
Hari kedua jeda semester adalah lomba pidato dan lomba memasak, kedua lomba itu diadakan diwaktu yang bersamaan. Rea berjalan ke tempat lomba memasak diadakan, saat didepan kantin dia melihat Arkan yang sedang makan bersama beberapa teman kelasnya.
"Syukurlah dia tidak dibenci teman-temannya karena membantu kelasku kemarin" Rea
Saat Rea sampai, Cindy terihat panik, ternyata bahan masakan yang sudah mereka siapkan raib entah kemana, melihat teman nya panik Rea juga ikut panik.
"Yakin kamu taruh disini?" Rea menunjuk ke meja yang sengaja dikeluarkan dari ruangan yang akan digunakan untuk lomba.
"Iya Re, aku cuma tinggal bentar buat ambil serbet yang ketinggalan di kelas" jelas Cindy
"Terus Sevia dimana?"
"Sevia sedang ngasih tau Elang, gimana ini Re?" Cindy sudah terlihat hampir menangis
"Udah tenang Sin, disini dekat ga sama pasar atau supermarket?, mungkin kita bisa kesana beli"
"Agak jauh Re pasar dari sini" jawab Cindy
Sevia menemui Elang yang sedang nongkrong di kantin, menceritakan apa yang terjadi.
"Kalian ceroboh" kata yang pertama muncul dari mulut Elang, Sevia hanya tertunduk karena merasa ini salahnya juga.
Elang berfikir kalau harus mencari bahan lain pasti akan memakan waktu, matanya melihat ke arah bu Cik yang habis pulang belanja, melihat keranjang belanja bu Cik, kemudian menghampiri perempuan paruh baya itu.
"Bu, ini roti tawar siapa?saya beli ya?" Elang
"Jangan Mas, ini pesenan cucu saya, nanti dia nangis" sahut Bu cik
Elang juga melihat sosis dan sawi putih ditas belanja bu Cik.
"Bu, hari ini lomba memasak tapi bahan masakan kelas kami hilang, apa boleh roti , sosis dan sawi ibu saya beli, atau saya pakai dulu, nanti saya ganti"
Bu Cik terlihat berfikir, kemudian bertanya ke Elang
"Mas Elang mau bikin apa?" tanya bu Cik
"Sandwich bu"
Bu Cik kemudian masuk ke dapur tempat jualannya mengambil tas kresek,lalu memasukkan roti tawar, sosis dan sawi putih, mengambil saus dimeja, kembali lagi kedalam memasukkan satu wadah margarin yang sudah terbuka.
"Ini ambil" Bu cik menyerahkan kresek kepada Elang
__ADS_1
Elang segera memberikannya kepada Sevia, tapi Sevia malah bingung.
"Aku ga bisa bikin sandwich Lang"
Elang kemudian berlari meninggalkan Sevia dan teman-temannya menuju ruang lomba, Cindy dan Rea masih terlihat diluar.
"Ayo Sin, kita aja yang lomba" ajak Elang ke Cindy tanpa melihat Rea sama sekali, Rea hanya terdiam tidak menyadari Elang sedang mencoba bersikap dingin kepadanya.
Rea hanya bisa mengintip dari luar jendela seperti anak-anak yang lain, bergumam dalam hati "siapa sih yang ngambil bahan masakan Cindy?"
Arkan yang sedang makan, melihat kejadian dimana Elang meminta belanjaan bu Cik tadi. temannya yang baru saja kembali dari dekat sana untuk mengambil gorengan bercerita
"Bahan masakan buat lomba kelas XI-2 hilang, ga tau diambil siapa" ucap siswa itu
'"Eh busyet, masa ada maling disekolah kita" timpal anak yang lain
Rea berjalan meninggalkan ruangan lomba memasak, berjalan ke arah belakang sekolah, dia ingin beli jajan yang membuat dia ketagihan. sesampainya di depan laboratorium dia melihat Karmila dan geng nya sedang berkumpul. Rea cuek saja melewati mereka.
"Apa kelasmu bisa ikut lomba masak?" tanya Karmila sinis lalu teman geng nya tertawa
"Oh kalian biang kerok nya?"tanya Rea kesal, tau maksud perkataan Karmila.
"Loe punya masalah apa sih sama Cindy, apa orang yang loe sukai lebih menyukai Cindy?" Rea hanya menebak
Karmila sudah berdiri kearah Rea, mau menunjuk dahi Rea persis seperti yang dilakukannya ke Cindy dulu.
Tapi Rea langsung memelintir tangan karmila sampai gadis itu berteriak kasakitan.
"Jangan macam-macam sama gue, gue bisa bela diri tau, matahin tiga tumpuk batu bata cuma pakai satu tangan aja hal gampang buat gue apalagi matahin tangan loe" ancam Rea
"Lepas lepas lepas" teriak Karmila
Teman gengnya hanya terlihat ketakutan tanpa ngebantu apapun.
"Jadi orang ga usah suka nyusahin orang lain bisa ga loe? " Rea menghempaskan tangan Karmila
"Sekali lagi macem macem, gue pastiin loe bakal nyesel seumur hidup" ancam Rea sambil meninggalkan Karmila dan kroninya.
Rea berbalik kemudian bergumam dalam Hati "gila gue keren banget pasti tadi"
Tanpa Rea sadari fans beratnya sudah mengamati kejadian itu dari tadi.
"Gadis ku" bisik Arkan
__ADS_1
------
Arkan berjalan membuntuti Rea, melewati Karmila dan gengnya yang masih tertegun dengan kejadian yang mereka alami barusan, sebaliknya Rea malah masih bisa santai membeli Bakso tusuk meskipun baru saja mengalami kejadian yang agak sedikit tak mengenakkan itu.
"Ngapain sih?" tanya Arkan yang sudah berada di dekat Rea, gadis itu tidak menoleh sedikitpun hanya fokus menghitung jumlah bakso yang dimasukkan abang penjual kedalam plastik.
"Ar, liat nih" Rea agak mundur kemudian dengan sigap menangkap bungkusan yang dilempar dari luar pagar. Gadis itu berhasil kemudian tertawa girang.
Arkan hanya terdiam heran melihat kekonyolan yang baru saja dia lihat.
"Kamu mau beli ga? kalau ga ayo kita duduk disana"
Rea sudah berjalan meninggalkan Arkan
"Aku sudah sarapan tadi" susul Arkan
"Sarapan apa? iya aku tadi lihat, kayaknya kamu udah akrab dengan teman sekelasmu"
"Nasi Sop" jawab Arkan singkat
"Apa benar-benar enak? kayaknya semua anak suka" lanjut Rea
HP Rea berbunyi, ada notifikasi chat masuk, dari group kelasnya, gadis itu kemudian mengambil HP dari kantong Roknya, bingung karena tangannya memegang bungkusan bakso yang masih agak panas.
"Sini aku pegangin" Arkan sudah mengambil bungkusan bakso dari tangan Rea, gadis itu tersenyum sekarang karena bisa leluasa membuka HPnya.
Cindy ternyata mengirim sebuah foto ke group, foto masakan kelas mereka yang dilombakan, empat potong sandwich berbentuk segitiga disertai keterangan made in chef Elang. Rea hanya tersenyum tanpa sadar Arkan ikut membaca chat itu dari tadi.
Rea memalingkan wajahnya, sampai wajahnya dan Arkan sangat dekat, Rea kemudian memundurkan wajahnya kaget.
"Kepo banget sih"
Arkan hanya tersenyum
"Mana cowok yang kamu bilang kakak mu? Aku sudah penasaran ingin melihatnya dari kemarin "
"Ni kamu lihat aja dulu sandwich yang dia buat" sambil memberikan HP nya kemudian meminta bungkusan bakso nya
"Oh nama panggilannya Elang, tunggu jangan jangan kaos olahraga yang aku pakai kemarin punya dia?"
Arkan bingung dengan pikiran nya sendiri, menoleh ke arah Rea, baru saja mau berbicara tetapi gadis itu sudah berteriak sambil menepuk keras pundak Arkan
"Arkan..., kamu makan baksoku ya kan?"
__ADS_1
Arkan hanya tertawa melihat Rea yang sebal sadar beberapa biji bakso nya hilang.