
satu Minggu telah berlalu, namu belum ada tanda-tanda bahwa Aqila dan juga Chen akan bangun dari tidur panjangnya. sudah berbagai macam cara Liu lakukan untuk membuat Aqila serta Chen sadar namun hasilnya nihil.
dan sudah satu Minggu ini pula Liu telah mencari keberadaan Zhang dan yang lainnya. namun, mereka tidak diketahui di mana keberadaannya. sudah banyak anak buah Liu yang Liu perintahkan untuk mencari keberadaan Zhang.
terakhir kali di ketahui Zhang dan yang lainnya berbeda di Shanghai. tapi sungguh sayang Liu kehilangan jejak Zhang. sepertinya mereka memang benar-benar ingin bermain-main dengan Liu.
satu Minggu terakhir ini,. hari-hari Liu terasa sangat membosankan. biasanya Liu suka di hadapkan dengan pertengkaran kecil antara Aqila dan juga Chen. dan selalu di suguhkan dengan sikap kekanakan dari Aqila.
Liu juga sudah rindu untuk mengancam akan memotong gaji Chen, jika Chen melakukan kesalahan. dan juga rindu dengan raut wajah ketakutan dari Aqila jika dirinya sedang marah.
tidak adanya Aqila dan Chen, Liu merasa seperti hidup sendirian di dunia ini. bahkan selama satu Minggu ini Liu tidak pergi ke kantor karena dirinya selalu berada di mansion. menyusun rencana serta mencari tahu keberadaan Zhang dan yang lainnya.
“ kapan kalian akan bangun! ”. gumam Liu dengan wajah yang terlihat sedikit pucat dan terlihat lelah.
mungkin itu karena selama satu Minggu terakhir Liu kurang tidur dan beristirahat.
“ harus dengan cara apa aku membangunkan kalian? ”. lirih Liu. sambil memijat keningnya yang terasa sedikit pusing.
“ tuan,,, tuan Chen... ” ujar salah seorang dokter ahli yang Liu pekerjaan merawat Aqila dan juga Chen.
__ADS_1
“ apa yang terjadi pada Chen? ” Potong Liu cepat.
“ tuan Chen telah sadar ”. balas dokter itu.
“ apa aku tidak salah dengar? ” tanya Liu memastikan. ada perasaan bahagia di hatinya mendengar kabar jika Chen telah sadar.
“ tidak tuan! ”. balas dokter itu begitu meyakinkan.
mendengar hal itu Liu segera pergi dengan tergesa-gesa menuju kamar Chen dengan sedikit senyum di wajahnya. sesampainya di kamar Chen, Liu melihat Chen sedang berusaha untuk duduk bersandar.
“ kau jangan terlalu banyak bergerak terlebih dahulu, ingat kau itu baru sadar! ” Liu mengingatkan Chen.
“ menurut mu? ” balas Liu ketus, namu tidak bisa di pungkiri bahwa saat ini dirinya merasa senang.
“ aku pikir kau masih berada di Indonesia bersama dengan Aqila mu itu ” balas Chen.
“ kau gila, ini sudah satu Minggu lebih satu hari aku berada di sini ” kesal Liu.
“ satu Minggu? ” Chen terlihat sangat terkejut. Chen terkejut bukan karena waktu satu Minggu itu. melainkan karena dia baru menyadari bahwa banyak alat medis di kamarnya. “ boss apa yang sebenarnya terjadi? ” tanya Chen sambil memerhatikan jarum infus yang menempel di lengannya.
__ADS_1
“ kau tidak mengingat apa yang terjadi pada mu satu Minggu yang lalu? ” tanya Liu dengan memicingkan matanya.
“ itu...” Chen terlihat sedang berfikir. mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. ” boss aku tertembak! ” pekik Chen saat dirinya sudah mengingat kejadian malam itu. sambil memegang dadanya, karena seingatnya dirinya tertembak di bagian dada.
“ kau sudah ingat? ”. tanya Liu
“ woah, apakah aku benar-benar masih hidup sekarang? aku tertembak di bagian dada ku dan aku masih hidup. ini sungguh sebuah keajaiban. ” ujar Chen sambil tersenyum memerhatikan bekas luka tembak yang ada di dada sebelah kanannya.
“ boss, aku yakin. aku adalah satu-satunya orang yang selamat setelah terkena sebuah tembakan di dada. ini adalah rekor dunia dan seluruh dunia harus tahu ini. ” ujar Chen bangga seperti orang yang baru saja mendapatkan sebuah penghargaan dunia.
“ apa kau merasa bangga? ” tanya Liu merasa heran atas sikap Chen.
“ tentu saja aku bangga!. aku yakin jika kau yang tertembak pasti saat ini kau sudah berada di neraka! ” balas Chen dengan tertawa lepas.
“ sialan kau, ” Liu memukul Chen pelan.
“ ngomong-ngomong di mana Aqila? aku tidak melihatnya sejak tadi, biasany di mana ada kau, disitu pasti ada dia” tanya Chen mencari keberadaan Aqila.
“ dia sedang tertidur di kamarku ” balas Liu lesu.
__ADS_1
“ ada apa boss ? ” tanya Chen saat menyadari perubahan raut wajah Liu.