Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
apa dia gay?


__ADS_3

Liu dan Chen sedang asik bermain bilyard, sedangkan Aqila, ia hanya duduk sambil cemberut memerhatikan Liu dan Chen. sebelumnya ia berfikir jika Liu akan mengajak nya main ke pasar malam atau semacamnya. tapi apa ini, ia malah di bawa ke sebuah tempat untuk bermain bilyard.


“ jika aku tahu, main nya ketempat seperti ini, lebih baik aku tidak usah ikut tadi. ” gumam Aqila masih cemberut.


Aqila melihat ke sekeliling nya, ada yang aneh menurut Aqila. kenapa di sani hanya ada pria saja, kenapa tidak ada wanita disini, apa ini ini tempat yang hanya dikhususkan untuk pria saja? jika memang benar, tapi kenapa Aqila bisa masuk kesini. ahhh entah lah.


Tiba-tiba datang seorang pria dan duduk di samping Aqila. tentu saja Aqila terkejut, saat ada seseorang yang tak di kenal langsung duduk di sebelahnya.


“hay ” sapa Aqila pada pria yang duduk di sebelahnya. namun tidak ada respon dari pria itu. Aqila sangat malu saat sapaan nya di abaikan, tidak biasanya ada pria yang diam saja saat di sapa oleh wanita, kecuali si monster kejam Liu.


Aqila berfikir mungkin pria itu sudah memiliki pasangan, dan dia tidak ingin membuat pasangan nya salah paham atau semacamnya.


“dia itu gay ” ujar Liu berbisik pada Aqila. belum sempat menjauh,Aqila sudah berbalik menatap pada Liu.


sontak Aqila terkejut melihat orang yang berbisik pada nya itu Liu, dan sekarang wajah mereka sangat dekat, hanya berjarak 5 cm saja.


Liu terdiam sambil menatap intens wajah Aqila. cantik, sangat cantik. itulah yang ada di pikiran Liu saat ini. dan jantung nya berdegup sangat kencang, seakan mau copot

__ADS_1


Aqila mendorong dada Liu agar wajah mereka berjauhan. ada perasaan aneh di hati Aqila, jantung nya seakan mau meledak.


saat mereka sudah berjauhan, Liu langsung membuang wajahnya, ia menjadi salah tingkah sekarang. Liu mencoba untuk mengendalikan diri nya saat ini. ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan.


“ jangan pernah menggoda pria yang ada di sini ” ujar Liu pada Aqila, ada perasaan tidak Terima di hatinya jika Aqila menggoda pria lain.


“ siapa yang menggoda? ” balas Aqila tidak Terima bila ia di katakan menggoda pria.


“ini adalah tempat berkumpul nya gay... kau mengerti? ” ujar Liu memberi tahu Aqila.


Liu hanya menganggukkan kepala, tanda jika yang ia katakan tadi benar.


“ aku tidak suka dengan tempat yang banyak wanita nya ” ujar Liu datar.


tidak mungkin semua pria yang ada di sini gay, penampilan mereka semua sempurna dan tampan. jika memang semua pria yang ada di sini adalah gay. berarti, pria yang ada di hadapan nya ini juga gay. itu lah yang ada di fikiran Aqila saat ini. ohh ayolah mana mungkin Liu si pria kejam ini gay.


Aqila bergidik ngeri dengan semua yang ada di pikiran nya ini.

__ADS_1


“apa kau berpikir jika aku juga gay? tidak... tidak... aku bukan gay, aku pria normal. ” ujar Liu menjelaskan pada Aqila, ia tidak mau Aqila berpikir jika ia juga gay.


Aqila memerhatikan Liu dengan seksama, ia mencari kebohongan di mata Liu. namun ia tak menemukannya.


“ lalu jika kau bukan gay, kenapa kau datang kemari. ” tanya Aqila memastikan.


“ bukankah tadi sudah ku katakan, aku tidak suka banyak wanita. ” balas Liu.


“ apa bedanya. itu sama saja ” balas Aqila.


“ hey... aku berkata tidak suka banyak wanita, bukan tidak suka wanita. ” bantah Liu, dengan nada yang sedikit tinggi.


Chen yang merhatiin perdebatan antara Liu dan Aqila hanya bisa menghela nafas kasar. ia sudah bisa memprediksi hal ini pasti akan terjadi.


padahal sewaktu di mobil tadi Chen sudah memperingati Liu, jika sedang membawa Aqila, jangan datang ke tempat ini.


tapi Liu keras kepala, ia tidak mau jika harus datang ke tempat di mana banyak wanita penggoda. itu bisa membuat Liu frustasi nantinya. dan sudah pasti Liu akan membuat keributan nantinya.

__ADS_1


__ADS_2