Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
Indonesian i'm coming


__ADS_3

suasana pagi hari di mansion Liu sudah kembali seperti biasa. Aqila yang sudah mau ikut bergabung untuk sarapan bersama dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya. dan Liu yang bahagia melihat Aqila yang selalu tersenyum.


tapi tidak dengan Chen, dia sendiri yang terlihat murung saat ini. ya bagaimana tidak murung hari ini Aqila dan Liu akan pergi ke Indonesia dan dia di tinggal sendiri di sini. di tambah lagi dengan tugas yang harus dia kerjakan sendiri. oh ini membuat Chen gila.


★★★


saat ini Liu dan Aqila sudah berada di bandara pribadi milik Liu. mereka di antar oleh Chen dan beberapa anak buah Liu.


Liu dan Aqila tidak mungkin pergi berdua saja. tentu saja itu akan berbahaya bagi Liu yang notabene nya adalah seorang mafia. ada sekitar 20 orang yang ikut bersama Liu. 5 diantaranya akan ada di dekat Liu dan sisanya adalah pasukan bayangan. yang artinya tugas mereka adalah menjaga Liu dari jauh dan tanpa sepengetahuan orang lain termasuk Aqila.


“ apa kau senang? ” Chen menatap sinis Aqila.


“ tentu saja ” balas Aqila.


“ cih,, di sini yang senang hanya dirimu saja tapi tidak dengan diriku dan juga boss ku ”. gerutu Chen pada Aqila.

__ADS_1


“ kau salah Chen. saat ini aku juga merasa senang ”. timpal Liu.


“ kau dengar itu, di sini Hanya kau saja yang tidak suka melihat aku senang ”. sindir Aqila pada Chen.


Chen memutar bola matanya malas. sungguh Liu tidak bisa di ajak kompromi. Chen kan hanya ingin di bela oleh boss nya itu tapi Liu malah ikut membela Aqila.


“ kau harus ingat, ini juga berkat kerja keras ku ” Chen mengingatkan Aqila. bahwa dialah yang telah membujuk Liu.


“ ya aku ingat itu, lagi pula kemarin aku sudah berterima kasih pada mu ” ketus Aqila.


“ lalu kau mau nya apa? ” timpal Aqila dengan nada sewotnya.


Liu yang memerhatikan perdebatan antara Chen dan juga Aqila menjadi kesal sendiri. apakah tidak bisa mereka berdua tidak bertengkar sehari saja pikir Liu. karena setiap kali mereka bersama pasti mereka akan bertengkar lagi seperti saat ini.


“ sudah cukup ” potong Liu saat Chen membuka mulutnya untuk menjawab perkataan Aqila.

__ADS_1


“ Chen kau harus ingat tunda saja transaksi kita dengan Zhang. itu terlalu bahaya untuk mu. tunggu sampai aku kembali baru kita melakukan transaksi itu. jika mereka menolak makan batalkan saja, kita tidak akan rugi besar karena uang ku sudah cukup banyak. ” ujar Liu mengingat Chen kembali, Liu tidak ingin terjadi sesuatu yang berbahaya kepada Chen. walau bagaimanapun juga Chen adalah orang yang sudah Liu anggap sebagai adik nya sendiri selama ini.


“ baiklah boss aku mengerti ” balas Chen.


“ ya sudah kalau begitu, kami pergi dulu. kau jaga diri mu baik-baik. dengarkan ucapanku dan Jangan dibantah ” Liu mengajak Aqila untuk segera pergi.


“ dan ingat satu hal lagi, kau jangan merindukan diriku. mengerti? ” goda Aqila sambil mengedipkan sebelah matanya.


“ memangnya kau siapa haah? ” protes Chen dengan wajah kesalnya.


“ sudahlah biarkan saja dia, mari kita pergi atau kau mau aku batalkan perjalanan kita ini? ” tanya Liu dengan wajah serius.


“ tidak! jangan di batalkan ” Aqila tersenyum sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.


“ baiklah ayo pergi ” ujar Aqila sambil menggandeng lengan Liu.

__ADS_1


“ Indonesians i'm coming ” teriak Aqila.


__ADS_2