Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
kira-kira apa,?


__ADS_3

“ bagaimana? ” tanya Liu pada Chen saat baru saja tiba di tempat Chen.


“ apa yang bagaimana boss? ” Chen balik bertanya dengan wajah bingung nya yang sudah berlumuran darah karena dirinya baru saja selesai dari mengeluarkan jantung Abin.


Sehingga bisa di pastikan saat ini Abin benar-benar telah tiada karena ulah Chen. Dan dengan santainya Chen memegang jantung Abin yang terlihat masih berdetak lemah dengan tangannya sendiri tanpa alas.


“ kau membunuhnya? ” tanya Liu lagi sedikit tidak percaya saat melihat sebuah jantung di tangan Chen dan Abin yang sudah tergeletak dengan dada yang sudah terkoyak.


“ aku kasihan padanya boss, kau telah mengambil matanya. Jadi sekalian saja aku ambil jantungnya. ” balas Chen santai sambil terus memainkan jantung yang ada di tangannya.


“ seharusnya kau jangan merusaknya, kita bisa menjual itu dengan harga mahal ” protes Liu menyayangkan sikap Chen yang terlalu terburu-buru.

__ADS_1


“ ah iya kau benar sekali boss. Mengapa aku tidak berfikir sejauh itu. ” balas Chen sedikit menyesal atas perbuatannya. Seharusnya jika dirinya tak merusaknya sudah bisa di pastikan bahwa dirinya akan mendapatkan uang lebih banyak.


“ sudahlah, masih ada dua lagi ” sambung Chen melirik Daisuke dan Zhang sambil menyeringai.


“ yang satu itu bagian ku ” ujar Liu menunjuk Zhang Yang Masih terlihat sehat karena Zhang memang belum mendapatkan gilirannya. Sedangkan Daisuke sudah berlumuran darah dan juga sudah kehilangan kedua kakinya akibat ulah Chen.


meskipun Chen terlihat lebih tenang dan santai dari pada Liu. tetapi faktanya Chen bisa di katakan memiliki tingkat kekejaman satu tingkat lebih tinggi dari pada Liu. Chen memiliki nafsu yang tinggi untuk membunuh. sedangkan Liu dirinya bisa puas walau hanya mendengar rintihan korbannya, tetapi Chen jika belum mati ya belum berhenti.


“ kau tenang saja boss, aku pastikan aku tidak akan menyentuh nya kecuali kau sendiri yang menyuruh ku ” balas Chen sambil melempar jantung Abin ke sembarang arah.


“ baik tuan ” balas anak buah Liu segera melaksanakan perintah Liu.

__ADS_1


“ bagaimana dengan Aqila boss? ” tanya Chen saat Liu sedang memilih senjata apa yang akan ia gunakan untuk menyiksa Zhang.


“ dia sudah tertidur ” balas Liu saat sudah mendapatkan senjata yang cocok untuk menyiksa Zhang.


“ kira-kira apa ya, yang di takuti oleh Aqila? ” tanya Chen lagi terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dengan raut wajah serius.


“ entahlah, dia hanya berkata mereka. Dan aku tidak tahu mereka yang dimaksud oleh Aqila itu siapa ” balas Liu sambil mengangkat bahunya karena dirinya memang belum tahu apa yang di takuti oleh Aqila. “ ingat, jangan pernah kau memiliki pemikiran untuk mengganggunya ” sambung Liu lagi saat melihat Chen yang sedang tersenyum jail.


“ haah? Bagaimana boss bisa tahu jika aku sedang memikirkan sesuatu untuk mengerjai Aqila. ” gumam Chen menatap intens wajah Liu. Karena Liu bisa dengan mudahnya membaca pikirannya.


“ aku tahu semuanya Chen! ” ujar Liu lagi saat Chen terus saja menatap intens dirinya. “ sebaiknya kau cuci wajah jelek mu itu, ” sambung Liu lagi kerena wajah Chen yang sudah berlumuran banyak darah.

__ADS_1


“ biarkan saja, aku semakin terlihat keren jika seperti ini ” balas Chen sembari menyugar rambutnya dengan mengedipkan sebelah matanya.


Melihat gaya Chen yang selangit Liu Hanya bisa memutar bola matanya jengah. Tidak akan ada habisnya jika ia terus meladeni Chen, yang akan semakin menjadi jika terus di ladeni.


__ADS_2