Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
monster kejam yang gila


__ADS_3

sesampainya di mansion Liu langsung menarik tangan Aqila membawanya ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar Aqila. Aqila yang di tarik oleh Liu hanya bisa mengikuti Liu, ia juga tidak berani untuk bertanya pada Liu. karena sudah jelas Liu terlihat marah. tapi pertanyaannya, kenapa Liu marah? apa karena Aqila bertemu dengan paman tadi? atau apa?.


saat sudah sampai di kamar mandi Liu langsung menyiram Aqila dengan air dari shower.


“Aaaa ” teriak Aqila terkejut. tiba-tiba saja Liu menyiram tubuhnya dan menggosok-gosok tangannya yang dari di pegang oleh pamannya tadi.


“ berisik! ” ujar Liu.


“ apa yang kau lakukan?” tanya Aqila.


“ memandikan mu ” balas Liu santai, lalu mengambil sabun ingin menyabuni Aqila.


“ eits.. aku bisa mandi sendiri ” Aqila menahan tangan Liu yang hendak menyabuni dirinya.


“ diam ” perintah Liu, lalu menarik tangan kiri Aqila dan menyabuni nya. “ kau lanjutkan sendiri ” ujar Liu saat sudah selesai menyabuni tangan Aqila.


Liu segera keluar dari dalam kamar mandi meninggalkan Aqila di dalam sendiri. agar Aqila bisa mandi dengan benar dan bersih.

__ADS_1


“ dasar monster kejam yang gila ” gerutu Aqila saat Liu sudah pergi ke luar kamar mandi.


sedangkan di luar sudah ada Chen yang menunggu Liu. saat Liu sudah keluar Chen segera menghampiri Liu.


“ apa tadi terjadi sesuatu bos? ”. Tanya Chen pada Liu.


"menurutmu? ”. bukanya menjawab Liu malah balik bertanya pada Chen dengan nada ketus nya.


“ pasti terjadi sesuatu” balas Chen.


“ iya aku melihatnya boss ” ujar Chen. “ memangnya ada apa boss ” sambung nya lagi.


“ cari tau siapa dia ” ujar Liu mengepalkan tangannya menahan amarahnya saat mengingat kejadian tadi,di mana ada orang yang berani menyentuh Aqila di hadapannya tampan seizin darinya.


entahlah sekarang Liu tidak bisa terima jika ada orang yang berani menyentuh Aqila tanpa seizin darinya. hanya dirinya lah yang berhak untuk menyentuh Aqila. tidak ada orang lain selain dirinya. bahkan Chen sekali pun.


“ baik boss ” balas Chen.

__ADS_1


“ sekarang! ” ujar Liu menatap tajam pada Chen.


“ ohh ayolah boss.. biarkan aku istirahat sejenak ” Chen benar-benar sedang kelelahan sekarang.


“ baiklah, aku akan membantumu agar kau bisa beristirahat untuk selamanya ” ancam Liu pada Chen.


mendengar ancaman dari Liu, mau tidak mau Chen segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil laptop milik nya yang sudah ia taruh di kamar tadi.


“ mau kemana kau. haah? ” teriak Liu melihat Chen malah pergi menuju kamarnya. “ apa kau benar-benar sudah bosan hidup? jangan kau pikir kita sudah bersama sejak kecil aku tidak bisa membunuh mu? kau salah chen.” sambung Liu dengan amarah yang sudah berada di puncak.


mendengar teriakkan dari Liu, Chen segera menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menghadap Liu kembali.


“ boss kau tadi menyuruh ku untuk mencari tau tentang pria tua itu.. tapi sekarang kau malah marah pada ku.. apa salah ku boss aku hanya ingin ke kamar ku untuk mengambil laptop ku agar aku lebih mudah mencari tau tentang pria tua yang kau maksud itu boss” ujar Chen panjang lebar yang sudah mulai kesal pada bosnya itu. siapa yang salah siapa yang kena amarah.


andai saja Chen tidak memiliki hutang Budi pada Liu. karena dulu Liu lah yang telah merawatnya hingga sekarang. pasti Chen akan melawan Liu meski dia harus mati sekalipun. tapi Chen cukup sadar diri jika bukan karena Liu mungkin sekarang ia sudah tiada. ia juga sudah memaklumi sikap Liu yang seperti monster tak berperasaan itu.


mau sekesal apapun Chen pada Liu pasti akhirnya akan berbaikan kembali. ya meskipun harus Chen terlebih dahulu yang meminta maaf.

__ADS_1


__ADS_2