
Aqila keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi. ia sudah siap untuk keluar sekarang. namun saat melihat raut wajah Liu yang kesal, Aqila jadi berfikir ada apa dengan Liu?.
“ ada apa? ” tanya Aqila pada Liu.
mendengar pertanyaan dari Aqila, Liu langsung menoleh ke arah sumber suara. Liu tercengang saat melihat penampilan Aqila yang sangat cantik menurutnya. emosi Liu yang semula ingin meledak langsung mereda seketika saat melihat Aqila.
“ hey ” ujar Aqila menepuk pundak Liu.
“ I.. iya, ada apa? ” balas Liu gugup karena terkejut.
“ kau kenapa? ” tanya Aqila.
“ tidak papa ” Liu menggelengkan kepalanya. “ kau sudah siap? ” tanya Liu.
“ sudah ” Aqila menganggukkan kepalanya. “ ayo ” ajak Aqila.
***
Liu dan Aqila sedang dalam perjalanan menuju pantai. dengan Liu yang mengendarai mobil dan Aqila duduk di kursi penumpang yang ada di sebelah Liu. Aqila yang meminta Liu untuk mengajaknya untuk kepantai. Aqila rindu suasana pantai. sudah lama sekali Aqila tidak kepantai. biasanya Aqila akan kepantai jika sedang libur berkerja.
ngomong-ngomong tentang kerja. Aqila jadi rindu bekerja. rindu akan omelan sang pemilik warung bakmi yang suka marah-marah tidak jelas. rindu Teman-teman Aqila yang juga bekerja di warung bakmi itu. ah mungkin sekarang sudah ada yang menggantikan posisi Aqila di warung bakmi tersebut.
__ADS_1
tak butuh waktu lama mobil yang di kendarai oleh Liu akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Liu segera mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya.
“ ayo turun ” ajak Liu saat sudah berhasil memarkirkan mobilnya.
“ ayooo ” ujar Aqila bersemangat.
Liu dan Aqila sedang berjalan menyusuri pantai dengan kaki telanjang. mereka sengaja melepas sepatu karena takut basah terkena air laut.
terlihat Aqila yang sangat senang bisa berjalan-jalan di pantai. rambutnya yang tidak terikat beterbangan tertiup angin laut dan itu telah menambah kadar kecantikan untuk Aqila.
Liu tersenyum bahagia bisa melihat Aqila tertawa bahagia seperti ini. hatinya terasa sejuk melihat pemandangan ini.
“ kau tidak lapar? ” tanya Liu pada Aqila.
“ lapar sih. ” balas Aqila yang memang sudah merasa lapar karena tadi pagi ia juga belum sarapan.
“ ayo kita cari makan dulu ” ajak Liu. berjalan lebih dulu ke tepi pantai.
Aqila tidak menjawab ia hanya mengikuti Liu dari belakang. namun tiba-tiba Liu menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap Aqila.
Aqila yang tidak tahu jika Liu menghentikan langkah nya. tanpa sengaja Aqila menabrak dada bidang Liu.
__ADS_1
“ auwww ” rintih Aqila sambil memegangi keningnya.
“ kalau jalan Lihat-lihat ” ucap Liu datar. tapi sebenarnya dalam hati ia senang sekali.
“ kau mau makan apa? ” Liu bertanya pada Aqila.
“ seafood ” balas Aqila cepat. karena memang Aqila ingin makan seafood saat ini.
“ baiklah ” balas Liu berfikir sejenak dimana letak restoran seafood yang enak di sini.
setelah berputar-putar cukup lama akhirnya Liu menemukan restoran yang cocok menurutnya. langsung saja Liu mengajak Aqila untuk makan di restoran yang sudah di pilih oleh Liu.
“ bagaimana rasanya? ” tanya Liu pada Aqila saat Aqila sudah mencoba makannya.
“ sangat enak ” balas Aqila jujur. karena memang rasanya sangat enak.
“ tentu saja enak, karena aku yang telah memilih untuk makan di sini ” ujar Liu menyombongkan dirinya sendiri.
Aqila memutar bola matanya malas. “ iya, kau memang hebat karena kau telah memilih restoran yang tepat ” puji Aqila, sedikit tidak ikhlas.
Liu hanya tersenyum mendengar Jawaban Aqila. ia memerhatikan Aqila yang sedang makan dengan lahap. entah mengapa hanya dengan melihat Aqila makan saja dirinya sudah merasa kenyang.
__ADS_1