Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
Rumah sakit? siapa yang sakit?


__ADS_3

hari terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa besok adalah hari bahagia Liu dan juga Aqila.


pernikahan mereka akan di lakukan di salah satu hotel mewah di sana.


sebenarnya Aqila ingin pernikahan nya di adakan di luar ruangan tapi Liu menolak nya dengan alasan keamanan. oh ayolah Liu adalah seorang mafia dan pengusaha terkenal tidak mungkin dia melakukan pesta kebahagiaan ini di tempat yang bisa mengancam jiwa.


Liu juga sudah mengamankan gedung itu dari jauh hari agar acara pernikahan nya esok berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun. Liu tidak ingin hari paling bahagia dalam hidup nya di rusak oleh orang-orang yang menjadi musuhnya.


hati siapa yang tak berbunga saat hari yang di nanti sudah di depan mata. ahh sungguh menyenangkan dan juga menegangkan.


“chen kapan kau akan menyusul?" tanya Aqila tiba tiba pada Chen yang sedang sibuk dengan komputer yang ada di hadapannya.


"menyusul? apa maksudmu?” Chen nampak bingung dengan ucapan Aqila. namun dia tetap fokus pada komputernya.


“menikah?... kapan kau akan menikahi gadis itu? ” Aqila bertanya lagi sambil berjalan mendekati Chen. dirinya jadi penasaran dengan apa yang sedang Chen kerjakan. karena Chen terlihat sangat serius dengan komputernya. “ apa yang sedang kau lihat Chen?” tanya Aqila saat dirinya sudah dekat dengan Chen. Aqila tidak mengerti tentang komputer jadi dia sangat bingung saat melihat komputer Chen yang hanya ada angka.


“hmm... secepatnya ” balas Chen masih tetap fokus ke arah komputer. “ Aqila sebaiknya kau pergi dari sini, aku tidak mau gagal fokus karena menjawab pertanyaan mu itu. pergilah..” dengan berani Chen malah mengusir Aqila.

__ADS_1


ini adalah urusan penting jika Chen salah sedikit saja maka akan fatal akibatnya. ini menyangkut pernikahan Liu esok.


dengan sedikit kesal akhirnya Aqila pergi dari kamar Chen, bisa bisanya Chen mengusir nya. tapi Aqila juga tidak berani jika ingin membantah kerena Chen terlihat sangat serius tadi.


sebenarnya saat ini Aqila sedang merasa sangat gugup, bagaimana tidak gugup esok adalah hari paling berharga dalam hidup nya.


dan semua orang sedang sibuk kecuali dirinya. tidak ada yang bisa di ajak bicara, bahkan Chen yang biasanya tidak sibuk hari ini malah terlihat sangat serius dengan komputernya. ntah apa yang sedang di kerjakan Chen, Aqila sama sekali tidak mengerti.


“huufftt... aku sangat gugup dan juga bosan. tidak ada yang bisa di ajak bicara... sungguh menyebalkan ” gerutu Aqila sambil berjalan menuju kamar nya. dia memilih untuk kembali ke kamar saja sembari menunggu Liu kembali.


ya tadi pagi Liu izin akan pergi untuk mengecek keadaan hotel tempat acara pernikahan besok. tapi sudah sore begini Liu belum juga kembali.


suara pintu di buka dengan keras membangunkan Aqila yang tengah tertidur. tidak tahu sejak kapan Aqila tertidur, Aqila tidak mengingatnya.


dari arah pintu terlihat Chen yang datang dengan tergesa gesa dan raut wajah yang terlihat.. ntahlah itu terlihat seperti sedang panik dan juga marah menjadi satu.


deg.. perasaan Aqila jadi tak menentu melihat raut wajah Chen yang seperti itu. tiba tiba saja pikiran Aqila melayang pada Liu.

__ADS_1


“ada apa Chen mengapa kau terlihat sangat panik begitu? ” tanya Aqila yang ikut menjadi panik.


“ kau ikut aku ke rumah sakit... ayoo cepat ” Tampa menjawab pertanyaan Aqila, Chen segera menarik tangan Aqila untuk ikut dengannya pergi kerumah sakit.


“ APA?? rumah sakit.... siapa yang sakit Chen?” Aqila cukup terkejut dengan ucapan Chen, dan juga dengan tindakan Chen yang menariknya. sebenarnya sedikit menyakitkan karena Chen memegang dengan sangat erat, tapi rasa itu tidak di hiraukan nya sekarang.


yang ada di pikirin Aqila saat ini adalah, siapa yang sakit?, mengapa Chen terlihat sangat panik begini?. atau jangan jangan.... tidak tidak mungkin Liu kan?. Aqila menggelengkan kepalanya. “chen jawab pertanyaan ku? ” kali ini Aqila menghentikan langkahnya sehingga membuat Chen juga ikut berhenti. Chen menatap Aqila dengan tatapan yang...ntahlah sulit di jelaskan.


“ kau akan tau saat kita sudah tiba di sana...” balas Chen setelah itu dia melanjutkan langkahnya dengan tidak lupa tetap menarik lengan Aqila.


“ Chen hentikan... apa kau lupa jika Liu tidak mengizinkan aku untuk keluar dari mansion ini tanpa dirinya. ” Aqila sedikit memberontak untuk melepaskan pegangan tangan Chen yang sangat kuat ini.


“boss sedang tidak ada Aqila!” balas Chen sedikit membentak,dirinya sedang kalut, pikiran nya sungguh kacau. dia sangat payah dan bodoh. mata Chen sudah berkaca-kaca saat ini.


“ di mana Liu Chen??? jawab aku di mana dia?? tidak mungkin kan Liu yang di rawat di rumah sakit, ” menangis, hanya menangis yang bisa di lakukan oleh Aqila saat ini.


“ kau benar Aqila, boss sedang di rawat sekarang. karena mendapat serangan mendadak saat perjalanan pulang ” Chen hanya bisa menunduk sekarang, menyembunyikan air matanya. sungguh bodoh dirinya membiarkan Liu pergi sendiri. benar benar bodoh. sangat bodoh!.

__ADS_1


bagai di sambar petir, tubuh Aqila lemas seketika. untung saja Chen dengan sigap menahan tubuh Aqila yang seperti akan tumbang. Aqila menangis histeris.


🥀maaf ya semua kalo author udah lama tidak up. semoga saja kalian masih mau lanjut membaca cerita ini sampai selesai. sekali lagi maaf ya semua 🥀


__ADS_2