Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
kesempatan


__ADS_3

di tempat lain


“ ternyata benar dugaan ku selama ini ” ujar Zhang sambil mengepal kan kedua tangannya menahan emosi.


Zhang baru saja mendapat informasi dari Abin. ternyata selama ini Robin telah tiada dan yang membunuh Robin adalah Liu, orang yang paling di curigai oleh Zhang.


bagaimana tidak curiga, terakhir kali Robin di ketahui ada transaksi oleh Liu dan setelah nya Robin hilang entah kemana.


“ lalu,apa yang akan kita lakukan sekarang tuan? ” Tanya Abin kepada Zhang.


“ apa lagi jika bukan balas dendam ” balas Zhang. “ kau tau setiap hari bibiku menangis menunggu kedatangan Putra nya.” sambung Zhang kembali mengingat jika bibinya selalu menghubungi nya untuk menanyakan Robin sambil menangis karena rindu.


“ bagaimana caranya tuan? ” tanya Abin kembali.


“ hubungi kembali mereka. katakan jika kita membutuhkan obat serta senjata lagi ” balas Zhang. lalu menyusun sebuah rencana untuk membalas dendam kepada Liu.


“ baik tuan ” balas Abin lalu pamit mengundurkan diri untuk mengerjakan perintah tuannya.


***

__ADS_1


kantor Liu


“ boss lusa adalah hari jadi perusahaan. dan sudah pasti perusahaan kita akan mengadakan pesta. kau ingin pesta seperti apa tahun ini bos? ” Chen bertanya tentang tema pesta kali ini.


“ tentu saja seperti tahun sebelumnya ” balas Liu masih fokus pada tumpukan kertas di hadapan nya.


“ hmm.. bagaimana jika di tambah pesta dansa juga. sepertinya akan lebih asik boss ” Chen memberi usul.


“ tidak! ” balas Liu singkat.


Chen berjalan mendekati Liu “ ayolah boss. ini adalah kesempatan mu ” bisik Chen saat sudah di dekat Liu.


“ itu ” Chen melirik Aqila yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya yang di berikan oleh Liu beberapa waktu lalu.


Liu mengikuti arah lirikan Chen “ aku masih tidak mengerti ” ujar Liu ikut berbisik.


“ ini adalah kesempatan mu agar bisa lebih dekat dengan nya. kau bisa mengajaknya dansa nanti ” Chen menjelaskan maksudnya pada Liu.


“ dasar bodoh! ” Liu meninju pelan perut Chen. “ aku tidak bisa berdansa ” . sambung Liu jujur. karena memang dirinya tak bisa berdansa.

__ADS_1


“ kau kan bisa belajar terlebih dahulu bos ” ujar Chen sambil mengelus perutnya yang di tinju oleh Liu.


“ apa yang sedang kalian bicarakan? kenapa berbisik-bisik seperti itu? ” . tanya Aqila pada Liu dan Chen.


“ bukan urusan mu ” . ujar Chen ketus.


“ jadi bagaimana bos? ” Chen kembali bertanya pada Liu.


Aqila berdecak sebal mendapatkan jawaban super ketus dari Chen. padahal ia kan bertanya dengan baik-baik tapi masih saja di jawab dengan ketus seperti itu.


Liu berfikir sejenak atas tawaran Chen kepadanya, ada baiknya juga tawaran Chen yang satu ini “ baiklah aku tidak masalah. kau atur saja semua ” akhirnya Liu menyetujui saran dari Chen. toh gak ada salahnya jika mencoba.


Chen tersenyum senang karena Liu menyetujui saran nya. ia pasti akan bersiap mulai dari sekarang. Chen senang bukan karena Liu akan berdansa dengan Aqila. tapi senang karena pasti akan banyak wanita cantik yang bisa ia ajak berdansa nanti.


“ aku tau kalian pasti sedang membicarakan diriku bukan? ” tanya Aqila dengan kepercayaan diri yang tinggi.


“ percaya diri sekali Anda nona ” ujar Chen mencibir Aqila. lalu beranjak pergi keluar dari ruangan Liu.


“ aku pergi dulu. ingat! jangan merindukan diriku. tapi! jika kalian merindukanku, kalian tinggal panggil aku di luar. ” ujar Chen saat sudah berada di ambang pintu pada Liu dan Aqila sambil terkekeh geli dengan ucapan nya sendiri.

__ADS_1


“ cih.. kau sangat menjijikkan Chen ” ujar Liu dengan wajah jijiknya. sedangkan Aqila hanya memutar bola mata jengah dengan sikap Chen yang selalu ngajak ribut.


__ADS_2