Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
mengesalkan


__ADS_3

pagi ini sesuai dengan persetujuan semalam bahwa Liu dan Aqila akan pergi keluar untuk jalan-jalan, ya hitung-hitung refreshing.


di kamar Aqila sedang sibuk memilih pakaian yang cocok dengan nya. tapi menurut Aqila semua pakaian terlihat bagus dan cocok untuk nya.


“aku harus pakai yang mana? semuanya terlihat cocok dengan ku” ujar Aqila pada dirinya sendiri.


“ ada apa? ” tanya Liu saat melihat wajah Aqila yang kelihatan bingung.


Aqila Terlonjak kaget dengan kedatangan Liu yang tiba-tiba. untuk saja Aqila tidak punya riwayat penyakit jantung, jika punya bisa di pastikan kalau Aqila pasti langsung terkena serangan jantung saat ini.


“ tidak ada, aku hanya bingung saja ” balas Aqila.


“ bingung kenapa? ” tanya Liu ingin tahu.


“ aku bingung harus menggunakan pakaian yang mana ” balas Aqila sambil memerhatikan beberapa pakaiannya kepada Liu.


“ pakai saja pakaian yang menurut mu bagus dan cocok untuk mu ” balas Liu. yaampun wanita hanya masalah pakaian saja di bikin ribet.


“ masalahnya semua pakaian ini terlihat bagus dan cocok untuk ku ” balas Aqila yang merasa semua pakaian cocok untuk nya.


“ kalau begitu pakai saja semua ” Liu memberi saran pada Aqila.

__ADS_1


“ kau gila ya? bagaimana bisa aku memakai semua pakaian ini ” balas Aqila tidak Terima saran Liu dan tanpa sadar telah mengatai Liu gila.


“ kau! berani sekali kau ” geram Liu menunjuk wajah Aqila.


Aqila yang baru sadar akan ucapan nya segera minta maaf pada Liu.


“ maaf ” ujar Aqila sambil tersenyum menunjukkan deretan giginya. “ jangan marah” sambung Aqila.


“ huuh ” Liu menghela nafas untuk menahan amarahnya. Liu tidak mau merusak mood nya di pagi hari.


“ sudahlah! cepat kau bersiap atau kita batalkan saja acara jalan-jalan nya hari ini” perintah Liu.


Liu hanya menurut saja saat tubuhnya di dorong keluar oleh Aqila. lagi pula tidak mungkinkan Liu terus berada di kamar Aqila.


saat Liu sudah berada di luar kamar Aqila tanpa sengaja Liu melihat Chen yang sudah berpakaian rapi.


“ mau kemana kau? ” tanya Liu pada Chen sambil mengerutkan keningnya bingung.


mendengar pertanyaan Liu, Chen menghentikan langkah nya, lalu berbalik menghadap Liu.


“aku” tanya Chen menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


“ menurutmu? ” balas Liu sinis.


“ tentu saja jalan-jalan. memangnya kau saja yang mau jalan-jalan ” ujar Chen tak kalah sinis.


“ ck! memangnya siapa yang mengajak mu jalan-jalan haah?” tanya Liu mulai kesal. sudah jelas semalam Liu tidak mengajak Chen, tapi sekarang Chen malah sudah bersiap.


“ memangnya siapa yang ingin ikut dengan mu ” balas Chen dengan nada mengejek.


“ kau! sudah mulai berani rupanya kau” Liu menarik baju Chan. tangannya sudah mengepal bersiap untuk memukul wajah Chen. emosinya sudah tidak bisa di tahan lagi tadi Aqila dan sekarang Chen.


namun saat Liu ingin melayang kan tinjuannya ke wajah Chen.


“ wow! kau cantik sekali ” ujar Chen berpura-pura bahwa di belakang Liu sedang ada Aqila.


mendengar ucapan Chen, Liu langsung menoleh kebelakang. untuk melihat apa yang sedang di lihat oleh Chen.


tidak mau melewatkan kesempatan Chen segera melepaskan diri dari cengkraman Liu dan berlari menjauh dari Liu dengan tersenyum bangga. Chen tidak menyangka Liu mudah sekali di bohongi.


sadar jika telah di bohong oleh Chen “ sial! dasar Chen brengsek! . berani sekali kau membohongi ku. lihat saja nanti tidak akan aku ampuni kau bedebah gila! ” ancam Liu pada Chen.


berani sekali Chen berbicara seperti itu pada Liu. apa selama ini Liu terlalu baik pada Chen sehingga Chen sudah mulai berani padanya. lihat saja nanti. Chen pasti menyesal telah mencari masalah pada Liu.

__ADS_1


__ADS_2