
“ apa yang kau lakukan di depan kamar Chen tadi? ” tanya Liu pada Aqila, saat mereka sedang berada di ruang TV. Menonton drama China terbaru yang sedang booming.
jujur saja semenjak kejadian tadi, Liu menjadi khawatir sendiri. dan apa yang di khawatirkan? entahlah Liu sendiri tidak mengerti. yang jelas ada perasaan tidak rela jika Aqila melihat 'milik pria lain'.
“ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padanya” balas Aqila Masih fokus dengan drama yang di tonton nya.
“ apa?, Mengapa tidak kau tanyakan saja padaku. ” ujar Liu sedikit merajuk.
“ tidak, kau tidak akan tahu, meskipun aku bertanya padamu.” balas Aqila tanpa menatap Liu. Karena film yang sedang di tonton nya sedang di adegan yang Aqila sukai.
“ apa yang sedang kau pikirkan,? ” tanya Liu karena Aqila yang diam saja sembari menatap TV yang sedang menampilkan adegan kissing antara pemeran utama wanita dan pria.
“ tidak ada! ” balas Aqila masih terus menatap TV.
dan hal itu membuat Liu sangat kesal, Liu memutar otak agar Aqila tidak lagi terfokuskan dengan TV dihadapannya. jika memang Aqila menginginkannya Aqila bisa memintanya pada Liu. dan dengan senang hati pula Liu akan menuruti keinginan Aqila.
__ADS_1
Liu tersenyum jail saat sebuah ide muncul di benaknya. dan ide ini di jamin tidak akan membuat Aqila marah padanya.dan sedetik kemudian tawa Aqila pecah saat dengan tiba-tiba Liu menggelitiknya.
“ haha am...pun, tolong jangan keletiki aku lagi ” ujar Aqila dengan tertawa lepas,
Namun bukannya berhenti Liu malah semakin bersemangat menggelitiki Aqila, Liu seakan menikmati tawa yang keluar dari mulut Aqila.
“ ampun, tolong hentikan ” sambung Aqila berusaha menghindar dari kelitikan Liu yang semakin menjadi.
Akhirnya Liu menghentikan aksinya karena meresa tidak tega saat air mata Aqila keluar begitu saja.
“ apa? ” tanya Aqila Masih dengan nafas yang tidak teratur. Tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Liu.
“ tadi, saat di depan kamar Chen. Mengapa kau tidak lari saja. ” balas Liu sembari menarik Aqila agar lebih dekat karena posisi mereka yang cukup jauh.
“ berjalan saja aku kesulitan, bagaimana dengan lari ”
__ADS_1
“ kau melihatnya? ” tanya Liu lagi sambil menatap intens wajah Aqila.
“ tentu saja ” balas Aqila asal.setelah berfikir maksud dari pertanyaan Liu itu. Bagaimana tidak melihat jika ITU terpampang jelas di hadapan Aqila.
“ jadi kau benar-benar melihatnya. ” ujar Liu tidak percaya. “ ini tidak bisa di biarkan. Mata mu ini telah terkontaminasi, jadi harus di bersihkan ”
Sambung Liu sembari meniup-nuip mata Aqila.
“ apa yang kau lakukan ” tanya Aqila dengan tertawa kecil merasa geli dengan apa yang sedang Liu lakukan.
“ aku sedang membersihkan mata mu ini, aku tidak rela jika kau sudah melihat milik Chen dan belum melihat milikku ” jawaban yang sangat lucu menurut Aqila. “ apakah kau ingin melihat milikku agar kau melupakan milik Chen? ” ujar Liu sembari bangkit dari duduknya.
“ hey apa yang kau lakukan, apakah kau sudah gila ” Aqila menahan Liu saat Liu ingin membuka celananya di hadapannya.
“ aku gila jika itu menyangkut soal dirimu ” balas Liu dengan menyeringai. Yang benar saja tentu saja hal tadi itu hanya bercanda tidak mungkin juga Liu akan membuka celananya di ruang TV bagaimana jika ada orang lain yang melihat. Tentu saja itu akan menjadi hal yang sangat memalukan. Jika sedang berada di kamar dan berdua saja dengan Aqila, tentu saja Liu akan dengan senang hati memperlihatkannya.
__ADS_1