
mension Liu
jam menunjukkan pukul 07 malam. terlihat para pelayan sedang sibuk menyiapkan makan malam di meja makan yang sudah di tunggu oleh Chen.
“ dimana boss mu? ” tanya Aqila tiba-tiba pada Chen.
“ uhuk.. uhuk.. ” Chen yang sedang makan langsung tersedak karena Aqila yang tiba-tiba datang mengejutkan nya.
“ kau tidak papa? ” tanya Aqila sambil menepuk-nepuk punggung Chen pelan.
“ini” Aqila memberi segelas Air pada Chen.
Chen langsung meminum air yang di berikan oleh Aqila.
“ Terima kasih ” ujar Chen. setelah meminum air yang di berikan oleh Aqila.
Aqila hanya membalas ucapan terimakasih kasih Chen dengan anggukan Kepala sambil tersenyum.
“ kau belum menjawab pertanyaan ku ” ujar Aqila menatap serius pada Chen.
“pertanyaan yang mana?” tanya Chen tidak tahu.
“ dimana boss mu yang kejam itu ” tanya Aqila lagi.
“ ohh.. mungkin masih di kamar nya. ” ujar Chen santai. “ ada apa? ” tanya Chen balik.
“tidak ada” jawab Aqila.
akhirnya Aqila memilih untuk makan terlebih dahulu sambil menunggu Liu keluar dari kamarnya.
__ADS_1
setelah Aqila dan Chen selesai makan Liu belum juga turun dari kamarnya.
“ kau pergi keatas sana... panggil boss suruh turun sudah waktunya makan malam. ”
ujar Chen kepada Aqila.
mendengar ucapan Chen Aqila langsung menggelengkan kepala tidak setuju.
“ tidak! aku tidak mau ” tolak Aqila.
“kenapa tidak kau saja? ” Aqila bertanya balik pada Chen.
“ aku sedang malas ” balas Chen.
“ sama... aku juga malas ” balas Aqila lagi.
“hemm.. baiklah terserah kau saja. tapi! jangan salah kan aku jika nanti Liu marah dan memakan mu hidup-hidup karena kelaparan. ” ancam Chen pada Aqila.
“ sudah cepat sana pergi ” ujar Chen sambil mengibas-ngibaskan tanya mengusir Aqila.
mau tidak mau Aqila bangkit dari duduk nya dan langsung menuju kamar Liu di lantai dua. ia tidak mau terkena amarah dari Liu.
saat Aqila sudah pergi untuk memanggil Liu, Chen langsung tersenyum puas. ia sengaja menyuruh Aqila karena ia ingin lihat reaksi Liu seperti apa nanti. ia sudah tahu jika boss nya itu pasti menyukai Aqila.
sesampainya di lantai dua Aqila terlihat bingung ada banyak ruangan di sana dan ia baru kali ini ke lantai dua dan sudah pasti ia tidak tahu yang mana kamar milik Liu.
untung saja di sana ada beberapa pelayan sedang berjaga siapa tau Liu membutuhkan sesuatu. Aqila bertanya pada mereka di mana kamar milik Liu.
salah seorang pelayan menunjukkan sebuah ruangan yang katanya itu kamar Liu.
__ADS_1
tok... tok... tok
Aqila mengetuk pintu kamar Liu dari luar.
namun tak ada jawaban dari dalam. Aqila pun mengetuk kembali pintu kamar Liu belum juga ada jawaban.
Aqila memutuskan untuk masuk saja kedalam agar ia bisa melihat sendiri Liu ada di dalam atau tidak ada.
Aqila melihat sekeliling kamar Liu namun ia tak menemukan Liu, ia memeriksa di ruang ganti juga tidak ada. akhirnya ia pun memutuskan untuk melihat di kamar mandi.
“ Aaaa.... ” teriak Aqila. betapa terkejut nya ia saat melihat kamar mandi Liu. Aqila segera menutup matanya dan langsung berbalik.
Liu yang terkejut mendengar teriakan Aqila langsung berbalik. dan dumm Liu terkejut. Aqila melihatnya sedang mandi di bawah shower dan sial nya lagi ia sedang tidak memakai apapun sekarang.
Liu segera mengambil handuk dan segera memakai nya menutupi kejantanannya.
bodoh! bodoh! bodoh! umpat Aqila pada dirinya sendiri. betapa ceroboh nya dia,main asal buka pintu kamar mandi tanpa mengetuk terlebih dahulu.
“ ada apa? ” tanya Liu dengan santai nya, setelah memakai handuknya tapi masih bertelanjang dada.
“ sudah saatnya ma.... ” belum sempat Aqila melanjutkan omongan nya tapi sudah di potong oleh Liu.
“ jika bicara itu lihat orang yang di ajak bicara, bukanya membelakangi begini ” potong Liu.
“ta... tapi kau ” ujar Aqila gugup.
“ berbalik ” perintah Liu.
dengan ragu-ragu Aqila memberanikan diri untuk berbalik menghadap Liu.
__ADS_1
Aqila tercengang saat melihat tubuh Liu dengan dada bidang, perut yang seperti roti sobek. sangat atletis menurut Aqila. di tambah lagi rambut yang basah menambah ketampanan Liu.