Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
tawaran


__ADS_3

saat ini Chen sedang berada di depan pintu kamar Aqila. sesuai kesepakatan Chen bersama Liu tadi. jadi saat ini Chen akan mencoba untuk membujuk Aqila agar Aqila mau memaafkan Liu.


ya walaupun sebenarnya Chen sedikit tidak ikhlas, tapi mau bagaimana lagi? daripada dirinya di pecat. auto miskin mendadak nanti.


tok...tok...tok


Chen mengetuk pintu kamar Aqila.


“ sudah ku bilang aku sedang tidak ingin di ganggu ” teriak Aqila dari dalam kamarnya.


“ ini aku Chen ” timpal Chen “ cepat buka pintunya ada yang ingin aku bicarakan padamu ”


“ apa? katakan saja dari Luar. aku muak jika harus melihat wajah jelek mu itu ” balas Aqila terdengar ketus.


“ cihh, memangnya kau cantik apa? ” batin Chen. “ cepat buka! ” teriak Chen sambil menggedor-gedor pintu kamar Aqila.


Aqila yang sedang bersantai sambil mengenakan masker wajah di dalam kamar merasa sangat terganggu dengan teriakan sekaligus gedoran pintu yang di lakukan oleh chen. akhirnya Aqila memutuskan untuk membuka pintu.


“ ish mengganggu saja ” gerutu Aqila sambil berjalan mendekati pintu untuk membuka pintu.


setelah sekian lama Chen menggedor pintu kamar Aqila sambil berteriak menyuruh Aqila untuk membuka pintu kamarnya. akhirnya Aqila mau membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


“ berisik! ” bentak Aqila saat dirinya sudah membuka pintu kamarnya. Chen terkejut saat melihat wajah Aqila.


“ ada apa dengan wajah mu itu? ” Chen menunjuk wajah Aqila yang terlihat putih seperti hantu.


“ sudah jangan banyak tanya. cepat katakan ada apa? ” tanya Aqila kesal.


Chen menatap intens wajah Aqila.


“ mengapa aku jadi ragu jika kau sedang marah pada boss ku ” Chen curiga dengan Aqila, jika memang Aqila sedang marah mana mungkin Aqila sempat untuk bersantai sambil memakai masker seperti itu.


“ jika kau kemari hanya untuk meminta diriku untuk memaafkan boss mu itu. maka aku menolaknya. ” ujar Aqila, berniat untuk menutup pintu dan melanjutkan kegiatannya yang tertunda. namun belum sepenuhnya Aqila menutup pintu kamarnya Chen sudah menahan pintu tersebut.


“ apa lagi? ” tanya Aqila ketus.


“ aku kemari hanya untuk meminta bantuan mu. ” ujar Chen sambil tersenyum. berharap Aqila akan luluh hanya dengan senyuman manis nya.


“ cih. aku tidak Sudi membantu mu ” tolak Aqila.


“ ayolah sekali ini saja ”. Chen mengedipkan sebelah matanya.


“ AKU TIDAK MAU!” ucap Aqila penuh penekanan.

__ADS_1


“ aku akan melakukan apa saja yang kau mau. agar kau mau membantu ku ” tawar Chen.


Aqila diam sejenak memikirkan tawaran yang cukup menarik yang di berikan oleh Chen padanya.


“ akan aku pikirkan dulu tawaran mu ini ” balas Aqila.


“ aku serius dengan ucapan ku barusan. jadi pikirkan lah dengan baik dan benar” ujar Chen berusaha untuk meyakinkan Aqila.


“ aku tau, justru karena kau serius. itulah sebabnya aku ingin memikirkannya terlebih dahulu. karena tidak mungkin orang seperti dirimu ini mau meminta bantuan gadis secantik diriku ini ” balas Aqila dengan percaya diri yang tinggi.


“ apa? ” tanya Chen terkejut dengan ucapan terakhir Aqila.


“ apa ada yang salah? ” tanya Aqila saat melihat wajah terkejut Chen.


“ tidak ada ” balas Chen sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya. saat ini tidak mungkin baginya untuk mencibir Aqila karena itu bisa membuat Aqila enggan untuk membantu dirinya.


“ apa aku bisa beristirahat sekarang? ” tanya Aqila. karena Chen Masih saja menahan pintu kamarnya.


“ tentu saja ” Chen mempersilahkan Aqila untuk beristirahat.


setelah memastikan Aqila benar-benar telah menutup pintu dengan rapat. Chen langsung mengeluarkan kekesalannya dengan meninju dan menendang ke udara.

__ADS_1


__ADS_2