
drt...drt...drt
Aqila terbangun dari mimpi indahnya karena mendengar suara ponsel yang berbunyi dari tadi. dengan malas Aqila terduduk dan bersandar di sandaran ranjang.
di lihatnya jam menunjukkan pukul dua dini hari. masih sangat pagi sekali tapi sudah ada saja orang yang menggangu tidurnya.
“ bangun! ”. Aqila mencoba untuk membangun Liu yang sedang tertidur pulas di sebelahnya.
Liu yang sedang tertidur merasa terganggu saat seseorang memukul-mukul pipinya pelan, sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
“ ada apa? ” Tanya Liu dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
“ ponsel mu berdering sejak tadi ” ujar Aqila dengan nada kesal.
“ biarkan saja, aku mengantuk” balas Liu, menarik selimut nya sampai menutupi wajahnya.
“ bagaimana jika ada hal penting ” Aqila mengingatkan Liu, karena Liu kan memang bukan orang sembarangan.
__ADS_1
mendengar ucapan Aqila yang ada benarnya, dengan malas Liu mengambil ponselnya yang di letakan di atas nakas.
Liu mengernyitkan keningnya saat melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomor anak buahnya yang bertugas menjaga Chen.
“ ada apa? ” tanya Liu ketus saat panggilan telepon sudah di jawab oleh anak buahnya.
“ itu tuan. emm_” ujar orang itu dengan nada Takut dan juga khawatir.
“ bicara yang benar bodoh! ” kesal Liu.
“ ada apa dengan Chen? ” potong Liu. tiba-tiba saja perasaannya menjadi khawatir.
“ tuan Chen tertembak tuan ”. ujar orang itu dengan nada Takut-takut.
“ APA? ” pekik Liu terkejut, bahkan saat ini Liu sudah terduduk, dan semua rasa kantuknya hilang dalam sekejap.
“ ada apa? ” tanya Aqila penasaran saat melihat raut wajah Liu yang tiba-tiba menegangkan.
__ADS_1
“ dasar bodoh! apa kerja kalian haah? jika sampai terjadi sesuatu pada Chen maka aku tidak akan mengampuni kalian brengsek! ”. maki Liu dengan emosi dan langsung mematikan panggilan teleponnya.
“ cepat bersiap, kita kembali sekarang juga!”. titah Liu kepada Aqila. dan langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar untuk memberi perintah kepada anak buahnya.
“ kita akan kembali sekarang juga, siapkan segalanya! ” perintah Liu pada para anak buahnya yang berjaga-jaga di depan pintu kamar nya.
“ apa yang terjadi pada Chen? ”. tanya Aqila ikut panik. namun tidak di jawab oleh Liu. dan itu membuat Aqila kesal sendiri.
saat ini Liu dan Aqila sedang dalam perjalanan menuju bandara. dengan sejuta pertanyaan di benak Aqila. karena sejak tadi dirinya bertanya apa yang terjadi pada Liu, Liu hanya diam seribu bahasa.
“ bisa gak sih,kalau di tanya itu di jawab? dari tadi diem aja. terus pasang muka serem begitu. bikin orang takut aja.” gerutu Aqila dengan logat bahasa nya. sejujurnya Aqila juga merasa khawatir dengan keadaan Chen. namun dia juga kesal, karena pertanyaan tidak didengarkan sama sekali oleh Liu .
mendengar gerutuan Aqila dengan menggunakan bahasa yang tidak di mengerti olehnya. Liu hanya bisa menatap aneh pada Aqila. tanpa mau bertanya maksud dari apa yang di ucapkan oleh Aqila.
“ apa? ”. sinis Aqila. saat dia menyadari tatapan aneh dari Liu. “ dia pikir cuma dia aja apa yang bisa khawatir. ” gumam Aqila.
ingin sekali Liu menyumpal mulut Aqila itu agar dia berhenti bicara. tidak tau apa dia, jika saat ini dirinya sedang merasa sangat khawatir dengan keadaan Chen saat ini.
__ADS_1