
“ Ais sialan, kau membuat ku lelah ” ujar Liu dengan nafas terengah-engah saat sudah berhasil menangkap Zhang.
Sebenarnya sedikit sulit bagi Liu untuk mengejar Zhang tadi, karena senjata Heckler & Koch HK416 miliknya yang di sematkan di punggungnya membuat dirinya sedikit sulit.
“ jangan lari lagi, aku lelah!, Jika kau tetap nekat, maka aku pastikan kau akan mati di tempat ” ujar Liu memperingati Zhang sambil menunjukkan senjata yang ada di punggungnya.
“ diam dan ikuti saja aku! ” perintah Liu dengan mencekram erat lengan Zhang.
“ kau fikir aku akan diam saja, jika nyawaku dalam bahaya ” ujar Zhang berusaha melepaskan cengkraman tangan Liu.
Dan terjadilah perkelahian sengit antara Liu dan juga Zhang. “ Ais mengapa di saat seperti ini senjata ku ini malah mempersulit diriku ” gerutu Liu sambil berusaha untuk melepaskan senjata nya.
Bug...
Satu tinjuan mengenai wajah tampan Liu. Dan darah segar keluar dari sudut bibirnya.
“ kau bisa berhenti dulu!, Aku ini sedang kesulitan bukannya membantu, kau malah meninju wajah tampan ku ini” protes Liu mengelap sudut bibirnya yang berdarah.
“ mengapa kau cerewet sekali haah? ” ujar Zhang mulai jengah dengan semua ocehan Liu.
“ aku hanya ingin menunjukkan sisi lain dari diriku, pada orang yang sebentar lagi akan mati di tangan ku ” ujar Liu dengan menyeringai.
__ADS_1
“ bisa kita mulai? ” tanya Zhang sudah mengambil posisi untuk menyerang Liu.
Bug...
Tanpa aba-aba Liu langsung menerjang Zhang. Dan pertarungan sengit antara Liu dan Zhang di lanjutkan kembali.
Pertarungan Zhang dan Liu berlangsung selama beberapa menit, dengan Zhang yang sudah tidak berdaya karena di hajar habis-habisan oleh Liu.
“ kalian di mana bodoh! ” maki Liu saat panggilan teleponnya di jawab oleh anak buahnya. “ cepat kemari! ” perintah Liu sebelum memutuskan panggilan telepon tersebut.
“ tidak lama lagi kau akan melihat sisi lain dari diriku ” ujar Liu menatap tajam Zhang, yang sudah ia buat babak belur.
“ tidak semudah itu!, Kau telah dengan sengaja membuat Chen dan juga Aqila terluka. Maka kau harus merasakan terlebih dahulu rasa sakit yang mereka rasakan sebelum kau mati. ” ujar Liu dengan emosi yang muncul kembali saat mengingat keadaan Chen terutama Aqila.
“ tuan... Tuan apa anda terluka? ” tanya anak buah Liu berlari menghampiri Liu Yang tengah duduk bersandar di bawah pohon besar.
“ apa kau buta haah? ” teriak Liu kesal. Sudah jelas jika wajahnya terluka akibat pertengkaran sengit tadi.
“ ma...maaf tuan ” balas anak buah Liu dengan menundukkan kepalanya.
“ selalu saja salah ” batinnya berkata.
__ADS_1
“ bantu aku, lengan ku sakit sekali” pinta Liu karena merasakan tubuhnya sakit semua. terutama bagian lengannya yang memang tadi terkena tembakan. Sudah cukup lama Liu tidak turun tangan seperti ini. Biasanya dia hanya duduk santai mengawasi para anak buahnya, dan dirinya hanya tinggal menyiksa dan membunuh saja.
“ Untung saja Aqila sedang tertidur, jika tidak aku akan malu jika pulang dengan wajah seperti ini. ” gumam Liu membayangkan wajahnya yang babak belur dan dirinya akan terlihat sangat jelek di mata Aqila.
“ kita gunakan mobil saja untuk kembali ke mansion. Karena jika menggunakan pesawat, bisa-bisa kita terciduk oleh polisi saat di bandara nanti ” perintah Liu saat sudah berada di dalam mobil.
“ tapi tuan, jika kita menggunakan mobil maka kita akan memakan waktu yang sangat lama ” saran supir mobil Liu.
“ dasar bodoh!, Apa kau mau jika aku di tangkap oleh polisi haah? ” kesal Liu. Dirinya juga tahu jika jarak jauh Guangzhou ke mansion sangat jauh dan butuh waktu 21jam lebih untuk sampai mansion dan dirinya juga tahu jika itu waktu yang sangat lama.
Namun Liu juga tidak mau ambil resiko karena biasanya akan ada pemeriksaan di bandara nanti. Meskipun yang di gunakan adalah pesawat pribadi, namun bandara nya tidak.
“ apakah sudah siap?, Lakukan seperti biasanya saja ” ujar Liu pada anak buahnya yang masih berada di luar mobil.
“ sudah tuan, ” balas orang tersebut.
“ lakukan ” pinta Liu.
Sesuai dengan perintah Liu, seketika itu pula bangun tua itu meledak, dan membakar semua yang ada di dalamnya. Termasuk para korban tewas atas penyerangan tadi.
Karena itu lah kebiasaan Liu, akan membakar tempat kejadian agar tidak terlacak oleh polisi.
__ADS_1