Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
tidur di sofa


__ADS_3

Chen berjalan menghampiri Liu dan Aqila berada. Chen akan berusaha untuk meluruskan kesalah pahaman Aqila.


“ada apa boss? ” tanya Chen, Pura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi.


“Chen beritahu pada wanita ini, bahwa kita ini pria normal, bukan gay. ” ujar Liu memerintah Chen.


“cih... kau fikir aku akan percaya” gumam Aqila.


“apa? ” tanya Liu, yang samar-samar mendengar Aqila berbicara sesuatu namun sangat pelan.


“ tidak ada” balas Aqila cuek.


“ ahh... sudah lah boss, jangan berdebat lagi. sekarang lebih baik kita pergi saja dari sini. ” ujar Chen menengahi Liu dan Aqila.


“baiklah” balas Liu. ia juga tidak ingin berdebat lebih panjang lagi dengan Aqila.


mereka pun pergi dari tempat itu, tempat di mana para gay berkumpul. menuju sebuah mini bar milik Liu pribadi. Liu ingin minum-minum saat ini, untuk melupakan kejadian beberapa saat lalu dengan Aqila.

__ADS_1


Lagi-lagi Aqila hanya bisa menghela napas kasar, karena di ajak ke tempat yang tidak ingin ia datangi. ia hanya memerhatikan Chen dan Liu yang sedang asik meminum minuman beralkohol itu. Aqila, dia gadis yang tidak suka minum, jadi dia hanya menjadi penonton saja.


Aqila melihat jam yang sedang di pakai oleh Liu, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Aqila sudah mengantuk dan bosan mendengar ocehan Liu dan Chen yang sudah mabuk.


“ huuh... Dasar, ” gerutu Aqila pada Liu.


sekarang Aqila harus memikirkan bagaimana cara untuk membawa 2 orang yang sedang mabuk ini pulang ke rumah. mau menelpon tapi menelpon siapa? dan bagaimana cara menelponnya, Aqila saja tidak memiliki ponsel.


sedangkan mereka tadi datang ke sini hanya bertiga. dan itu juga Chen yang mengendarai mobil nya. Aqila mana bisa dia mengendarai mobil.


Aqila memeriksa tubuh Liu, ia mencari benda yang namanya dompet. setelah ketemu Aqila membuka nya dan mencari uang untuk ongkos taxi. dalam dompet Liu ada banyak sekali kartu yang berjejer rapi, tapi tak ada uang sama sekali di dalamnya. mana mungkin kan kita banyak taxi pakai kartu.


“ orang kaya macam apa ini, masa tidak ada uang sama sekali di dompet nya” batin Aqila, dan langsung mengembalikan dompet Liu ke tempat semula.


Aqila pun kembali memeriksa tubuh Chen mencari dompet Chen, dan akhirnya Aqila menemukan uang dari dompet Chen.


Aqila berjalan keluar meninggalkan Liu dan Chen, untuk mencari taxi, setelah dapat taxi Aqila meminta bantuan pada supir taxi untuk membantunya membawa Liu dan Chen. masa bodo dengan mobil Liu yang mewah itu. ia tidak perduli.

__ADS_1


entah apa yang ada di pikiran Aqila, kenapa dia malah mau membawa Liu dan Chen kembali, padahal ini adalah kesempatan emas bagi Aqila untuk melarikan diri dari Liu.


di dalam taxi, di perjalanan pulang menuju mansion milik Liu, Aqila sangat kesal dengan kalakuan Liu, yang selalu memeluknya. ingin sekali rasanya Aqila melempar Liu keluar dari dalam mobil.


sesampainya di rumah Aqila meminta bantuan para anak buah Liu yang berjaga di luar untuk membantunya membawa masuk Liu dan Chen.


“tidur kan di situ saja sir" ujar Aqila kepada para anak buah Liu, sambil menunjuk sofa yang ada di ruang tamu.


“tapi nona, bagaimana Jika nanti tuan marah? ” tanya salah satu anak buah Liu.


“ tidak akan, dia tidak akan marah. tadi dia yang memintanya sendiri sir” Balas Aqila berbohong. ia sengaja berbohong, ia ingin mengerjai Liu sekali kali. kapan lagi ia punya kesempatan ini.


“baiklah nona” ujar anak buah Liu pasrah.


setelah Anak buah Liu pergi Aqila tertawa. ia puas sekali rasanya bisa mengerjai Liu.


“selamat menikmati malam yang dingin ini tuan monster,, ” ujar Aqila pada Liu yang sedang tertidur di sofa.

__ADS_1


__ADS_2