
“ boss bangun ” ujar Chen membangunkan Liu yang sedang tertidur di sofa. perlahan Liu membuka matanya, mengerjap pelan menyesuaikan pencahayaan di matanya.
“ kenapa kau tidur di sini bos? ” tanya Chen saat Liu sudah benar-benar bangun dari tidurnya. namun tidak di jawab oleh Liu dan itu membuat Chen sedikit kesal.
Liu memerhatikan sekelilingnya. ternyata dia tidak tidur di kamar tapi di sofa. Liu mencoba untuk mengingat apa yang telah terjadi semalam sehingga ia bisa tertidur di sofa seperti ini. Liu tersenyum sendiri saat ia mengingat kejadian semua, yang dengan beraninya Liu mencium Aqila.
“ bos kau kenapa? apa yang terjadi? ” tanya Chen heran melihat Liu tersenyum sendiri.
“ tidak ada!” balas Liu singkat. lalu bangkit dari tidurnya, berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri.
Liu menghentikan langkahnya saat melihat Aqila yang baru keluar dari kamar nya dengan rambut yang masih basah. perlahan Liu berjalan menghampiri Aqila.
Aqila terkejut saat tiba-tiba Liu ada di hadapannya. dengan cepat Aqila segera membalikkan tubuhnya ingin kembali ke dalam kamar. ia malu jika harus bertemu dengan Liu saat ini.
Liu mencekal lengan Aqila. saat gadis itu akan kembali ke kamar nya. “ kemana? ” tanya Liu sembari membalikkan tubuh Aqila yang sedang membelakangi nya agar kembali menghadapnya.
__ADS_1
“ kem... kembali ke kamar ” balas Aqila gugup sambil menundukkan kepala enggan menatap Liu.
“ jika sedang bicara kau harus menatap lawan bicara mu ” ujar Liu
perlahan Aqila mendongakkan wajahnya menatap Liu. “ jantungku ” batin Aqila saat pandangan mereka bertemu.
tidak, tidak.. berdekatan dengan Liu itu sama saja memperpendek umur.
“ ehem ” Chen berdeham dengan sangat keras sehingga membuat Liu dan Aqila menjadi salah tingkah.
“ boss cepatlah. kita ada meeting pagi ini ” ujar Chen mengingatkan Liu.
Liu menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap Aqila. “ kau juga bersiaplah. kau harus ikut kekantor ” Liu menyuruh Aqila agar ia bersiap juga.
“ apa sudah terjadi sesuatu? ” bisik Chen pada Aqila. tapi tidak di jawab oleh Aqila, ia memilih untuk kembali ke dalam kamar dan bersiap.
__ADS_1
oke mulai hari ini Liu sudah mengakui perasaan nya pada Aqila. dan Liu juga akan berusaha untuk mendapatkan Aqila, apapun yang terjadi harus dapat. Liu tidak mau menghindar lagi seperti sebelumnya.
di meja makan sudah ada Chen dan Aqila yang sedang menunggu Liu agar bisa sarapan bersama. sebenarnya Aqila sedikit tidak nyaman dengan Chen karena sedari tadi Chen selalu bertanya hal hal yang tidak jelas padanya.
“ kau kenapa? ” tanya Liu yang baru saja sampai di meja makan, saat melihat wajah Aqila yang seperti sedang kesal. “ apa dia mengganggu mu? ” Liu melirik Chen.
“ ya.. dari tadi dia selalu saja bertanya hal hal yang tidak penting pada ku dan itu membuat merasa tidak nyaman ” Aqila menatap Chen kesal.
“ hei kenapa aku? ” tanya Chen bingung.
“ gaji mu ku potong ” ujar Liu menatap Chen tajam.
“ bos aku hanya bertanya, memangnya aku salah jika bertanya? tidak bukan. lalu mengapa kau memotong gaji ku ” protes Chen tidak Terima.
“ aku tidak Terima penolakan! ” ujar Liu.
__ADS_1
Aqila tersenyum puas saat melihat wajah gelisah Chen karena gaji nya di potong oleh Liu. “ itulah balasan untuk orang seperti mu ” Aqila menjulurkan lidah nya mengejek Chen.
Chen mencibir kesal pada Liu dan juga Aqila. sepertinya meraka berdua cocok jika bersama.