Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 34 Jeda Hari Ketiga


__ADS_3


Pagi itu seluruh siswa sudah berbaris rapi, bersiap untuk jalan santai, Rea juga sudah berbaris diantara temannya yang lain, matanya terlihat mencari seseorang, ternyata yang sedang dia cari tengah berjongkok membetulkan tali sepatunya.


Flash back


Jam menunjukkan pukul 7 malam, Rea duduk didalam mobil kemudian mengirim pesan


Maaf, tadi pagi aku lupa membawa seragam olah ragamu, kebetulan aku sedang ada didekat kafe mamamu, nanti aku titip ke karyawan kafe ya


Tidak ada balasan


"Pak Rahmat, tunggu bentar ya, aku cuma mau nitipin Kaos aja kedalam"


Pak Rahmat menganggukan kepala, Rea kemudian masuk kedalam kafe, notifikasi pesan chat di HPnya berbunyi


Naik aja ke lantai 2


Rea kemudian naik ke lantai dua, Elang sudah ada diatas, bersandar pada pagar pembatas balkon. Rea mendekat, sekarang sudah berdiri disamping Elang, gadis itu menggerak-gerakan bungkusan ditangannya ke tangan Elang.


Elang menoleh kemudian menerima bungkusan itu.


"Maaf ya tadi pagi ketinggalan "


"Besok di sekolah kan bisa"


"Gapapa sekalian lewat jadi aku mampir"


Rea menyadari ada sesuatu di lihat dari raut wajah Elang.


"Apa ada masalah?" tanya Rea


Elang terdiam, Rea merasa terlalu ikut campur kalau harus mengulangi pertanyaan nya barusan

__ADS_1


"Re, apa yang akan kamu lakuin kalau mengetahui fakta bahwa orang yang selama ini kamu anggap keluarga ternyata bukan keluarga aslimu?"


Rea sedikit terhenyak akan pertanyaan yang di ucapkan Elang, cowok itu sekarang sudah memandang Rea dengan mata yang menunggu akan jawaban.


"Bukankah lebih baik mengetahuinya meskipun itu sakit? daripada seumur hidup seperti orang bodoh karena tidak tau apa-apa"


"Bagaimana kalau ternyata ayahmu bukan ayah kandungmu?"


Jantung Rea seperti tersengat listrik, hampir berhenti saat mendengar ucapan Elang.


"Aku akan berterima kasih kalau dia selama ini menyayangi ku seperti anak kandung nya, karena di luar sana banyak juga anak kandung yang diperlakukan seperti anak tiri"


Elang hanya terdiam mendengar jawaban Elang.


"Lalu apa aku boleh bertanya? "


"Hem.."


"Aku akan berterima kasih" jawab Elang sambil tersenyum


"Ah.. kau hanya mengulangi jawabanku" sahut Rea sedikit kesal.


Elang sudah tersenyum lebih lebar, tapi wajahnya menunjukkan ada beban yang masih dia pendam.


Flash back off


"Oh ya besok study wisata apa kalian udah packing?" pertanyaan Sevia membuyarkan lamunan Rea


"Belum" sahut Cindy dan Rea bersamaan, membuat mereka bertiga tertawa


Tiba-tiba dari arah belakang Ken berlari melewati barisan anak-anak yang lain menghampiri Rea, menempatkan diri ditengah memeluk pundak Rea dan Cindy.


"Apa bangku di bus kelas kalian masih ada yang kosong?" tanya Ken penasaran

__ADS_1


"Kita malah belum tau" jawab Cindy


"Hem.. mungkin setelah acara jalan santai ini selesai baru ada pembagian tempat duduk untuk study wisata kalian besok"


"Semoga ada kursi kosong di bus kalian"


Ken tersenyum sambil berbalik kembali ke barisan kelasnya, membuat tiga sekawan itu heran.


"Kenapa dia kayak itu?" tanya Cindy


"Paling dia berharap satu bus sama Elang" sahut Sevia


"Maksudmu dia ikut study wisata kelas XI?" tanya Cindy lagi


"Iyalah, apalagi?"


Rea hanya diam saja dari tadi tidak ada minat untuk ikut berkomentar, masih memikirkan pembicaraan nya dengan Elang semalam.


Beberapa rombongan siswa sudah ada yang sampai ke sekolah, termasuk kelas XI-2, Rea tidak langsung ke kelas, dia berbelok ke kamar mandi.


Bu Anisa masuk kedalam kelas membawa selembar kertas berisi denah tempat duduk di dalam bus, kemudian mempersilahkan muridnya untuk memilih sendiri tempat duduk mereka berpasangan, tapi karena jumlah siswa dan siswi ganjil, akan ada satu siswa dan siswi yang duduk bersebelahan.


Rea dan Elang menatap kertas denah yang ditempel di papan tulis. Melihat nama mereka entah siapa yang menulis.


"Kamu tadi kemana?" bertanya kenapa bisa namanya tertulis bersebelahan dengan nama Rea


"Aku cuma ke kamar mandi, kamu sendiri kemana?"


"Aku hampir pingsan karena dari kemarin ga makan, jadi aku ke kantin dulu"


"Kenapa mereka jahat sekali, apa aku ini masih dianggap teman ha???" Rea marah menatap ke arah Cindy dan Sevia


Mereka hanya mengucapkan kata maaf tanpa bersuara.

__ADS_1


__ADS_2