Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
perdebatan


__ADS_3

Pagi hari di mansion Liu terlihat para pelayan sedang di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Di dalam kamar Chen, terlihat Chen sudah sangat rapi dengan pakaian kerjanya. Kali ini Chen terlihat senang sekali.


“ my baby i'm coming ” ujar Chen sebelum membuka pintu kamarnya. Hari ini dirinya berencana untuk menghabiskan waktu bersama dengan pujaan hatinya Jia Li seperti kemarin.


Namun saat Chen melewati ruang keluarga Chen melihat Liu yang sedang duduk bersantai sambil menonton televisi dan di sebelahnya ada Aqila. Mereka terlihat sangat serasi, pikir Chen. Tapi tunggu dulu ada yang aneh di sini.


“ apa ini boss? ” tanya Chen dengan nada kesal.


“ ada apa? ” Liu balik bertanya dengan wajah polosnya.


“ apa kau berencana untuk tidak masuk kerja lagi? ” tanya Chen dengan menatap Liu tajam.


“ benar sekali ” balas Liu tanpa dosa.


“ mengapa kau tega sekali padaku boss? Jika kau tidak masuk kerja lagi itu artinya pekerjaan ku menjadi bertambah banyak ? ” ujar Chen dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.

__ADS_1


“ hanya satu hari ini saja, setelah itu kau akan libur bekerja ” balas Liu tanpa menatap Chen. Liu tahu jika Chen sedang berpura-pura sedih saat ini.


“ apa? ” Chen nampak sangat terkejut


“ apa kau serius boss? ” sambung Chen masih dengan wajah terkejutnya.


“ tentu saja aku serius. Kau kan tahu aku tidak pernah berbohong seperti dirimu ” balas Liu berusaha meyakinkan Chen.


“ baiklah kalau begitu, hanya satu hari ini saja kan boss ” tanya Chen lagi yang mulai mempercayai omongan Liu.


“ apa? ” tanya Chen dan Aqila secara bersamaan.


“ apa maksudmu? ” tanya Aqila yang sangat terkejut dengan ucapan Liu.


“ kita akan segera menikah ” ujar Liu dengan sangat santai. “ dan ingat satu hal, aku tidak menerima penolakan ” sambung Liu menatap intens Aqila dengan menekan kata penolakan.


“ boss kau yang akan menikah mengapa aku yang harus disibukkan dengan persiapan pernikahannya ” ujar Chen merasa miris dengan nasibnya sendiri.

__ADS_1


“ tidak ada penolakan!” ujar Liu menatap tajam Chen.


“ tidak bisa, kau tidak bisa seperti ini, kau seharusnya bertanya terlebih dahulu padaku ” protes Aqila, bagaimana bisa Liu mengambil sebuah keputusan besar seperti ini sendiri. ini kan masalah hidup Aqila mengapa Liu yang mengatur. ini tidak adil.


“ untuk apa aku bertanya pada mu” tanya Liu dengan mengernyitkan keningnya.


“ kau bertanya untuk apa? apa kau gila? ini adalah tentang hidupku mengapa kau yang mengatur? pernikahan ini bukan hanya pernikahan mu, tetapi juga pernikahan ku. jadi seharusnya kau bertanya terlebih dahulu padaku. aku tahu kau yang berkuasa di sini, tapi tidak seperti ini juga ” balas Aqila panjang lebar dengan nada yang sedikit tinggi. sungguh Aqila merasa kesal sekali pada Liu.


“ mengapa kau marah, apakah salah jika aku mengajak mu menikah? atau kau ingin terus seperti ini? tapi aku tidak bisa jika terus-terusan seperti ini. aku ingin menjadikan dirimu milikku sepenuhnya, karena aku mencintaimu dengan setulus hatiku. jadi salahkah jika aku menikahi wanita yang aku cintai?.” ujar Liu dengan nada yang tak kalah tinggi seperti Aqila.


mendengar ucapan Liu, Aqila langsung terdiam. jika di pikir-pikir Liu tidak sepenuhnya salah. jika Liu hanya ingin bermain-main tentu saja Liu tidak perlu repot-repot menikahi Aqila. tapi sikap semaunya Liu lah yang membuat Aqila kesal.


“ apa kau mencintaiku? ” tiba-tiba saja Liu bertanya seperti itu pada Aqila, membuat Aqila Langsung menatap Liu dalam.


“ tidak perlu, kau tidak perlu menjawabnya ” ujar Liu sembari bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. terlihat ada kesedihan dan kekecewaan di wajah Liu.


sedangkan Chen yang sedari tadi mendengar perdebatan antara Aqila dan Liu. Hanya diam saja dan mendengarkan perdebatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2