Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
sudah cukup!


__ADS_3

“ dengar, mulai besok aku akan kembali bekerja. Jadi mulai besok pula aku tidak bisa selalu ada bersama kalian. Kalian akan mulai mengurus diri kalian sendiri.”


Ujar Liu setelah selesai makan malam, bersama dengan Aqila dan juga Chen.


Liu sengaja mengajak Aqila dan Chen makan malam bersama di meja makan untuk memberi tahu bahwa mulai besok dirinya akan kembali di sibukkan dengan pekerjaan di kantor yang sudah pasti menggunung, karena tidak di Sentuh selama sekitar dua pekan lebih.


“ boss, tapi aku belum benar-benar pulih. Bagaimana aku akan bekerja ” ujar Chen dengan wajah yang dibuat menyedihkan.


“ kau kan orang kaya, harta mu juga banyak, bahkan jika kau tidak berkerja sekalipun kau akan tetap mendapatkan uang.” sambung Aqila sedikit tidak terima jika Liu tidak lagi ada didekatnya untuk menjaga serta memenuhi semua kebutuhannya.


“ jika aku tidak berkerja maka aku tidak akan bisa memanjakan dirimu lagi. Lagi pula tadi sore aku mendapat kabar bahwa ada sedikit masalah di kantor. ” balas Liu menatap lembut Aqila. “ dan untuk kau Chen, kau masih ku beri izin untuk tidak berkerja sampai kau benar-benar pulih. ” Liu beralih menatap Chen dengan tatapan kesal. Berbeda dengan cara dirinya menatap Aqila.


“ kau serius boss, kau tahu ak....”


“aku tidak ingin kau manjakan dengan harta mu,tapi aku hanya ingin kau selalu ada bersamaku disini sampai aku bisa kembali berjalan.Aku yakin setelah tiga hari atau lebih aku pasti bisa berjalan kembali seperti semula” ujar Aqila dengan cepat memotong ucapan Chen.

__ADS_1


“ hey, di mana letak sopan santun mu. Aku belum selesai bicara sudah kau potong ” Chen melempar sebuah roti tawar kepada Aqila, karena merasa kesal saat ucapannya di potong oleh Aqila.


“ aku tahu bahwa kau hanya akan bicara omong kosong, jadi lebih baik aku potong dengan ucapan penuh makna dariku ” Aqila melemparkan kembali roti tawar tersebut kepada Chen.


“ kenapa kalian selalu bertengkar jika sedang bersama seperti ini ” gerutu Liu sambil memijat keningnya yang terasa sedikit pusing.


Bagaimana tidak pusing, disaat dirinya sedang bingung dengan masalah yang terjadi di kantor. Dan malah di tambah dengan pertengkaran unfaedah antara Aqila dan Chen, dan itu berhasil membuat Liu bertambah pusing.


“ Chen yang memulai lebih dulu ” ujar Aqila dengan menunjuk wajah Chen.


Dan terjadilah percekcokan antara Aqila dan Chen. Mengabaikan Liu yang sudah terlihat sangat kesal dengan sikap mereka berdua.


“ sudah cukup! ” bentak Liu yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya.


“ aku ini sedang kesulitan karena masalah yang terjadi di kantor. Dan kalian malah menambah beban ku dengan meributkan hal sepele seperti ini.” ujar Liu dengan nada tinggi menatap tajam Aqila dengan juga Chen.

__ADS_1


Dan seketika itu pula Aqila dan Chen langsung terdiam dengan raut wajah takut.


“ kau hanya ku beri waktu satu hari, setelah itu aku tidak perduli apapun lagi dan kau akan kembali bekerja seperti biasa. ” Ujar Liu menunjuk Chen yang sudah menegang.


“ dan kau, kau jangan menangis. Saat ini kau bisa berkata jika kau tidak butuh harta ku. Tapi nanti jika aku jatuh miskin kau bisa saja pergi dariku untuk mencari pria kaya lainnya ” sambung Liu menunjuk Aqila, Setelah itu Liu langsung pergi begitu saja meninggalkan Aqila dan Chen di meja makan.


Deg


Jantung Aqila terasa sakit saat mendengar ucapan Liu. apakah Aqila terlihat seperti wanita gila harta yang rela melakukan apa saja demi uang?. Tidak! Aqila bukan wanita seperti itu. Dirinya serius dengan ucapannya, bahwa Aqila sungguh tidak membutuhkan harta Liu.


Dan seketika itu pula Tangis Aqila langsung pecah. Rasa sakit ini lebih sakit daripada saat dirinya kecelakaan.


“ kau jangan masukkan ucapannya ke dalam hati, dia seperti itu hanya karena sedang kesal saja. Aku yakin besok dirinya sudah kembali seperti biasa. Kau tenang saja. ” ujar Chen berusaha untuk menenangkan Aqila yang sedang menangis. Chen tahu betul bahwa Aqila pasti mereka sakit hati dengan ucapan Liu tadi. “ sebaiknya kau kembali ke kamar untuk beristirahat. Aku tahu kau pasti lelah, Aku akan mengantarmu ke kamar. ” Chen berjalan mendekati Aqila yang masih menangis lalu mendorong kursi roda Aqila menuju kamar Liu di lantai atas.


“ tidak! Aku tidak ingin kembali ke kamar itu lagi. Aku ingin kembali ke kamarku saja” Aqila menolak saat Chen akan membawanya kembali ke kamar Liu.

__ADS_1


Chen yang paham dengan perasaan Aqila saat ini, memilih untuk menuruti saja kemauan Aqila. “ baiklah”


__ADS_2