Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 98 : Alhambra


__ADS_3

Farhan memandangi kedua anaknya yang sedang duduk berhadapan didalam pesawat yang dia sewa dari Barcelona menuju Granada. Awalnya mereka sudah berencana untuk naik kereta menuju kota yang berada dikawasan otonomi Andalusia itu, tapi lama perjalanan membuat Farhan berpikir ulang, mengingat kondisi kesehatannya juga, dijam-jam akhir keberangkatan pria itu mengubah rencana dengan memutuskan menghubungi sebuah agen perjalanan meminta disiapkan pesawat dan seorang pemandu wisata.


Farhan masih menatap anaknya secara bergantian mencoba mencari kemiripan antara dirinya Rea dan Elang, ia menekuk jari telunjuknya didepan bibir seperti sedang berpikir keras, pria itu kemudian sadar tidak menemukan kemiripan yang spesifik antara anaknya dengan dirinya sendiri, baginya Elang lebih mirip Maya dan Rea lebih mirip Lidia.


Elang memandang ke arah ayahnya, laki-laki itu tersenyum kepadanya tapi anak itu hanya merapatkan bibirnya kemudian kembali melihat buku yang sedang dipegang Rea.


Farhan tidak berniat menanyakan perihal apa yang anaknya lakukan berdua semalam, karena Ia sudah tahu jelas jawabannya, lagipula menanyakan hal itu pasti akan merusak suasana liburan mereka.


Rea masih antusias membaca buku yang diberikan oleh pemandu wisata mereka tentang sejarah Alhambra , dia sudah tidak sabar menunggu pesawat yang ditumpanginya mendarat di kota yang secara geografis berada di kaki gunung Sierra Nevada itu.


Setelah sekitar satu jam menembus awan dan angkasa akhirnya pesawat mereka mendarat mulus di bandara Jaen airport Granada, sebuah van berwarna putih sudah menunggu untuk membawa mereka ke Alhambra.


❤❤❤❤❤


"Alhambra adalah sebuah kastil yang merupakan salah satu bukti peninggalan kejayaan Islam di Spanyol, letaknya di bukit La Sabica Granada. Alhambra sendiri berasal dari bahasa Arab Al-hamra yang berarti kastil merah, ini bisa dilihat dari lantai dan dinding kastil yang berwarna kemerahan jika terkena paparan cahaya matahari."

__ADS_1


Rea mendengarkan dengan antusias penjelasan dari sang pemandu wisata saat berada didalam van, wajahnya terlihat berseri.


Sampai di Alhambra Rea berjalan mendahului semua orang, seperti tak sabar untuk menjejaki kastil peninggalan kerajaan muslim di Spanyol itu, ia berulang kali meminta untuk difoto dengan background bangunan megah yang terdiri dari komplek istana dengan benteng kokoh disekelilingnya itu.


Sesekali gadis yang matanya terlihat berbinar bahagia itu meminta hanya difoto berdua bersama kakaknya, Farhan membiarkan Rea melakukan apa yang diinginkannya dan lebih memilih duduk dibangku yang ada disana sambil melihat anaknya menikmati waktu berdua.


Farhan tahu dengan jelas Elang dan Rea belum mengakhiri hubungan mereka, tapi ia lebih memilih untuk melupakan kenyataan itu untuk sesaat, ia ingin benar-benar fokus berlibur dan melihat kedua anaknya senang.


Rea berjalan menyusuri taman bunga yang sangat Indah masih didalam komplek kastil Alhambra, dia menarik tangan Elang untuk berfoto di Hausyus Sibb sebuah taman dengan patung-patung singa yang melingkari sebuah kolam dan dari mulut singa-singa itu memancar air yang mirip dengan air mancur.


Elang terlihat menoleh memastikan dimana keberadaan ayahnya, setelah merasa mereka jauh dari jangkauan mata Farhan cowok itu menggandeng tangan Rea. Gadis itu tersenyum mengaitkan jemarinya dijemari kakaknya, mereka berjalan bersama menuju ke benteng kastil melihat panorama kota Granada dari sana.


Cowok itu mengusap lembut rambut gadis disampingnya "Pasti kamu bahagia keinginanmu kesini bisa terpenuhi."


"Hem... bahagia sekali, apalagi bisa pergi dengan dua orang yang aku sayangi," jawab Rea, tangannya sibuk membetulkan rambutnya yang tergerai dan tertiup angin.

__ADS_1


Elang bergeser kebelakang gadis itu, mengambil rambut Rea dengan kedua tangannya kemudian memakai jemarinya untuk menyisir rambut adiknya. Tangannya mengadah meminta ikat rambut Rea, gadis itu merogoh kantong bajunya memgambil benda yang diminta kakaknya.


Rea tersenyum saat mendengar kata selesai dari bibir Elang, jika dulu cowok itu mengepang rambutnya, sekarang Elang membuat model ponytail untuk dirinya.


"Terima kasih," ucapnya sambil menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri membuat rambutnya benar-benar mirip seperti ekor kuda.


Mereka kembali menikmati pemandangan kota Granada dari sana.


"Aku sudah tidak sabar untuk menikmati makan malam di sublimotion," bisik Rea.


"Yakin perut kecilmu itu bisa menghabiskan dua puluh jenis makanan yang akan dihidangkan disana?" ledek Elang.


Gadis itu hanya tertawa "Entahlah, aku hanya ingin merasakan pengalaman makan masakan chef ternama."


Pict :Alhambra

__ADS_1


Taken from : Google



__ADS_2