Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
kau pasti bisa


__ADS_3

Liu beserta para anak buahnya sudah bersiap untuk menyerang Zhang dan Daisuke di tempat persembunyiannya. Guangzhou.


Liu dengan setelan serba hitamnya serta topi membuat penampilannya tambah menyeramkan, di tambah lagi dengan senjata api jenis Heckler & koch HK416 yang di bawa di pundaknya. Dan


Desert Eagle Mark XIX yang disembunyikan di balik pakaian yang dikenakan olehnya.


“ semangat boss!, Semoga berhasil!. Dan jangan lupa sisakan satu untukku ” teriak Chen saat melihat Liu dan yang lainnya berjalan keluar mansion. Namun hanya di balas dengan anggukan kecil oleh Liu.


“ kau terlihat sangat bersemangat sekali boss! Aku jadi iri pada mereka yang bisa ikut dengan mu untuk memburu si berengsek itu!” gumam Chen sambil menatap punggung Liu yang mulai menghilang di balik pintu megah mansion milik Liu.


“ andai saja aku tidak seceroboh ini, mungkin hal ini tidak akan terjadi ” Chen merasa bersalah dengan situasi yang terjadi saat ini. Jika saja malam itu dia tidak pergi ke club mungkin saja hal ini tidak akan terjadi.

__ADS_1


“ tapi aku percaya padamu boss, kau pasti bisa!” cicit Chen dengan terkekeh kecil. Lalu berjalan masuk kedalam kamar kembali untuk beristirahat.


Butuh waktu sekitar tiga jam lebih untuk sampai ke Guangzhou dengan menggunakan pesawat pribadi milik Liu. Bagi Liu jarak bukan lah sebuah masalah. Meskipun Zhang berada di luar negeri atau bahkan berada di bulan sekalipun, pasti akan Liu datangi.


“ kematian mu telah datang Zhang! ” gumam Liu saat sudah berada di dalam pesawat sambil mengepalkan tangannya dengan erat. Dan Dengan raut wajah yang menampilkan kebencian.


“ berapa lama lagi kita akan sampai? ” tanya Liu pada anak buahnya. Dirinya sudah tidak sabar ingin segera menghabisi nyawa Zhang dan Daisuke beserta para anak buah mereka.


“ sial, mengapa lama sekali ” gerutu Liu benar-benar kesal. Padahal hanya butuh waktu tiga jam untuk sampai ke Guangzhou tapi mengapa Liu merasa waktu berjalan begitu lambat.


Waktu terus berlalu, saat ini Liu sudah sampai di Guangzhou dan sedang dalam perjalanan menuju tempat persembunyian Zhang yang terletak jauh dari keramaian kota.

__ADS_1


“ bagaimana dengan persediaan amunisi kita? ” tanya Liu sambil memainkan Heckler & koch HK416 kesayangannya.


“ beres tuan, amunisi kita sudah cukup banyak jika hanya untuk memburu mereka saja ” jelas anak buah Liu.


“ jika kurang, maka salah satu dari amunisi ku ini akan bersarang di kepala mu. Bagaimana? ” tanya Liu sinis. “ kau bisa pilih mau menggunakan yang mana, yang ini ( menunjukkan senjata Heckler & koch HK416 yang sedang di pegang nya) atau yang ini (senjata Desert Eagle Mark XIX yang tersimpan rapi di balik pakaiannya) ” tanya Liu lagi dengan memicingkan matanya. Liu merasa kurang puas dengan jawaban yang di berikan oleh orang itu, karena terkesan meremehkan. Dalam kondisi seperti ini kita harus lebih berhati-hati karena kita tidak tahu, apa yang mereka rencanakan dan miliki.


“ ma- maaf tuan. ” balas orang tersebut ketakutan.


setelah sekitar empat puluh menit, akhirnya mobil yang di tumpangi Liu berhenti. ada sebuah bangunan besar di dapan sana. Liu sengaja meminta sopirnya untuk berhenti agak jauh. agar kedatangan mereka tidak diketahui oleh Zhang. takutnya mereka akan melarikan diri jika mengetahui hal ini.


🥀ini author nya udah berusaha untuk up tiap hari. jadi tetap semangat ya membacanya 😁

__ADS_1


__ADS_2