
Liu yang baru saja tiba di mansion bersama dengan Aqila segera mencari tau keberadaan Chen sekarang. Liu sungguh-sungguh ingin memberi pelajaran pada Chen, karena Chen yang sudah mulai berani pada nya.
“ bos ada masalah ” teriak Chen sambil berlari tergesa-gesa menghampiri Liu.
“ jangan alasan. aku tidak akan mengampuni mu sekarang ” balas Liu.
“ bos aku bersungguh-sungguh. ada yang meledakkan gudang obat bos ” ujar Chen serius.
“ Apa? ” teriak Liu terkejut “ siapa pelakunya? ” tanya Liu.
“sigma bos ” balas Chen cepat.
sigma adalah kelompok mafia Jepang yang selalu membuat onar, menghancurkan kelompok mafia lain agar kelompoknya lebih terkenal.
“ kurang ajar! , berani sekali mereka mengganggu ketenangan ku ” geram Liu mengepal kedua tangan nya.
“ baiknya, kita temui mereka bos. lalu kita beri mereka pelajaran, karena telah berani mengganggu kita ” ujar Chen semangat.
“ baiklah ayo ” Liu membalikkan tubuhnya berencana untuk pergi menemui si pembuat onar dan memberi mereka pelajaran. namun langkahnya terhenti saat Aqila mencekal lengan nya.
“ aku ikut bersama kalian ” ujar Aqila pada Liu.
__ADS_1
“ tidak usah, ini cukup berbahaya kau tunggu saja disini. ” Liu melarang Aqila untuk ikut bersama nya.
“ tapi... ”
“ sudahlah kau jangan keras kepala sekarang. bos berkata benar, bahwa ini cukup berbahaya untuk seorang wanita. ” ujar Chen memotong ucapan Aqila.
dengan senang hati Aqila memutuskan untuk tetap tinggal. asal kalian tahu sebenarnya Aqila bersyukur mereka tidak mengijinkan nya ikut. karena ia ingin segera beristirahat. namun untuk berbasa-basi kan tidak masalah menawarkan diri sendiri.
Liu dan Chen pergi untuk memberi pelajaran kepada sigma si pembuat onar. karena sudah dengan berani mengganggu ketenangan Liu dengan cara meledakkan tempat pembuat obat terlarang milik Liu, yang artinya mereka telah berani membangunkan macan tidur.
cihh! jangan kalian pikir dengan meledakkan tempat itu Liu menjadi kalah. kalian salah karena bisnis Liu di dunia hitam bukan hanya itu tapi ada banyak sekali. mulai dari monopoli, casino, penjualan senjata ilegal, pembuat sekaligus pengedar obat terlarang, prostitusi.
dan belum lagi untuk menutupi semua itu Liu memiliki perusahaan elektronik terbesar di dunia. cabang nya sudah di mana-mana, hampir di setiap negara maju dan berkembang pasti ada perusahaan Liu.
Aqila tidak perlu lagi untuk makan malam karena tadi dia sudah makan malam di salah satu restoran termahal yang ada di China. jika bukan karena Liu mungkin seumur hidup Aqila tidak akan bisa makan di tempat semahal itu.
***
di tempat lain Liu dan Chen beserta anak buah nya sudah sampai di tempat anggota sigma berada.
“ akhirnya yang di tunggu datang juga ” ujar salah seorang anggota sigma, atau mungkin ketua dari anggota tersebut.
__ADS_1
“ ck ” Liu berdecak. tangan bersidekap di dada “ jadi kau si tikus pengganggu itu ” ujar Liu sinis.
“ haha, tapi sekarang si tikus ini yang akan menghancurkan mu ” ujar orang tersebut menyombongkan diri. yang di ketahui nama nya adalah Daisuke.
“ buktikan ” tantang Liu sambil menunjukkan senyum iblisnya.
“ kau yang memintanya ” ujar Daisuke menodongkan pistol ke kepala Liu.
“ senjata? ” Liu tertawa.
“ ada apa? kau takut? ” tanya Daisuke tersenyum licik.
“ tidak! ” balas Liu singkat. lalu saat Daisuke lengah Liu segera merampas pistol tersebut dan mengarahkan kembali pada Daisuke.
“ bagaimana? ” tanya Liu.
“ ternyata gerakan mu cepat juga ” ujar Daisuke sambil mundur satu langkah.
“ kenapa?apa sekarang kau yang takut? ” tanya Liu saat melihat Daisuke mundur.
“ tid... ”
__ADS_1
dor
Ucapan Daisuke terpotong saat satu tembak tepat mengenai paha kanannya. Liu sengaja menembak paha Daisuke. ia tidak ingin langsung membunuhnya melainkan ingin bermain-main terlebih dahulu.