Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
Bandung


__ADS_3

Husein Sastranegara international airport


[ bandara internasional Husein Sastranegara]


Bandung


Liu dan Aqila baru saja tiba di Indonesia, lebih tepatnya di Bandung tanah kelahiran Aqila.


dari bandara mereka segera menuju


The Trans Luxury Hotel


yang terletak di


JL. Gatot Subroto No. 289.


Liu sudah memesan beberapa kamar untuk dirinya dan Aqila. dan juga untuk anak buahnya di hotel tersebut. sebenarnya yang memesan kamar hotel itu adalah Chen tapi itu juga atas perintah Liu dan itu juga menggunakan uang Liu. jadi anggaplah itu Liu yang memesan.


sesampainya di hotel mereka sudah di sambut oleh beberapa petugas hotel.


“ wow apa ini? ” tanya Aqila takjub saat melihat banyak orang yang menyambut baik kedatangannya.


“ apa kau suka ” bisik Liu di telinga Aqila.

__ADS_1


“ iya, apa ini semua sudah kau rencanakan? ” tanya Aqila ikut berbisik juga.


“ haha.. tentu saja, memangnya siapa lagi ” untuk pertama kalinya Liu tertawa di hadapan Aqila.


Aqila terpana saat melihat tawa Liu. baru kali ini Aqila melihat Liu tertawa seperti ini. sungguh ketampanannya naik berkali-kali lipat.


“ ayo cepat masuk ” Liu menyuruh Aqila agar segera masuk kedalam lift. karena dari tadi Aqila hanya diam saja.


“ mengapa kau tampan sekali jika sedang tertawa seperti tadi ” ucapan Aqila sukses membuat Liu menjadi salah tingkah dan malu sendiri.


selama di dalam lift Liu dan Aqila hanya diam saja. Liu yang masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Aqila tadi menjadi senyum-senyum sendiri.


“ tuan nona, kita sudah sampai ” ujar salah satu pengawal Liu yang ikut masuk kedalam lift.


“ ada apa? ” Tanya Liu menarik Aqila keluar dari lift.


“ kau sangat manis jika sedang tersenyum ” ujar Aqila jujur.


“ benarkah? ”. Tanya Liu mendekatkan wajahnya ke wajah Aqila sambil tersenyum. sedangkan Aqila hanya diam saja karena ia terpesona dengan senyuman manis Liu.


“ ehem..jika ingin bermesraan tolong Jangan di depan lift, kalian menghalangi jalan orang lain ” ucap salah satu pengunjung hotel.


Liu dan Aqila menjadi salah tingkah sendiri saat mereka di pergoki oleh orang asing di tempat umum.

__ADS_1


“ maaf ” ujar Liu mempersilahkan orang tersebut untuk masuk kedalam lift. Liu juga menarik Aqila untuk segera masuk kedalam kamar.


“ di mana kamar mu? ” tanya Aqila saat mereka sudah sampai di dalam kamar.


“ ini ” balas Liu.


“ lalu kamar ku di mana? mengapa kau membawa ku kemari. aku juga lelah ingin beristirahat ” keluh Aqila sambil menunjukkan wajah lelahnya.


“ ini juga kamar mu. kita akan tidur bersama di kamar ini ” ucapan Liu berhasil membuat Aqila membelalakkan matanya tak percaya.


“ yang benar saja, aku tidak mau ” tolak Aqila.


“ terserah dirimu jika kau tidak mau kau boleh tidur di luar ” ujar Liu santai sambil menunjuk arah pintu keluar kamar.


“ apa? tidur di luar? apa kau serius gadis secantik diriku kau suruh tidur di luar? kau kan orang kaya masa kau hanya memesan satu kamar ” protes Aqila tidak terima jika dirinya di suruh tidur di luar.


“ kamar di sini hanya tinggal tersisa 2. satu untuk kita berdua itu pun jika kau mau dan satu lagi untuk para pengawal ku. apa kau mau tidur bersama mereka atau tidur bersama dengan ku disini.” untuk pertama kalinya Liu berbicara panjang lebar pada Aqila. ah ya satu lagi kalian jangan percaya oleh ucapan Liu karena sebenarnya dia sudah memesan sekitar 12 kamar di hotel ini. Liu hanya modus agar dia bisa dekat dengan Aqila.


Aqila tidak punya pilihan lain selain tidur di kamar yang sama dengan Liu. dari pada tidur di luar. Aqila yakin jika Liu pasti tidak akan berbuat yang macam-macam padanya.


“ kau jangan tidur, kita makan malam terlebih dahulu. aku sudah memesan makanan dan sebentar makanan itu akan diantar kemari. ” ujar Liu melarang Aqila untuk tidur dulu.


“ baiklah, aku ingin mandi terlebih dahulu. ” balas Aqila sambil berjalan menuju bathroom.

__ADS_1


__ADS_2