Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
Wǒ de ài.: cinta ku


__ADS_3

Liu yang sedang di dalam kamar, merasa sangat menyesal telah berkata Seperti tadi pada Aqila. Aqila pasti merasa sedih dengan ucapannya tadi.


Sudah tengah malam tapi Aqila belum juga kembali ke kamar, padahal sejak tadi Liu menunggu kedatangan Aqila untuk meminta maaf secara langsung karena telah berkata seperti tadi padanya.


Meresa khawatir karena Aqila tak juga kunjung datang, akhirnya Liu memutuskan untuk turun dan mencari keberadaan Aqila sendiri.


Liu sudah mencari di meja makan dan di tempat lainnya namun dirinya tak juga menemukan keberadaan Aqila. Dan hal itu membuat Liu bertambah khawatir serta sangat menyesal.


“ mencari Aqila boss? ” tanya Chen tiba-tiba dari arah belakang Liu. Dengan wajah bantal dan suara yang serak khas orang baru bangun tidur.


Liu sedikit terkejut dengan kedatangan Chen yang tiba-tiba. “ kau tahu di mana Aqila? ” Tanya Liu pada Chen. Namun bukannya menjawab Chen malah berlalu pergi meninggalkan Liu menuju dapur untuk mengambil air minum. Karena air minum di kamarnya telah habis.

__ADS_1


“ hey, aku bertanya padamu di mana Aqila? ” tanya Liu sekali lagi dengan nada kesal karena diacuhkan oleh Chen.


“ mengapa bertanya padaku, ” balas Chen ketus lalu berjalan kembali menuju kamarnya untuk melanjutkan mimpi indahnya.


Chen seperti ini karena dirinya masih merasa kesal dengan sikap Liu yang telah melukai perasaan Aqila.


“ sialan!..” umpat Liu dengan mengepalkan tangannya, menatap Chen dengan tatapan membunuh.


“ apa? ” lirih Liu tidak percaya Chen berani berkata seperti itu padanya. Liu menjadi sangat sangat merasa bersalah pada Aqila.


Liu berjalan gontai menuju sofa yang ada di ruang tamu untuk menenangkan pikirannya. Sembari berfikir di mana kira-kira Aqila berada.

__ADS_1


Setelah beberapa menit akhirnya ada satu tempat yang diyakini oleh Liu bahwa Aqila berada di sana. Ya di mana lagi jika bukan di kamarnya yang dulu.


Dengan langkah cepat Liu berjalan menuju kamar Aqila. Setelah sampai di dalam pintu kamar, Liu merasa sedikit ragu untuk masuk kedalam. Liu yakin bahwa saat ini Aqila pasti telah tertidur dan Liu juga tidak ingin mengganggu waktu tidur Aqila.


Akhirnya setelah beberapa menit bergelut dengan pikirannya sendiri Liu memutuskan untuk masuk kedalam dengan perlahan agar tidak menggangu Aqila.


Dibukanya pintu kamar Aqila dengan perlahan setelah terbuka, Liu dapat melihat Aqila sedang tertidur membelakanginya. Dengan langkah pelan Liu mendekati Aqila.


“ maaf ” lirih Liu saat sudah berada di dekat Aqila. Liu dapat melihat bahwa Aqila pasti Habis menangis.


“ maaf, karena aku telah mengatakan hal yang sangat keterlaluan pada mu, kau boleh menghukum besok ” sambung Liu sembari merapikan rambut Aqila yang menutupi wajah cantiknya. Lalu Liu mengecup kening Aqila lama. Liu benar-benar merasa menyesal sekali.

__ADS_1


“ aku benar-benar menyesal telah mengatakan hal seperti itu tadi. Aku harap kau mau memaafkan aku Wǒ de ài. ” ujar Liu lagi sebelum memutuskan untuk keluar dari kamar Aqila karena dirinya takut akan mengganggu waktu istirahat Aqila.


__ADS_2