Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
berkunjung


__ADS_3

saat ini Liu dan Aqila sedang berada di


the 18th restaurant and lounge. mereka sedang menikmati sarapan bersama, dengan wajah Aqila yang terlihat sedang kesal.


bagaimana tidak kesal. Liu telah membuat Aqila harus mandi dua kali pagi ini. karena dengan sengaja Liu menumpahkan segelas kopi ke baju Aqila. dan mengurung Aqila di dalam bathroom. untung saja kopi itu sudah dingin, tidak kebayang jika kopi itu masih panas.


“ sudahlah Jangan marah lagi. aku tidak sengaja tadi ” ujar Liu saat melihat wajah Aqila yang masih saja terlihat kesal.


Aqila hanya memutar bola matanya malas.


“ tidak sengaja apanya? jelas-jelas tadi kau dengan sengaja menumpahkan kopi itu padaku ” gumam Aqila.


“ apakah kau tidak memiliki mulut untuk berbicara? ” Tanya Liu merasa kesal karena di acuhkan oleh Aqila. “ sudahlah cepat habiskan sarapan mu, setelah ini kita pergi ke makam orang tuamu ” sambung Liu.


mendengar ucapan Liu Aqila jadi teringat akan tujuan mereka kemari adalah untuk berkunjung ke makam ayah dan ibunya. dengan cepat Aqila segera menghabiskan sarapannya.


“ ayo! ” ajak Aqila begitu semangat saat ia sudah menghabiskan sarapannya.


melihat Aqila yang begitu antusias Liu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil. senang rasanya melihat orang yang kita sayangi bahagia. itulah yang sedang di rasakan oleh Liu saat ini.


“ baiklah ayo” Liu dan Aqila segera beranjak dari duduknya dan berjalan ke luar restoran menuju mobil yang sudah menunggu di luar.


★★★


beberapa menit kemudian Liu dan Aqila serta kelima anak buah Liu telah sampai di salah satu pemakaman umum yang menjadi tempat peristirahatan terakhir orang tua Aqila.

__ADS_1


saat ini di hadapan Liu dan Aqila terlihat jelas dua buah gundukan tanah, yang terdapat nisan dengan bertuliskan nama ayah dan ibu Aqila.


“ apakah kau yakin ini makan kedua orang tua mu? ” Tanya Liu memastikan.


“ tentu saja ” balas Aqila dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


rasa haru dan juga senang yang saat ini sedang Aqila rasakan. akhirnya setelah lima tahun lamanya Aqila bisa juga berkunjung ke makam ayah dan ibunya.


Aqila berjongkok di antara dua gundukan tanah tersebut lalu mulai terisak. sedangkan Liu yang melihat itu segera memberikan kode kepada para anak buahnya agar memberi ruang untuk Aqila.


“ ayah ibu, qila datang berkunjung. ” ujar Aqila sesegukan. “ maaf, maafin qila yang baru bisa mengunjungi ayah sama ibu setelah lima tahun.” sambung Aqila dengan logat bahasa Indonesia.


“ pasti sekarang ayah sama ibu seneng kan, ngeliat qila ada di sini?. ibu sama ayah tenang aja qila di sini baik-baik aja kok.” Aqila mengusap batu nisan ayah dan ibunya lembut, sambil tersenyum meski air matanya terus mengalir.


“ tante Ros sama om Alex baik kok buk. Clara juga baik. tapi....” Aqila kembali sesegukan saat ingatannya kembali ke lima tahun lalu.


“ tapi gak papa kok, mereka udah mau menampung qila juga udah bagus.”


“oh iya ayah sama ibu tau gak? kalo qila udah gak tinggal sama mereka lagi. pasti ayah sama ibu tau kan?.” Aqila seolah-olah sedang bercerita kepada orangtuanya.


“ sekarang qila tinggal sama dia ” Aqila melihat sekilas Liu yang sedang berdiri agak jauh darinya sambil menatapnya.


“ dia itu galak tapi dia juga baik. awalnya qila takut sama dia, tapi lama-lama qila jadi gak takut lagi. ” Aqila terkekeh saat mengingat betapa takutnya dia dulu pada Liu.


saat Aqila sedang asik bercerita tiba-tiba ada yang memegang pundaknya sambil berkata.

__ADS_1


“ sudah? ” tanya orang tersebut.


Aqila menoleh untuk melihat siapa orang itu. dan ternyata orang itu adalah Liu.


“ sebentar lagi ” balas Aqila.


“ ini sudah siang, dan aku sudah merasa lapar dan lelah.apa kau tidak merasa lelah haah? dari tadi kau hanya bicara dan menangis serta tertawa sendiri di sini. aku jadi merinding ” ujar Liu dengan wajah kesalnya.


Aqila terkejut saat melihat bahwa saat ini sudah pukul satu siang. padahal mereka datang kesini tadi sekitar pukul setengah sepuluh pagi. itu artinya Aqila telah menghabiskan waktu tiga jam lebih di sini.


“ ayah ibu qila pergi dulu ya, entar kalo bisa qila pasti balik lagi kesini. qila janji ” Aqila pamit pergi pada ayah dan ibunya.


“ ayo pergi ” ajak Aqila karena Liu masih diam saja di tempat.


“ apakah aku boleh bicara sebentar pada ayah dan ibu mu? ” pertanyaan aneh keluar dari mulut Liu.


“ ingin bicara apa? ” tanya Aqila penasaran.


“ sesuatu yang sangat penting” balas Liu dengan wajah serius.


“baiklah, aku tunggu di mobil ” melihat wajah serius Liu, Aqila mau tidak mau mengiyakan saja.


note: *disini diceritakan kalo bahasa yang digunakan Liu dan Aqila adalah bahasa China ya. jadi author sengaja menggunakan bahasa baku. jadi tolong di pahami ya para readers. kan gak mungkin author nya pake bahasa China asli. mana paham author nya😁😁😁


kalo cuma satu dua kalimat mah bisa.

__ADS_1


oh iya author juga mau minta maaf sama para readers. sekarang mafia dan Aku udah jarang up ya?. itu karena author nya udah kehilangan kepercayaan diri. gak dapet dukungan dari para readers sih.😭


canda 😁*


__ADS_2