
Chen baru saja tiba di kantor tepat pukul delapan pagi dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat kesal. Niatnya kekantor ingin menikmati indahnya menjadi boss walau hanya dalam satu hari.
Namun nasib buruk lah yang menimpanya. Padahal rencana yang disusun oleh Chen sudah sangat rapi tapi dengan mudahnya Liu menghancurkan impiannya.
Seharusnya saat Liu juga ada di kantor, jadi Chen bisa mulai bersaksi. Dengan berpura-pura sakit. Bahkan Chen sudah menyiapkan make up agar terlihat pucat yang di curinya tadi di kamar Aqila. Dan sudah pasti Chen bisa menyuruh-nyuruh Liu, jika dirinya berpura-pura sakit. Karena apa?, Ya karena sekejam kejam nya Liu. Liu tetap sangat peduli kepadanya.
Tok... tok...tok
Terdengar ada yang mengetuk pintu ruang kerja Chen dari luar.
Chen menghela nafasnya sebelum mengizinkan orang tersebut masuk.
“ masuk ” ujar Chen menyuruh orang yang berada diluar untuk segera masuk. Dan Chen segera berpura-pura sibuk dengan berkas-berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya.
Pintu terbuka dan terdengar suara langkah kaki mendekat kearah Chen.
“ selamat pagi tuan. Maaf jika saya mengganggu. ” ujar orang tersebut saat sudah berada di depan meja kerja Chen.
“ hemm ada apa?” tanya Chen tanpa menatap orang yang ada di hadapannya.
__ADS_1
“ saya kesini karena saya diperintahkan langsung oleh pak Yang untuk membantu pekerjaan anda tuan. ” balas orang tersebut yang mengaku bahwa dirinya mendapat perintah untuk membantu pekerjaan Chen yang segunung.
Yang adalah salah satu karyawan yang Liu percaya di Kantor. Dia menjabat di bagian menejer di kantor Liu.
“ Yang? ” gumam Chen Merasa heran.
“ pak Yang berkata padaku bahwa dirinya mendapat perintah dari tuan Liu langsung, untuk menyuruh seseorang membantu Anda pak. ” ujar orang tersebut saat melihat raut wajah heran Chen.
Mendengar hal itu membuat Chen merasa sangat senang, bagaimana tidak? Jika Liu mengirim orang untuk membantunya itu artinya Chen bisa menyuruh-nyuruh orang tersebut sedangkan dirinya bisa bersantai. Ah Liu memang boss yang pengertian.
“ benarkah? ” tanya Chen mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah orang yang sedang berada di hadapannya.
“ ada apa tuan? ” tanya orang tersebut merasa aneh dengan raut wajah Chen yang terkejut saat melihat dirinya.
“ kau siapa? Mengapa aku tidak pernah melihatmu sebelumnya? ” tanya Chen masih tidak percaya. Bagaimana bisa Chen tidak mengetahui bahwa ada wanita cantik yang berkerja disini.
“ saya baru satu bulan bekerja di sini tuan ” balas orang tersebut yang ternyata adalah seorang wanita cantik.
“ satu bulan ya? ” Chen terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. “ ah ya siapa namu mu? ” tanya Chen.
__ADS_1
“ Jia Li tuan ” balas wanita itu.
“ nama yang cantik, Sama seperti pemiliknya ” gumam Chen sambil tersenyum senang.
Jia yang melihat Chen tersenyum sendiri merasa aneh dan juga takut.
“ kau boleh mulai bekerja sekarang ” titah Chen saat dirinya telah sadar dari pikiran kotornya.
“ baik tuan ” balas Jia, setelah beberapa menit akhirnya Chen dan juga Jia disibukkan dengan pekerjaan.
sementara itu di tempat lain terlihat Liu sedang merayu Aqila agar Aqila tidak marah lagi padanya.
“ wanita cantik dan manis seperti dirimu tidak cocok marah pada pria tampan sepertiku ” ujar Liu yang sedari tadi berusaha membujuk Aqila.
“ aku kan sudah bilang jika aku menyesal, kau seharusnya mau memaafkan diriku. bahkan kata orang Tuhan pun selalu memaafkan kesalahan hamba nya, masa kau tidak mau memaafkan diriku ” ujar Liu lagi sambil tersenyum manis.
“ tapi aku bukan tuhan! ” balas Aqila ketus. namun sebenarnya dalam hati ia merasa sangat senang.
“ iya aku tahu kau bukan tuhan, tapi aku memujamu ” ujar Liu. ah tidak seperti ini bukan Liu yang asli. Liu adalah seorang ketua mafia yang terkenal kejam. mengapa dirinya jadi seperti ini?. oh sungguh aneh.
__ADS_1
akhirnya setelah beberapa kata-kata manis yang keluar dari mulut Liu bisa membuat Aqila menjadi tidak marah lagi padanya. bahkan sekarang Aqila malah meledeknya habis-habisan. sedikit malu tapi tak apa, yang terpenting sekarang Aqila tidak marah lagi padanya.