
di perjalanan pulang Liu sengaja menyuruh Chen untuk berhenti di toko ice cream. Liu ingin membelikan ice cream sesuai dengan janjinya pagi tadi pada Aqila.
disepanjang jalan menuju mansion Liu hanya senyum-senyum sendiri membayangkan wajah senang Aqila saat diberi ice cream yang ia minta tadi pagi.
Chen yang memerhatikan boss nya tersenyum sendiri dari tadi hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya. Chen tidak menyangka boss nya bisa jadi bucin juga ternyata. haha bucin?.
sesampainya di mansion Liu segera mencari keberadaan Aqila. untuk memberikan ice cream pesanannya.
“ kau kenapa? ” Tanya Liu heran saat melihat Aqila yang sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menangis. Liu mendekati Aqila dan langsung duduk di sebelah Aqila.
“ apa kau tidak lihat, aku sedang menangis ” balas Aqila.
“ siapa yang berani membuat mu menangis haah? ” Tanya Liu mulai emosi. berani sekali orang yang telah membuat Aqila menangis, jika Liu tau orang nya sudah di pasti kan usia nya tidak akan lama lagi.
“ itu ” ujar Aqila menunjuk layar televisi di hadapan nya.
Liu melihat apa yang di tunjukkan oleh Aqila. apa ini? apa dia menangis karena ini? pikir Liu.
“ apa kau menangis karena itu? ” Tanya Liu memastikan.
Aqila hanya menganggukkan kepala nya.
astaga Aqila menangis karena sedang menonton film yang di mana pemeran utama pria nya tergeletak di lantai dengan berlumuran darah dan pemeran utama wanita nya sedang menangisi pria nya.
“ kalau begitu jangan di lihat ” Liu mengambil remot TV berniat untuk mematikan TV nya.
__ADS_1
“ jangan! ” cegah Aqila merebut kembali remot TV dan menyembunyikan nya.
“ cih.. dasar wanita ” Gumam Liu. “ ini ice cream mu ” Liu memberikan ice cream yang ia beli tadi pada Aqila.
“ waah.. Terima kasih ” Aqila mengambil ice cream nya dengan senang hati. dan menghentikan kegiatan menangisnya dulu“ apa ini? mengapa hanya sedikit ” ujar Aqila saat mengetahui hanya ada tiga ice cream dengan rasa yang berbeda.
“ sesuai keinginan mu ” balas Liu singkat.
“ yaampun ” Ujar Aqila. “ kau itu orang kaya, tapi kenapa pelit sekali ” gumam Aqila.
“ hey aku mendengar apa yang kau ucapkan barusan ” ujar Liu memberi tahu Aqila.
“ aku benar kan? kau itu pelit ” sungut Aqila.
Tiba-tiba Chen datang menghampiri Liu sambil membawa sebuah kotak.
“ ah iya, aku hampir saja lupa ” ujar Liu mengambil kotak tersebut dari Chen.
“ ini.. aku buktikan pada mu jika aku bukan lah orang pelit ” Liu memberikan kotak tersebut pada Aqila.
“ apa ini? ” tanya Aqila kebingungan.
“ buka saja jika kau ingin tahu ” balas Liu.
Aqila membuka kotak tersebut. dan ia terkejut saat tahu isi kotak tersebut. sebuah ponsel keluaran terbaru dengan harga yang fantasi. apakah ini mimpi? pikir Aqila.
__ADS_1
sedangkan Chen baru sadar jika ponsel yang dia bawa ternyata untuk Aqila. yaah jika tahu dari awal pasti akan dia tukar terlebih dahulu ponsel itu dengan ponsel nya.
“ apakah ini untukku? ” Tanya Aqila memastikan.
Liu hanya menganggukkan kepalanya dengan gaya cool nya.
“ Aaaa... terimakasih” ujar Aqila bahagia. sangking bahagianya tanpa sadar Aqila sekarang sudah memeluk Liu.
Liu yang tiba-tiba di peluk oleh Aqila langsung tegang seketika. jantung nya berdetak kencang. baru kali ini ia dipeluk oleh seorang wanita.
“ ehem ” Chen berdehem.
Aqila sadar akan perbuatan nya dan langsung melepaskan pelukan nya dari Liu.
“ ma... maaf ” ujar Aqila gugup.
Liu mengabaikan Aqila dan langsung menatap Chen tajam. “ ah sial padahal ini kesempatan yang sangat langka tapi dengan berani nya Chen sialan itu mengganggu ku ” batin Liu kesal.
Chen yang sadar akan Tatapan tajam dari Liu langsung segera pergi. takut kalau Liu ngamuk kan bisa gawat. yang ada nanti dia langsung menjadi samsak dadakan.
“ kau mau memaafkan ku kan? ” tanya Aqila lagi.
“ apa? maaf. tentu saja aku tidak akan memaafkan mu” balas Liu. “ kau harus di hukum” lanjut nya lagi. tentu saja saja Liu tidak main-main dengan hukuman nya.
“ apa hukuman nya? ” tanya Aqila yang mulai takut.
__ADS_1
Liu tersenyum penuh arti mendengar pertanyaan dari Aqila. ini kesempatan nya untuk mengerjai Aqila.