Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
penawaran


__ADS_3

setelah selesai makan Aqila langsung masuk kedalam kamar, lalu bersiap untuk istirahat, sesuai dengan perintah Liu tadi.Aqila melihat jam menunjukkan pukul 23: 50, sudah sangat larut memang sudah waktunya untuk istirahat. tapi ia tidak bisa tidur karena terus


memikirkan apa yang di lihatnya tadi, di mana Liu dengan santai nya menembak orang.


"Aaaaaa" teriak Aqila frustasi sambil mengacak-acak rambut nya.


Aqila benar-benar frustasi ia tidak habis fikir hidup menjadi seperti ini, mulai dari orang tua yang meninggal, bibi nya yang jahat, dan sekarang Liu yang kejam seperti monster.


air mata Aqila keluar dengan sendirinya, Aqila menangis meratapi nasib nya.


"kenapa harus aku" gumam Aqila sesegukan.


tak terasa Aqila tidur setelah lelah menangis.


***


pagi hari Liu bangun dari tidur nya, langsung menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri. setelah selesai Liu segera turun ke lantai bawah dengan menggunakan setelan jas. hari ini ia akan pergi ke kantor seperti biasa, di temani oleh Chen sahabat serta orang kepercayaan nya.


sesampainya di bawah Liu langsung menuju meja makan untuk sarapan pagi. di meja makan ternyata sudah ada Chen yang sedang menikmati sarapannya.


"selamat pagi booss" ujar Chen menyapa Liu.


"hemmmm" jawab Liu singkat.


Liu segera duduk dan mengambil makan yang sudah tersedia di meja.


"di mana gadis itu" tanya Liu saat akan memasukan makanan kedalam mulut nya.


"entah lah" jawab Chen sambil mengangkat kedua bahunya.


"kau sudah semakin berani pada ku rupanya" ujar Liu saat Chen menjawab pertanyaan dengan santai.


"ayolah boss,, biarkan aku menikmati makanan ku dulu. " timbal Chen dengan sangat santai.


Liu langsung menatap Chen dengan tatapan tajam. Chen merasakan hawa dingin saat ini.


tatapan Liu langsung membuat nyali nya menciut.


"baiklah boss.... akan aku panggilkan gadis itu kemari" ujar Chen Seraya berdiri meninggal kan meja makan. ia tidak mau kena amarah Liu karena membantah perintah nya.


sesampainya di depan pintu kamar Aqila Chen mengetuk pintu kamar Aqila.


tok.... tok.... tok...

__ADS_1


"hey... cepat bangun dan Segara temui boss sebelum dia marah. " ujar Liu dari luar kamar Aqila dengan nada tinggi Agar Aqila bisa mendengar suara nya.


Aqila yang mendengar teriakan Chen langsung terbangun. ia kesal sekali karena tidur nya di ganggu. Aqila bangun dari tempat tidur nya dan langsung membuka pintu yang masih di ketuk-ketuk oleh.


"hey... cep... " Ucapan Chen terpotong karena pintu kamar Aqila terbuka.


"berisik" ujar Aqila kesal.


Chen langsung tertawa saat melihat penampilan Aqila, rambut yang berantakan, mata yang bengkak, dan ada bekas air liur di pipi Aqila.


Aqila menatap Chen yang sedang tertawa dengan heran.


"ada apa... apa ada yang lucu? " tanya Aqila bingung.


"haha... kau,,, cobalah lihat dirimu ini" balas Chen dengan tawa yang semakin keras melihat wajah bingung Aqila. ia memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.


"cepat kau bersiap, kau sudah tunggu oleh boss di meja makan" lanjut Chen sambil menahan tawa.


Aqila langsung menutup pintu kamar, segera masuk kamar mandi untuk mandi. ia terkejut saat melihat dirinya di cermin.


"astaga,," teriak Aqila saat melihat dirinya di cermin. ia langsung bergegas untuk mandi.


sedangkan Chen langsung kembali kemeja makan untuk memberi tahu Liu.


"ada apa,,, kenapa kau senyum-senyum sendiri? " tanya Liu saat Chen sudah ada di dekat nya.


"tidak ada apa-apa boss... wanita itu sebentar lagi akan kemari. " balas Chen sambil menahan tawanya.


Liu menjadi curiga melihat tingkah Chen yang seperti itu, seperti ada yang di sembunyikan oleh Chen.


"apa yang terjadi di sana.. kenapa Chen senyum senyum sendiri" batin Liu.


sudah hampir 30 menit Liu menunggu Aqila di meja makan, tetapi Aqila belum datang juga.


"kenapa wanita itu lama sekali" tanya Liu pada Chen.


"hemmm,, biar saya periksa dulu boss, barang kali dia lupa." balas Chen hendak pergi untuk memanggil Aqila kembali.


"tidak usah.. biar aku saja" ujar Liu menghentikan Chen.


Liu lalu pergi menuju kamar Aqila. sesampainya di depan pintu kamar Aqila Liu langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Liu tertegun melihat apa yang ada di dalam, ia melihat Aqila baru keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk dan rambut yang basah.


Aqila langsung berteriak saat melihat Liu yang sedang berada di kamar nya.

__ADS_1


"Aaaaa.... " teriak Aqila.


"apa yang kau lakukan di sini,,," ucap Aqila sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada. dengan suara tinggi.


"kau... kau yang sedang apa? mengapa kau hanya menggunakan handuk itu? apa kau ingin menggoda ku... haah? " balas Liu. dengan nada yang tak kalah tinggi.


" hey apa kau gila,, ini kamar ku.. kau yang tiba-tiba masuk kesini dan kenapa kau mengatakan bahwa aku ingin menggoda mu. cepat pergi dari kamar ku. " ujar Aqila, lalu menyuruh Liu untuk keluar dari kamar nya.


"kau yang gila.. jelas jelas ini adalah rumah ku.. jadi aku bebas kemana saja dan ngapain aja. " balas Liu tak Terima di bilang gila.


" ya ya ya baiklah tuan tolong anda segera keluar dari ruangan ini " ucap Aqila.


"tidak perlu kau suruh juga aku akan keluar" balas Liu ketus, dan langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Aqila.


setelah Liu berada di luar Aqila langsung menutup pintu nya dan mengunci dari dalam. ia takut nanti Liu akan Masuk tanpa izin lagi seperti tadi.


"huuh dasar monster, selain kejam ternyata dia juga mesum" gerutu Aqila. sambil menggunakan pakaian.


di luar Liu memegang dada nya. jantung nya berdetak kencang seperti habis dari lari.


"ada apa dengan jantung ku ini" batin Liu masih memegangi dadanya.


setelah selesai berpakaian Aqila keluar dan langsung mencari keberadaan Liu. ia bertanya pada salah satu pelayan di sana.


" permisi bibi... boss kejam itu ada di mana ya?? " tanya Aqila pada salah satu pelayan.


"aku di sini" balas Liu dari belakang Aqila.


Aqila langsung menoleh ke sumber suara, ia melihat Liu sedang duduk di sofa di temani oleh Chen.


Aqila segera menghampiri Liu.


" duduk lah di situ,, ada yang ingin aku bicarakan.. " ujar Liu sambil menunjuk sofa yang di depannya.


Aqila langsung duduk di sofa depan Liu.


"apa? " tanya Aqila.


"aku ingin kau menjadi penerjemah resmi ku,, kau harus ikut kemanapun aku pergi seperti Chen." ujar Liu menjelaskan pada Aqila, sambil menoleh ke arah Chen. "dan.... jika kau masih ingin hidup maka tidak ada penolakan! jika kau menolak kau akan ku bunuh!" ancam Liu pada Aqila.


Aqila masih ingin hidup oleh karena itu iya mau menjadi penerjemah Liu, walaupun sebenarnya dia takut, tetapi ia harus mau jika masih ingin hidup.


Chen tidak habis fikir dengan keputusan Liu, tidak biasanya Liu seperti itu.

__ADS_1


setelah membicarakan itu, Liu langsung pergi kekantor nya untuk bekerja, dia sudah telat karena menunggu Aqila. di ikuti oleh Chen. sedangkan Aqila di suruh untuk tetap di rumah dulu oleh Liu.


__ADS_2