
Taxi yang membawa keempat gadis itu berhenti didepan gerbang rumah Rea, mereka turun kemudian masuk ke halaman rumah , tidak lupa Rea membawa tentengan pesanan mamanya yang dia beli tadi sewaktu perjalanan pulang, sengaja dia membeli lebih karena merasa banyak orang dirumah.
Rea meminta ketiga temannya masuk, betapa terkejutnya dia saat masuk dan melihat mamanya sedang mengobrol dengan dua orang gadis yang terlihat sudah menggunakan pakaian santai.
Sontak kedua gadis itu berdiri menghambur memeluk Rea
Rea tersenyum girang, mereka berpelukan sambil berputar-putar seperti orang yang sedang merayakan kemenangan.
"Kapan kalian datang?" tanya Rea kemudian
"Tadi siang, kita dengar kabar kamu masuk rumah sakit jadi kita langsung kesini, ya kan Vy" ucap Lisa
"Iya, kita kawatir banget tau ga Re, eh malah kamu nya baru keluar RS udah pergi jalan-jalan" Ivy menggelembungkan pipinya
Rea tertawa "maaf, salah siapa kalian tidak ngasih kabar dulu"
"Oh ya kenalkan ini temen-temen aku" lanjut Rea sambil memperkenalkan temannya satu sama lain
Rea mendekat ke mamanya yang dari tadi hanya duduk tersenyum melihat banyak gadis dirumahnya malam ini , memberikan pesanan mama nya yang sebenarnya hampir lupa dia beli tadi
"Ini udah malam banget mending kalian naik ke atas buat tidur, Rea juga baru keluar dari rumah sakit udah kluyuran dasar " Lidia mencubit pipi anaknya
"Kamar Rea udah dikasih bed tambahan sama pak Rahmat jadi kalian bisa pesta piyama malam ini" lanjut Lidia kemudian masuk kedalam
Sontak Rea meloncat kegirangan, kemudian mengajak teman-teman nya naik ke atas.
Mereka menghambur ke kasur, Rea masuk ke kamar mandi untuk cuci muka. Dari dalam kamar mandi dia mendengar temannya sudah mulai berbaur dan saling bercerita.
"Kok kalian pulangnya malam banget, apa ga dimarahi sama mama papa kalian?" tanya Lisa
"Soalnya Rea juga balik dari kencan nya malam banget, kita nunggu pajak jadian dari dia, lagian tante Lidia udah ijin ke orang tua kita buat nginep disini jadi ortu kita udah tau" jawab Sevia
"Pajak jadian? Rea punya pacar, siapa? Apa dia jadian sama Arkan?" tanya Lisa lagi
Rea yang sedang membilas busa sabun di wajahnya sontak kaget mendengar pertanyaan Lisa.
"Bukan, dia pacaran sama Elang" sahut Cindy
"Apa Arkan suka sama Rea?" tanya Vira penasaran
"Yah masa kalian ga tau sih, bukan nya udah keliatan jelas, dimana ada Rea disitu pasti ada Arkan" jawab Ivy
__ADS_1
Rea keluar kamar mandi dengan berkalungkan handuk di lehernya, mendekat ke lemari mengambil piyama untuk ganti.
"Bisa-bisanya ya kalian ngomongin orang, tanpa mikir orang itu lagi ada di dekat kalian, mana kedengeran lagi" Rea sedikit Sewot
Teman-teman nya hanya tertawa
"Lagian kamu kok tega sih Re, bukannya kamu tau Arkan suka sama kamu, eh malah jadian sama cowok lain" Lisa memandang heran ke arah sahabat nya itu
Sontak yang lain juga memandang ke arah Rea, penasaran akan jawabannya , tapi sayang gadis itu hanya terdiam tidak ada jawaban keluar dari bibirnya.
"Kalian bawa piyama ga?" Rea malah bertanya hal lain ke Sevia Cindy dan Vira
Ketiga temannya menggelengkan kepala
"Pilih satu yang kalian suka" ucap Rea sambil membuka lebar lemari pakaian nya
Ketiga gadis itu berjalan mendekat
"Dari sini ke sini belum pernah aku pakai jadi pilih aja yang ini" ucap Rea sambil menggerakkan tangannya menunjukkan batas piyama di lemari nya yang masih baru dan sudah pernah dia pakai
Mereka mengambil satu-satu kemudian berganti pakaian, Rea keluar kamarnya untuk mengambil makanan dan minuman untuk temannya, diruang makan dia melihat tante Laras dan mama nya masih duduk berdua sambil menikmati martabak yang dia beli tadi, Rea masuk ke dapur kemudian keluar membawa beberapa botol air mineral.
"Arkan belum pulang tante?" tanya Rea penasaran
Rea hanya terdiam kemudian berjalan berlalu naik ke atas
"Eh ini bawa sana" Lidia menyerahkan Martabak lebih yang dibeli anaknya
"Dan ini obat kamu, tadi siang mama lupa, kamu ga minum obat berarti" lanjut Lidia
"Obat apa sih ma, orang Rea udah sehat gini"
"Ih udah diminum aja, vitamin mungkin mama juga ga tau"
Rea menerima kantong plastik bersablon nama rumah sakit tempat dia dirawat dua hari kemarin, kemudian naik keatas.
"Demi apa jam 12 malam gue makan martabak manis kayak gini" ucap Ivy
"Udah tenang aja sekali-sekali, aku yang gampang gemuk aja santai" balas Sevia
Mereka makan sambil saling bercerita, dari tentang sekolah mereka, tentang cowok, bahkan tentang gosip yang tengah heboh dikalangan ABG seusia mereka.
__ADS_1
Semua gadis dikamar itu sudah merebahkan diri mereka ke kasur, merasa mengantuk.
"Aku besok pengen pergi makan makanan khas kota ini Re, terus belanja dijalan yang terkenal itu" ucap Lisa
"besok atau hari ini?" tanya Rea disertai gelak tawa mereka, tersadar kalau hari sudah berganti. Alhasil mereka tertidur saat sudah hampir pagi.
******
Rea bangun lebih dulu dari ke lima orang temannya, melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul 8 pagi, pelan-pelan dia keluar kamar agar tidak mengganggu temannya yang masih terlelap tidur.
Rea menuruni anak tangga untuk pergi ke dapur, dipertengahan anak tangga dia berpapasan dengan Arkan yang akan naik ke kamarnya. Cowok itu hanya diam, bahkan tidak menyapa.
"Semalam kamu pulang jam berapa?" Rea mulai bertanya lebih dulu
Arkan yang sudah berjalan menaiki tiga buah anak tangga diatas Rea menoleh
"Jam 1 pagi"
Rea menatap ke arah Arkan, merasa cowok itu yang sedang mencoba bersikap dingin ke dia.
"Hari ini aku mau balik ke kos setelah mengantar mama ke Bandara" ucapnya yang membuat Rea sedikit terkejut.
Gadis itu naik mensejajari Arkan "kamu kenapa kemarin ga ke rumah sakit? kamu tau kan kemarin aku sudah boleh pulang"
"Kamu kan mau pergi sama Elang, buat apa aku kesana?" jawab Arkan ketus "kamu pikir cuma kamu yang bisa bersikap seenaknya?"
"Seenaknya? maksud kamu apa sih Ar aku ga ngerti"
"Jangan pura-pura ga ngerti apa yang gue rasain ke loe"
"Kamu marah?" tanya Rea yang merasa ada perbedaan di gaya bahasa Arkan
"Udahlah gue males ngomong sama elo"
Rea memegang lengan tangan Arkan, belum sempat berbicara cowok itu sudah menghempaskan tangan Rea sampai membuat gadis itu limbung, badannya hampir jatuh, Arkan menarik Rea kepelukannya, sayang tangannya tidak berpegangan pada pegangan anak tangga kakinya juga tidak berpijak sempurna membuat mereka berdua jatuh terguling-guling dari atas anak tangga.
" Brukkkk"
Badan Arkan membentur lantai saat tepat mendarat dibawah, sementara Rea yang ada diatas badannya terlihat terkejut.
Gadis itu syok melihat Arkan yang jatuh membentur lantai matanya terpejam.
__ADS_1
"Arkaannnnn" Rea berteriak histeris