Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
cepat bangun!


__ADS_3

“ maafkan aku ” lirih Liu sendu saat melihat Aqila yang terbaring tidak berdaya di tempat tidur dengan berbagai alat medis di tubuhnya.


Aqila mengalami benturan yang sangat keras di bagian kepalanya, sehingga kata dokter Aqila tidak memiliki peluang besar untuk bisa sembuh dengan normal. dan saat ini Aqila sedang dalam masa kritis.


Dan Aqila juga mengalami patah tulang pada kakinya. Serta beberapa luka-luka akibat serpihan kaca mobil yang mengenai tubuhnya.


Liu tidak ingin mengambil resiko jika tetap merawat Aqila dan juga Chen di rumah sakit. Oleh sebab itu Liu sengaja merawat mereka di mansion agar lebih aman. Dengan mendatangkan para dokter-dokter ahli dari seluruh penjuru dunia.


“ kau harus cepat bangun, aku janji setelah kau bangun aku pasti akan menuruti semua keinginanmu”


“ jika saja aku tidak meninggalkan mu, pasti semua ini tidak akan terjadi ” sesal Liu sambil mengusap wajah Aqila yang terlihat sangat pucat.


“ kau adalah gadis paling kuat yang pernah aku kenal, jadi kau pasti bisa melewati masa kritis ini ” Liu memberi semangat kepada Aqila.

__ADS_1


“ aku berjanji, aku pasti akan membalas semua ini dengan sangat adil ” janji Liu pada Aqila “ kali ini aku tidak akan mengampuni mereka! ” ujar Liu dengan emosi.


“ aku pergi dulu, nanti aku pasti akan kembali.” Liu mengecup kening Aqila lembut.


Rencana Liu saat ini adalah memburu orang yang sudah melukai Aqila dan juga Chen. Ya siapa lagi kalau bukan Zhang dan Daisuke.


Beberapa Saat lalu Liu mendapat kabar bahwa yang menyebabkan mobil yang membawa Aqila kecelakaan adalah orang yang sama dengan yang menembak Chen.


“ persiapkan segalanya, segera! ” perintah Liu pada para anak buahnya.


“ hey bodoh! Cepat bangun. Apa kau tidak bosan tidur terus seperti ini. Ini sudah dua hari dan kau belum bangun juga. ” ujar Liu menatap Chen sendu.


“ cih dasar pemalas, jika kau tidak bangun juga maka aku pastikan gaji mu akan ku potong ” ancam Liu dengan tersenyum getir.

__ADS_1


“ apa kau tau, kau dan juga Aqila itu sama saja. Menyusahkan aku, dan dengan teganya kalian membiarkan aku memburu mereka seorang diri. ”


“ aku pasti akan menyisakan satu untuk mu, jadi cepatlah kau bangun! ” ujar Liu lalu pergi ke luar kamar.


Liu menaruh Chen di kamarnya sendiri, sedangkan Aqila Liu menaruhnya di lantai dua atau lebih tepatnya di kamar pribadi Liu. Kamar yang tidak sembarang orang boleh masuk.


Bukan tanpa sebab Liu menaruh Aqila di kamarnya. Liu melakukan itu karena katanya ‘kamar lebih luas dari kamarnya,jadi taruh saja dia di kamarku'.


“ bagaimana apakah sudah siap? ” Tanya Liu pada anak buahnya.


“ apa anda yakin tuan?, ini terlalu beresiko, mereka pasti telah mempersiapkan segalanya. ” ujar salah satu anak buah Liu mengingatkan.


“ kau fikir aku bodoh haah?, aku juga tidak ingin mati sebelum membalaskan rasa sakit yang di alami oleh Chen dan juga gadis ku. ” kesal Liu. memangnya mereka pikir Liu seceroboh itu. tentu saja Liu sudah memikirkan strategi yang matang untuk menangkap mereka.

__ADS_1


**di sini author sengaja mau bikin Liu menjadi mandiri. biar dia tau rasanya berjuang sendirian untuk orang yang dia sayang.


kan berjuang sendiri itu menyakitkan 🤭**


__ADS_2