
seperti yang di inginkan oleh Liu malam ini Aqila akan tidur bersamanya di kamar Liu. Aqila tidak merasa keberatan jika harus tidur bersama Liu, lagi pula sebelumnya mereka pernah tidur bersama. hanya tidur, tidak lebih. itulah perjanjian mereka sebelumnya.
“ jadi apakah sekarang aku sudah boleh bertanya lagi? ” tanya Aqila saat dirinya dan Liu sudah berada di dalam kamar, dan bersiap untuk tidur.
“ kemarilah ” ujar Liu menunjuk tempat disampingnya, meminta Aqila untuk tidur di sebelahnya.
Aqila berjalan mendekati Liu, dengan perlahan naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelah Liu. meskipun sedikit agak canggung, tapi rasa penasaran Aqila lebih penting saat ini.
“ apa yang ingin kau ketahui ” tanya Liu lembut saat Aqila sudah berada di sebelahnya.
“ semuanya ” balas Aqila cepat.
dengan malas Liu mengangguk dan berkata
“ baiklah, Tanyakan saja apa yang ingin kau ketahui ”. ujar Liu dengan menarik Aqila agar lebih dekat dengan dirinya.
“ di mana orang tuamu? ”. Tanya Aqila dengan ragu-ragu takut Liu tersinggung dan marah.
“ bukankah Chen tadi sudah bilang, jika ibuku itu dulu korban pemerkosaan. aku tidak tahu siapa ayah ku dan aku juga tidak pernah ingin mencari tahu tentang dirinya. ” balas Liu sambil berusaha untuk memeluk Aqila.
__ADS_1
“ Lalu ibumu di mana? dan dari mana kau tahu tentang kisah ibumu? ” Tanya Aqila lagi sambil berusaha menahan Liu yang memeluknya dengan sangat erat.
“ ibuku telah tiada, dan aku mengetahuinya sesaat sebelum ibuku tiada. *ibuku yang memberitahu semuanya padaku ”
“ lalu kisah Chen*? ” tanya Aqila menatap intens wajah Liu.
“ entahlah, Chen baru mengetahuinya setelah dia mencari tahu sendiri siapa orang tuanya.”
“ lalu bagaimana bisa kau menyimpulkan jika Chen adalah anak hubungan gelap. ” tanya Aqila lagi.
“ menurut Chen seperti itu, karena saat itu Chen menemukan orang tuanya dengan keluarganya masing-masing. dan setelah di selidiki ternyata dulu orang tua Chen memang pernah memiliki hubungan. ”
“ mengapa tidak ditanyakan Secara langsung saja kepada orang tua Chen. ” tanya Aqila tambah penasaran.
Aqila membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Liu. Chen tega menghabisi orang tuanya sendiri? oh ini benar-benar gila.
“ lalu kapan kau dan Chen pertama kali bertemu ? ” Tanya Aqila lagi setelah berhasil mengatasi keterkejutannya.
“ saat usiaku 10 tahun dan usia Chen 7 tahun di pantai asuhan dimana Chen dibesarkan. ”
__ADS_1
“ mengapa kau bisa pergi kesana? apa yang kau lakukan? ” tanya Aqila.
“ *mereka mengirim ku kesana, karena usia ku yang masih muda dan belum bisa mengurus usaha peninggalan ibuku. ”
“ mereka? mereka siapa*? ”
“ *entahlah, aku tidak tahu. tetapi saat ini mereka telah tiada. ”
“ kau yang menghabisi mereka*? ” tanya Aqila, dan berharap tebakannya tersebut salah.
“ mereka berusaha mengambil alih perusahaan ibuku. dan aku tidak rela jika itu terjadi. ”. balas Liu santai.
Aqila menghela nafas panjang, dugaannya ternyata benar. Liu yang telah membunuh mereka.
“ apakah sudah selesai? ” tanya Liu saat dirinya merasa semua yang ingin di ketahui Aqila telah terpenuhi.
“ sekarang giliran diriku yang bicara ” ujar Liu sembari membenarkan posisi tidurnya.
belum sempat Aqila menjawab, dirinya sudah di buat terkejut, saat dengan tiba-tiba Liu mengecup bibirnya.
__ADS_1
“ apa yang kau lakukan? ” tanya Aqila sambil berusaha menjauh dari Liu. bukanya menjauh Liu malah semakin memeluk erat tubuh Aqila.
“ dengar, aku tidak tahu apa itu lamaran. yang aku ketahui hanyalah pernikahan. jadi aku tidak perlu melamar dirimu, aku hanya akan menikahi mu. jadi persiapkan dirimu karena tidak lama lagi kita akan menikah. ” ujar Liu lalu mengecup kening Aqila sedikit lama.