Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
masih tentang lamaran


__ADS_3

“kalian sedang apa? ” tanya Aqila dengan mata memerah dan suara serak khas orang bangun tidur.


sebenarnya tadi Aqila sedang tertidur pulas di dalam, namun tidur nyenyak nya terganggu oleh keributan yang di ciptakan oleh Liu dan Chen. sehingga mau tidak mau Aqila harus bangun dari tidur nyenyak nya.


“ kau ada di dalam? ” tanya Chen dengan wajah yang sedikit terkejut.


“ menurutmu bagaimana?, ” balas Aqila ketus.


“ apa yang sedang kalian ributkan, apa kalian tahu kalian telah mengganggu waktu tidur ku yang berharga ” gerutu Aqila lalu berbalik berniat untuk melanjutkan kembali tidurnya yang terganggu.


namun belum sempat Aqila menutup pintu kamarnya Liu sudah lebih dulu menahannya. tatapan tajam Liu berikan kepada Aqila.


“ kau mau kemana? ” tanya Liu sembari menahan pintu dan menatap tajam Aqila.


“ biarkan aku melanjutkan tidurku kembali, kumohon ” pinta Aqila sedikit memohon.


“ ini sudah sore menjelang malam, tidak baik jika kau tidur. lebih baik kau membersihkan diri” balas Liu tidak mengizinkan Aqila untuk melanjutkan tidurnya.


“ tapi aku masih mengantuk ” balas Aqila jujur, karena memang dirinya masih sangat mengantuk.


“ tidak bisa! ” tolak Liu. Liu seperti itu karena Liu khawatir saat malam nanti Aqila akan kesulitan untuk tidur.


“ baiklah tuan Liu yang terhormat ” balas Aqila kesal dengan sikap Liu yang selalu mengatur dirinya.

__ADS_1


“ kuberi kau waktu 15 menit ” ujar Liu sebelum Aqila menutup pintu kamarnya.


dengan malas Aqila mengangguk mengiyakan perintah Liu. walaupun sebenarnya dirinya sangat malas dan kesal. selalu saja Liu membuat dirinya kesal, bahkan sangat kesal.


Liu pergi dari tempatnya berdiri saat Aqila telah menutup pintu kamarnya diikuti oleh Chen mengekor di belakang Liu.


“ kau mau kemana? ” tanya Liu saat Chen tetap saja mengikuti dirinya saat Liu menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua. bukankah kamar Chen ada di bawah.


“ ada sesuatu yang ingin aku bicarakan boss ” Jawab Chen menatap Liu serius.


“ apa? ” tanya Liu menaikan sebelah alisnya. sedikit bingung dan penasaran melihat raut wajah Chen yang terlihat sangat serius.


“ ini tentang kau dan juga Aqila ” ujar Chen menggebu.


Liu menatap Chen cukup lama. sebenarnya Liu malas jika harus mendengarkan ucapan Chen yang mungkin tidak ada gunanya. tapi melihat raut wajah serius Chen membuat Liu... yah seperti itu.


“ sekarang cepat kau katakan padaku, apa yang ingin kau bicarakan. ” ujar Liu saat mereka telah sampai di dalam kamar.


“ ah,, boss kau tidak membiarkan aku duduk terlebih dahulu. kau tahu aku sangat lelah. ” balas Chen sembari mendudukkan dirinya di sofa yang ada di kamar Liu.


“ bukan kau saja yang lelah, aku juga lelah. ” ujar Liu merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya yang empuk. “ jadi apa yang ingin kau bicarakan? ” tanya Liu. sembari membenarkan posisi tidurnya.


“ *begini boss, bukankah kau ingin menikah dengan Aqila. dan pagi tadi Aqila marah padamu karena me....”

__ADS_1


“ Aqila tidak marah padaku, dia hanya kesal saja*. ” potong Liu, membenarkan ucapan Chen yang menurutnya salah.


“ baiklah kita anggap saja begitu. ” balas Chen yang sebenarnya sudah kesal karena ucapannya di potong begitu saja oleh Liu.


“ lalu? ” tanya Liu yang sepertinya sudah tidak sabar untuk segera mengusir Chen keluar dari kamarnya.


“ sebelum mengajak seorang wanita menikah alangkah baiknya jika kau melamarnya terlebih dahulu boss, ” ujar Chen, sedikit meniru ucapan Jia Li. yang telah memberi tahu Chen tentang lamaran.


“ melamar?" tanya Liu sedikit bingung. karena dirinya yang memang belum tahu tentang itu.


“ ya melamar, ” balas Chen mulai bersemangat, sepertinya boss nya ini mulai tertarik.


“ apakah lamaran itu penting? ” pertanyaan yang sama keluar dari mulut Liu.


“ tentu saja sangat penting bagi wanita boss ”


“ aneh sekali, bukankah yang lebih penting itu menikah. mengapa kita harus repot-repot melamar jika akhirnya menikah juga ” balas Liu yang satu pemikiran dengan Chen.


“ entahlah boss, aku juga heran dengan wanita. semua hal mudah di persulit oleh mereka ” ujar Chen sambil menghembuskan nafas beratnya.


“ lalu bagaimana cara melamar? kau kan tahu, aku belum pernah sekalipun melamar wanita ”


pertanyaan yang Chen sendiri tidak tahu jawabannya. apakah Liu lupa, jika Chen juga belum pernah sekalipun melamar wanita.

__ADS_1


“ kita bisa mencarinya di media sosial boss ” balas Chen mengikuti saran Jia Li tadi.


“ mengapa media sosial, mengapa tid...” Liu menggantungkan kalimatnya saat dirinya teringat sesuatu. “ ah aku lupa, jika kau juga belum pernah melamar wanita. jangankan untuk melamar. kau bahkan tidak memiliki kekasih untuk kau jadikan istri ” sambung Liu sambil tertawa mengejek.


__ADS_2