Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
serangan dari Liu


__ADS_3

“ kepung tempat ini, jangan sampai ada yang melarikan diri dari sini. ” perintah Liu sambil berjalan kearah bangunan tua yang menjadi tempat persembunyian Zhang selama ini. Dengan membawa senjata Heckler & Koch HK416, ala-ala tentara siap tempur.


“ baik tuan! ” balas mereka langsung berpencar untuk mengelilingi bangunan tersebut.


Tak lama kemudian terdengar suara tembakan dan teriakan orang yang tertembak. Dan teriakan seperti ini lah yang telah lama tidak Liu dengar, merasa dunianya Telah kembali dengan santainya Liu menembaki orang-orang itu sambil tersenyum puas.


“ Zhang dan Daisuke jangan langsung di bunuh, tangkap mereka hidup-hidup. Aku ingin membuat mereka merasakan rasa sakit yang di alami oleh Aqila dan chen. ” perintah Liu pada para anak buahnya sambil terus menembaki anak buah Zhang.


Tak butuh waktu lama bagi pasukan Liu untuk melumpuhkan lawannya. Terbukti saat ini seluruh anak buah Zhang telah tergeletak tak bernyawa dan hanya tersisa beberapa orang memohon ampunan dari Liu.


“ cari mereka sampai ketemu! ” perintah Liu lagi, karena belum menemukan orang yang di cari.


Sampai pada saat Liu melihat Abin tangan kanan Zhang. Orang yang telah memberikan informasi kepada Zhang tentang keberadaan Chen dan juga Aqila Waktu itu.


Dengan tatapan tajamnya Liu menghampiri Abin yang sedang bersembunyi karena ketakutan.


“ am...ampun, tol...tolong ampuni aku. ” mohon Abin pada Liu.


“ di mana tuan mu? ” tanya Liu dengan menodongkan senjatanya ke kepala Abin.


“ a...aku tidak... Aku tidak tau, su..su.. sungguh ” balas Abin terbata-bata karena ketakutan yang amat luar biasa di alaminya.

__ADS_1


“ katakan di mana dia, berengsek! ” maki Liu emosi.


“ tuan kami berhasil menangkap Daisuke, namun kami belum berhasil menemukan Zhang. ” lapor salah satu anak buah Liu. Sambil menyeret paksa Daisuke yang sudah berlumuran darah.


“ di mana dia? ” tanya Liu menatap tajam Daisuke.


“ hahaha... Cuih ” Daisuke tertawa sinis kemudian meludah tepat di depan wajah Liu.


Bug...


Satu tinjuan Liu berikan di perut Daisuke. “ cepat katakan! ” ujar Liu dengan mencekram leher Daisuke.


“ bahkan jika kau membunuhku sekalipun, aku tidak akan pernah memberitahu dirimu berengsek! ” tantang Daisuke.


“ aku tidak perduli ” ujar Daisuke.


Namun pada saat Liu ingin menghajar Daisuke kembali, tiba-tiba terdengar suara tembakan.


Dor...


Satu tembakan dari arah belakang tepat mengenai lengan Liu.

__ADS_1


“ sial, tembakan ku meleset! ” umpat Zhang yang memang sedari tadi bersembunyi.


“ sayang sekali! ” ujar Liu tersenyum lebar, sambil merentangkan kedua tangannya seolah menyambut kedatangan Zhang.


Namun pada saat Zhang ingin menembak kembali ke arah Liu pelurunya telah habis.


“ Ais sial ” Zhang melempar pistol nya kesal. Kenapa di saat-saat seperti ini malah kehabisan peluru.


“ butuh bantuan? ” tanya Liu santai. Sambil berjalan mendekati Zhang.


“ bagaimana ini, aku masih ingin hidup. Oh apa yang harus aku lakukan. Sangat tidak mungkin dia akan mengampuni aku ” batin Zhang mencari cara agar bisa terhindar dari Liu.


Bug...


Satu tendangan mengenai Liu, saat


Dirinya sudah berada di dekat Zhang. Liu jatuh tersungkur karena tendangan itu cukup kuat.


Pada saat itu adalah kesempatan bagus bagi Zhang untuk melarikan diri. Sebelum Liu menangkap dirinya. Masa bodo dengan Daisuke.


“ rupanya kau masih ingin bermain-main dengan ku ya ” gumam Liu sambil memerhatikan Zhang Yang telah melarikan diri itu.

__ADS_1


“ biar aku saja! ” cegah Liu saat para anak buahnya ingin mengejar Zhang.


Dan terjadilah kerjar-kejaran antara Liu dan Zhang.


__ADS_2