Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
manis


__ADS_3

suara burung berkicau dan cahaya matahari yang mengganggu tidur nyenyak Aqila. Aqila mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya matahari yang masuk kedalam kamar.


saat Aqila Hendak bangun dari tidur Nya. ia baru sadar jika ada sebuah lengan kekar sedang memeluk erat tubuhnya dari arah belakang. dan Aqila tau lengan siapa itu.


siapa lagi jika bukan lengan Liu Shanghai.


Aqila berbalik menghadap Liu yang sedang tertidur pulas. di tatapnya wajah Liu yang tenang saat sedang tidur seperti ini. senang rasanya melihat wajah Liu yang sedang tertidur pulas seperti ini.


“ manis ” gumam Aqila sambil tersenyum memandang wajah Liu.


“ ternyata monster kejam seperti mu sangat manis jika sedang tertidur seperti ini ” Aqila membelai lembut wajah Liu.


tiba-tiba Aqila tersenyum jail saat sebuah ide untuk mengerjai Liu muncul di benaknya. dengan perlahan Aqila memindah lengan Liu yang memeluk erat pinggangnya agar tidur Liu tidak terganggu.


Aqila turun dari ranjang dengan perlahan lalu berjalan kearah Structured bag miliknya yang di letakan di atas sofa Kamar hotel. di ambil nya sebuah lipstik yang berwarna merah dari dalam tas tersebut.


“ mari kita beraksi ” ujar Aqila sambil berjalan kearah Liu. dengan senyum Jail menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Aqila menjadikan wajah tampan Liu sebagai tempat untuk menyalurkan bakat terpendamnya. Aqila menahan tawanya saat dirinya telah selesai melukis wajah Liu.


“ dasar kebo ”. ejek Aqila karena sedari tadi sepertinya Liu tidak merasa terganggu sedikitpun saat Aqila melukis wajahnya.


“ Xǐng lái (bangun)” teriak Aqila di telinga Liu.


mendengar teriakkan Aqila yang begitu mengganggu. membuat Liu terbangun dari mimpi indahnya.


“Zěnmeliǎo? (ada apa?)”. Tanya Liu dengan wajah kesalnya. karena tidurnya telah di ganggu oleh Aqila.


Liu meraih ponselnya yang diletakkan di atas nakas di lihatnya Masih jam 6 pagi. masih terlalu pagi menurut Liu untuk melakukan aktivitas.


” Bùjiǔ (sebentar lagi)” balas Liu lalu bersiap untuk melanjutkan tidurnya kembali.


“ ehh kau mau apa? cepat bangun ” Aqila menarik selimut yang di pakai Liu.


“ kau bilang kita disini Hanya tiga hari, jadi cepat kau bangun. karena aku tak ingin membuang-buang waktu, aku ingin menggunakan waktuku dengan sebaik mungkin selama kita disini ” ujar Aqila sambil menarik-narik lengan Liu agar dia segera bangun.

__ADS_1


“Hǎo ba, wǒ xǐng lái (baiklah, baiklah aku bangun) ” walaupun sebenarnya Liu Masih ingin melanjutkan tidurnya. dengan terpaksa dia harus bangun. dan menuruti semua keinginan Aqila.


“ hey kau mau kemana? ” Tanya Aqila saat melihat Liu yang berjalan kearah bathroom.


“ tentu saja mandi, memangnya mau apa lagi ” balas Liu.


“ enak saja, aku yang lebih dulu bangun, jadi aku juga yang seharusnya lebih dulu mandi ” ujar Aqila. lalu berlari masuk lebih dulu kedalam bathroom sebelum Liu.


sebenarnya bisa saja Liu yang lebih dulu untuk mandi. tapi Aqila baru ingat jika dirinya telah melukis di wajah Liu. karena takut Liu tau lebih dulu lalu marah lebih baik dirinya dahulu yang mandi. jadi jika Liu marah dia bisa kabur.


“ dasar wanita ” kesal Liu. lalu berjalan kembali kearah ranjang. Liu berencana untuk tidur sebentar sembari menunggu Aqila selesai mandi.


beberapa menit telah berlalu Aqila telah selesai dengan mandinya dan kini Aqila sedang mengenakan pakaian. setelah selesai Aqila segera membangunkan Liu yang kembali tidur.


dengan malas Liu bangun dari tidurnya dan berjalan kearah bathroom. beberapa menit kemudian terdengar suara teriakan dari dalam bathroom.


“ AQILAAAA...berani sekali kau ya ” teriak Liu. sedangkan Aqila yang mendengarnya Hanya mampu tertawa terbahak-bahak. membayangkan wajah kesal Liu saat ini.

__ADS_1


__ADS_2