
Seperti yang sudah direncanakan dengan sang ayah, Rea terbang ke Spanyol untuk mengisi liburan kenaikan kelasnya.
Menggunakan penerbangan komersial Farhan memilih Barcelona sebagai kota pertama yang dia tuju untuk mengajak kedua anaknya bersenang-senang.
Lama perjalanan yang hampir memakan waktu delapan belas jam beserta transit itu cukup melelahkan bagi Rea dan Elang, sadar akan hal itu Farhan sudah membooking kamar hotel dikota yang di klaim paling banyak dikunjungi di Spanyol itu.
Rea membuka gorden kamarnya, memandang bangunan-bangunan yang jarang dia temui di tanah kelahirannya. Bibirnya tersenyum untuk kali pertama dia bisa merasakan seperti anak lainnya, berlibur dengan keluarga meskipun tanpa sang mama.
Keesokan paginya mereka berjalan-jalan sambil menikmati bangunan tua yang sangat indah di La Ramblas , Rea sangat bahagia apalagi dua orang yang disayanginya terlihat sedang berjalan mengikutinya dari belakang, sesekali gadis itu meminta Elang untuk mengambil foto dirinya dan Farhan.
Dari sana mereka berjalan sampai ke Plaça de Catalunya yang merupakan alun-alun atau sering dikenal dengan pusat kota tua di Barcelona, Elang dan Farhan menikmati pemandangan kota sambil melihat Rea berbelanja, gadis itu dengan suka cita tanpa memikirkan mengeluarkan sepeserpun uang memilih barang-barang dari satu toko ke toko yang lain, meminta ijin ke ayahnya membelikan beberapa barang juga untuk mama dan teman-temannya.
Rea juga membeli kaos couple untuk dipakai ayah, Elang dan dirinya, permintaan anak gadisnya terdengar konyol bagi Farhan, tapi demi membuat Rea bahagia akhirnya laki-laki itu mau mengenakan kaos pilihan anaknya, Rea juga memilih sebuah jaket untuk Elang dan tidak lupa membelikan satu untuk sahabat yang sangat disayanginya.
Puas berjalan-jalan mengelilingi beberapa tempat di Barcelona Mereka memilih kembali ke hotel untuk beristirahat, menyiapkan tenaga karena besok mereka masih harus melakukan perjalanan selama delapan jam ke Granada lalu menuju tempat yang sangat ingin dikunjungi Rea yaitu Alhambra.
Rea sedang duduk didalam kamarnya, tiba-tiba terdengar suara ketukan, gadis itu mendekat mencoba melihat dari lubang pintu, ternyata Elang sudah berdiri disana, cowok itu memintanya untuk memakai jaket, lalu mengajaknya keluar dari hotel, mereka berjalan menyusuri jalan disekitar sana sambil bergandengan tangan.
"Kita seperti sedang back street," ucap Rea sambil tersenyum "Pergi berdua tanpa sepengetahuan ayah." lanjutnya.
Elang memilih menjawab pertanyaan gadis itu dengan sebuah senyuman.
Mereka berhenti melangkah saat melihat adanya kerumunan didepan jalan yang akan mereka lalui, ternyata disana ada seorang pengamen jalanan yang tengah menyanyikan sebuah lagu tentu saja dalam bahasa Spanyol.
Keduanya mendekat untuk mendengarkan lagu yang sama sekali tidak mereka pahami artinya. Rea dan Elang hanya tau satu kalimat dari lagu yang dinyanyikan pengamen yang terlihat berusia dua puluhan tahun itu "yo te amo" rangkaian kata yang dalam bahasa Indonesia berarti aku mencintaimu.
Rea masih mendengarkan lagu yang terdengar sangat manis ditelinganya itu, sampai tak menyadari Elang sudah tidak berada disebelahnya, gadis itu sedikit panik memutar kepalanya sambil berjinjit mencari keberadaan cowoknya diantara kerumunan orang.
Ia mundur kebelakang dan merasa lega mendapati Elang yang sepertinya sedang menanyakan sesuatu ke warga asli Barcelona, terlihat Elang tersenyum sambil menundukkan kepala bibirnya mengucapkan kata gracias.
Elang mendekati Rea kemudian menggandeng tangan adiknya untuk berjalan kembali.
"Kamu kenapa mengucapkan terima kasih kepada orang tadi, apa yang kamu tanyakan?" tanya Rea penasaran.
"Aku hanya menanyakan dimana bisa mendapatkan makanan seperti yang dia pegang tadi."
Rea mengernyitkan dahinya, ia heran karena yakin betul mereka sudah makan malam tadi.
"Memangnya makanan apa yang dia pegang?" tanya Rea sambil membalikkan badannya berjalan mundur sambil menggenggam tangan Elang.
"Pin...chi..tos dan Bocadillo," jawab Elang yang seperti kesusahan mengingat nama makanan itu lalu tersenyum. Ia berbohong kepada Rea, bukan soal makanan yang ditanyakannya ke warga Barcelona tadi.
__ADS_1
"Aku mau Churros dengan saus coklat," ucap Rea sambil menelan salivanya membuat Elang tertawa sambil menepuk lembut pucuk kepala gadis itu.
Rea tetap berjalan dengan cara mundur kebelakang membuatnya berhadapan dengan Elang yang masih memegang erat jemari tangannya, ia tidak sadar menginjak sesuatu yang membuatnya hilang keseimbangan dan hampir terjengkang kebelakang, beruntung dengan sigap Elang menarik tangannya.
Namun tarikan Elang terlalu kencang sampai membuat mereka saling berpelukan. Rea dan Elang terdiam cukup lama, mengacuhkan orang-orang yang lalu lalang melewati mereka, hanya terdengar suara detak jantung Elang ditelinga Rea yang memang sedang berada didada cowok itu.
"Re,"
"Hem..,"
"Kamu menginjak kakiku," ucap Elang.
Spontan Rea berjingkat lalu melepaskan tangannya yang melingkar dipinggang cowok itu, bibirnya hampir mengucapkan kata maaf tapi Elang terlebih dulu menundukkan kepalanya dan menempelkan bibirnya ke bibir gadis itu, memberikan kecupan sekilas disana.
Rea terdiam matanya berkedip berkali-kali seperti heran dengan apa yang tengah dia alami, bahkan ini bukan kali pertama Elang menciumnya tapi tetap saja ia selalu merasa grogi.
Elang tersenyum melihat wajah gadis didepannya yang berubah menjadi merah, cowok itu menangkupkan tangannya ke pipi Rea.
"Sepertinya aku semakin jatuh cinta kepadamu, apa yang harus aku lakukan?" bisiknya dalam hati.
"Ayo kita cari pon..ci..toss," Rea mencoba mengeja makanan yang dia dengar tadi.
"Pinchitos bukan Poncitos," ucap Elang membenarkan ucapan gadis manis dihadapannya.
Gadis itu tertawa melingkarkan tangannya dilengan Elang. Mereka masih terus berjalan menyusuri trotoar.
"Lang, aku senang bisa menghabiskan malam di tempat asing bersamamu, aku tidak akan pernah melupakan hari ini seumur hidupku, sepuluh tahun lagi ayo kita kembali kesini."
"Sepuluh tahun lagi? Mungkin saat itu kamu sudah menikah, atau mungkin kita malah sudah memiliki pasangan sendiri-sendiri."
"Aku sangat bersyukur karena bisa menemukanmu, saat tau bahwa aku punya kakak aku benar-benar bahagia, untuk pertama kali dihidupku aku berpikir mungkin akan ada satu orang yang akan menyayangiku selain Arkan, yaitu kamu."
"Hem.. Arkan, dia cowok baik, aku yakin dia bisa menjagamu."
Rea menghentikan langkahnya, berdiri didepan Elang.
"Yo te Amo,"
Rea mengucapkan kata cinta dengan bahasa Spanyol tapi menggunakan jari telunjuk dan jempolnya untuk membentuk simbol cinta seperti dalam drama Korea.
__ADS_1
Elang tersenyum, senyuman paling manis menurut Rea.
❤❤❤❤❤
Sementara di hotel Farhan yang ingin berbicara kepada Elang mendapati anaknya itu tidak ada dikamarnya. Laki-laki itu lalu pergi menuju kamar Rea, ingin memberikan sesuatu ke anak gadisnya itu. Berkali-kali Farhan mengetuk pintu tetap tidak ada jawaban dari dalam. Ia hanya bisa menghela napas dan sudah bisa menebak kalau kedua anaknya itu pasti sedang pergi berdua.
Akhirnya laki-laki itu memilih kembali ke kamarnya, merebahkan badannya dikasur berukuran king size disana. Entah kenapa setelah bercerai dengan Lidia ia merasa begitu kehilangan, padahal tak sekalipun selama menjadi istrinya dia bersikap baik ke wanita itu.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Maaf ya kalau suasana Spanish nya ga kena, yang nulis belum pernah sama sekali ke Spanyol 😂😂😂
Jangan lupa
LIKE 👍
VOTE 🌟🌟🌟🌟🌟
FAVORITE ❤
__ADS_1