanya Liu curiga.
“ tanganku lelah boss jika harus memegangi itu terus. kau tahu kan jika aku ini tidak boleh kelelahan ” ujar Chen dengan raut wajah yang di buat-buat.
“ kau tenang saja Aqila, boss pasti akan membalaskan dendam kita kepada mereka semua ” ujar Chen Kepada Aqila.
“ mengapa harus aku? ” tanya Liu.
“ lalu siapa lagi jika bukan kau boss. tidak mungkin jika harus aku yang membalasnya. aku kan sedang sakit ” balas Chen dengan tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.
__ADS_1
mendengar jawaban Chen Liu hanya bisa memutar bola matanya jengah. namun hal seperti ini lah yang di rindukan oleh Liu selama satu Minggu ini.
“ ayo kita kembali boss, aku lelah. dan kau tenang saja Aqila pasti akan segera sadar ” Chen berjalan terlebih dahulu keluar kamar.
sedangkan Liu berjalan di belakangnya.
“ tuan kami baru saja mendapatkan sebuah informasi. jika Zhang dan Daisuke sedang berada di Guangzhou. ” ujar salah satu anak buah Liu saat Liu dan Chen baru saja keluar dari kamar.
“ benarkah? ” tanya Liu dengan menyeringai.
“ Chen kau beristirahat saja dulu di kamar mu” perintah Liu pada Chen.
“ tapi boss... ” sebenarnya Chen ingin tahu apa rencana Liu saat ini.
“ kau bawa dia ke kamarnya, dan pastikan dia beristirahat ” perintah Liu pada anak buahnya. lalu berjalan cepat menuju ruang senjata di mana di sana para anak buah Liu sudah bersiap.
“ apa kalian sudah siap? ”. tanya Liu saat sudah berada di ruang senjata yang ada di mansion nya.
__ADS_1
“ siap tuan! ” balas mereka kompak. ada banyak sekali anak buah Liu yang berbeda di ruangan itu. dan belum lagi yang di tugaskan olehnya untuk mencari tau keberadaan Zhang serta tim bayangan Liu sudah berada di seluruh penjuru kota.