Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
apa alasan mu?


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat Chen yang sedang memerhatikan interaksi antara Liu dan Aqila. Yang terlihat sangat serasi, diiringi dengan tawa kecil baik dari Aqila maupun dari Liu.


“ saat ini boss sudah menemukan kebahagiaannya, sekarang giliran diriku untuk mencari kebahagiaan ku ” gumam Chen dengan tersenyum kecil. Ikut merasa bahagia saat melihat Liu yang sama sekali tidak pernah tertawa, bisa tertawa karena Aqila.


Chen berjalan mendekati Aqila dan Liu yang sedang bercanda di ruang TV. Dirinya juga ingin bergabung dengan mereka berdua.


“ aku datang ” ujar Chen saat dirinya tiba di ruang TV. Dan hal itu membuat Aqila dan Liu menghentikan aktivitasnya.


“ jangan menatapku seperti itu ” Chen merasa sangat tidak nyaman dengan tatapan yang diberikan oleh Liu dan Aqila padanya.


“ dasar tidak tahu malu ” cibir Liu sembari melempar sebuah bantal kecil pada Chen.


“ yang seharusnya malu itu Aqila bukan aku ” balas Chen menutupi rasa gugupnya karena merasa malu.


“ tentu saja itu kau, bertelanjang di hadapan seorang gadis. Apakah otak mu itu sudah bergeser dari tempatnya ” ujar Liu dengan nada sinis.


“ sudahlah boss, jangan kau ungkit-ungkit hal itu lagi, aku merasa sangat tidak nyaman. Sungguh ” balas Chen dengan raut wajah yang di buat sangat menyedihkan.

__ADS_1


“ Chen ada yang ingin aku tanyakan padamu, itulah sebabnya aku tadi ke kamar mu ” Ujar Aqila cepat saat melihat Liu yang ingin menjawab ucapan Liu, yang sudah pasti berisi sindiran dan ejekan untuk Chen.


“ apa? ” tanya Chen.


“ di mana makeup ku, terakhir kali aku melihat dirimu yang memegang itu. Tapi sekarang itu hilang. Kau lihatlah wajah ku ini terlihat sangat kusam. ”ujar Aqila sedikit menggerutu.kesal itulah yang sedang di rasakan oleh Aqila saat ini.


Chen terkejut saat mendengar ucapan Aqila. Aqila benar sekali jika makeup itu Chen yang mengambil. Tidak bukan mengambil tetapi mencuri nya dari Aqila.


Tapi masalahnya Chen lupa dimana dirinya menaruh benda tersebut.


“ tidak aku tidak tahu ” balas Chen berbohong. Jika dirinya jujur bisa saja Aqila berubah menjadi singa dalam sekejap.


“ apa yang sedang kalian ributkan? ” Liu angkat suara saat melihat Aqila yang sepertinya sangat tidak terima makeup nya hilang.


“ aku sangat yakin Chen yang telah mengambil makeup ku itu ” Rajuk Aqila.


“ kau bisa membelinya lagi besok ” Ujar Liu menenangkan Aqila, yang sepertinya akan menangis hanya karena soal makeup yang hilang.

__ADS_1


“ tidak bisa, aku tidak memiliki uang untuk membelinya ” balas Aqila, karena memang benar dirinya tidak memiliki uang lagi.


Aqila membeli itu sehari sebelum dirinya dan Liu terbang ke Indonesia. Dan sekarang telah hilang.


“ kau bisa menggunakan uang ku. Uang ku tidak akan habis jika hanya untuk membeli makeup mu itu ” balas Liu menyombongkan kekayaannya yang melimpah.


Aqila tersenyum senang saat mendengarnya karena memang inilah yang diinginkan oleh dirinya.


“ apakah aku boleh bertanya sesuatu? ” tanya Aqila pada Liu sedikit sungkan saat suasana yang tadinya ramai mendadak menjadi sepi.


“ tentu saja boleh, tanyakan saja apapun yang ingin kau tanyakan padaku ” balas Liu santai.


“ dari mana kau mendapatkan semua kekayaan ini? ” tanya Aqila takut-takut.


“ apa kau lupa, aku ini pemilik perusahaan elektronik terbesar di China bahkan mungkin di Dunia. belum lagi dengan bisnis ilegal ku yang berjalan sangat lancar.” balas Liu apa adanya. karena memang itulah kenyataannya.


“ tidak maksudku adalah apakah perusahaan milikmu itu hasil dari kerja keras mu sendiri atau peninggalan dari orang tuamu?. dan lagi bukankah perusahaan mu itu telah cukup besar, lalu apa alasan mu tetap menjadi seorang mafia? kau tahu bukan, pekerjaan sampingan mu sangat berbahaya. bukan hanya untukmu tetapi untuk orang yang ada disekitar mu juga.” pertanyaan yang telah lama di pikirkan oleh Aqila akhirnya keluar juga. Aqila sangat penasaran akan hal itu sejak awal. namun karena takut, Aqila memilih untuk diam, dan menunggu waktu yang tepat. dan mungkin inilah waktu yang tepat itu.

__ADS_1


mendengar pertanyaan Aqila, Liu langsung terdiam seribu bahasa. Liu jadi mengingat kehidupan dirinya sebelum terjun ke dunia mafia. mengingat kembali ibunya, orang yang telah melahirkan dirinya ke dunia ini namun tidak pernah di anggap ada kehadirannya.


Chen yang mendengarnya juga langsung terdiam dengan raut wajah sedih, dirinya menjadi ingat kehidupan masa kecilnya yang penuh dengan luka.


__ADS_2