Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 21 Janji Arkan


__ADS_3


"Sayang, apa kamu tidak mau cerita, apa yang kamu bicarakan dengan Farhan kemarin ?" tanya Laras ke suaminya.


Andi duduk disofa, menghela napasnya kasar. Kemudian mulai bercerita ke istrinya bahwa Farhan akan tetap memanfaatkan Rea untuk menemukan anaknya Langit, setelah Langit ditemukan, dia berniat menceraikan Lidia, kemudian menuntutnya karena perselingkuhan dan menyembunyikan fakta selama ini bahwa Rea bukan anak kandungnya, Farhan juga berniat akan mengirim Rea jauh dari sini setelah lulus SMA, dan memastikan anak itu tidak akan kembali ke negara ini.


Laras sedih mendengar cerita suaminya, Air mata sudah menggenang di pelupuk mata wanita itu.


"Bagaimanapun juga, Rea sudah aku anggap seperti anak sendiri, anak itu tidak tahu apa-apa tentang masalah orang tuanya, kenapa dia harus menerima semua akibat ini?" air mata Laras menetes, Andi segera memeluk istrinya erat.


"Kenapa Farhan berubah tiga ratus enam puluh derajat, Farhan yang aku kenal dulu baik, pengertian, dan berhati hangat tapi kenapa sekarang dia bisa memiliki pikiran sekejam itu?" lanjut tante Laras, om Andi makin mendekap erat pelukan ke istrinya.


Arkan yang dari tadi mencuri dengar dari luar pintu menerobos masuk, membuat kaget Laras dan Andi yang masih berpelukan.


"Jadi ini alasan papa tiba-tiba mengijinkan aku untuk pindah? papa tau rencana om Farhan untuk membuang Rea jauh? Papa ingin memberikan aku kesempatan terakhir untuk bisa bersama dia sebelum selamanya aku tidak bisa bertemu dengan dia?"


Anak sulung mereka terlihat sangat marah, Laras langsung menjauhkan badannya dari sang suami untuk menghampiri anak laki-lakinya itu.


"Arkan dengarkan penjelasan papamu dulu," ucap Laras berusaha menenangkan anaknya itu.


"Arkan, kamu tau papa dan mama sudah menganggap Rea seperti anak kandung kami sendiri? Papa tidak akan sampai hati membiarkan hal itu terjadi."


"Kenapa bisa om Farhan punya pikiran sekejam itu? apa salah Rea?," tanya Arkan dengan nada emosi ke orang tuanya.


Laras berjalan mendekat, merengkuh tengkuk Arkan kemudian menyandarkan kepalanya di pundak anak laki-lakinya itu, tapi anak itu terlalu marah, ia melepaskan pelukan mamanya kemudian keluar meninggalkan orang tuanya yang hanya bisa tertegun diam.

__ADS_1


Arkan berlari keluar rumah utama lalu duduk dipinggir kolam renang yang masih berada didalam rumahnya, Laras mendekat kemudian duduk disebelah anaknya, memandangi wajah Arkan yang sedang diam menatap air di kolam.


"Mah..,"


"Iya," Laras membelai lembut anak laki-lakinya itu.


"Aku berjanji sama mama, aku akan belajar dengan benar, aku akan kuliah sesuai dengan jurusan kemauan papa dan mama, aku akan berusaha menjadi orang yang tidak akan mengecewakan kalian, tapi-----"


Untuk sesaat Arkan terdiam, menatap lekat wajah wanita yang melahirkannya.


"Tapi apa?" tanya Laras.


"Tapi setelah aku sukses, biarkan aku menikahi Rea," ucap Arkan.


"Aku benar-benar ingin melindungi gadis itu mah, mama mungkin tidak tau, tapi aku tau dia kesepian, mungkin sampai sekarang setiap malam dia menangis sendirian dikamarnya, dia bisa tersenyum padahal sebenarnya dia sangat sedih."


Laras hampir menangis mendengar kalimat yang diucapkan anaknya soal Rea dan membayangkan semua ucapan Arkan.


"Mama menyukai Rea, dia anak yang baik, jadi kamu harus benar-benar pegang janji kamu ke mama, kamu akan jadi orang sukses, mama ga mau sampai Rea tidak bahagia besok jadi menantu mama," ucap Laras sambil masih mengelus rambut anaknya.


Arkan tersenyum menatap wanita yang melahirkannya itu, setidaknya dia tau kalau mamanya juga menyukai gadis yang dia sukai.


❤❤❤❤❤


Beberapa tahun yang lalu

__ADS_1


Arkan mengingat kejadian yang lalu dimana saat itu ulang tahun Rea yang ke sebelas, kakeknya membuatkan pesta ulang tahun sederhana dirumahnya, ayahnya tidak datang bahkan ibunya sekalipun lebih mementingkan pekerjaannya, Rea terlihat tetap tersenyum bahagia sampai pesta selesai dan gadis itu masuk kedalam kamarnya, ia menangis di samping tempat tidurnya dengan baju pesta ulang tahun yang masih dia pakai, meringkuk dikelilingi tumpukan kado dari orang-orang yang datang ke pestanya, Rea menangis memanggil mama dan ayahnya, sementara Arkan hanya bisa menatap iba gadis itu dari balik pintu.


-


-


-


-


-


-


-


-


**Edited 24/6/2020


Sorry ya reader mungkin di chapter awal aku belum bisa konsisten bikin minimal 1000 kata, karena MLB ini novel pertama yang aku tulis, tapi di chapter atas aku udah berusaha mulai konsisten.


Terima kasih sudah mampir


JANGAN LUPA LIKE 👍**

__ADS_1


__ADS_2