
Elang memarkirkan mobilnya di basement sebuah Mall kemudian membukakan pintu untuk Rea, gadis itu senang saat pacarnya mengajaknya pergi untuk menonton bioskop, mereka berdiri diantrian tiket sambil bergandengan tangan, beberapa mata memandang iri ke arah mereka, bagaimana tidak mereka terlihat sangat serasi, dimana si cowok berpostur tinggi dan bertampang cool bak seorang model, sementara si cewek berkulit kuning langsat berwajah cantik dan imut, Rea memakai rok model hight waist polos berwarna hitam dan kemeja biru dengan aksen pita dikerah membuat dia terlihat sangat girly, rambutnya dia bairkan lurus tergerai dengan bando dikepala.
Mereka menikmati film Snow White and the Huntsman yang diputar dengan saling menyuapkan popcorn kemulut satu sama lain, mereka juga berbagi minuman dengan satu buah sedotan.
Setelah selesai menonton film mereka memilih untuk masuk ke area permainan di mall itu untuk bermain sebentar disana.
Elang mengajak Rea untuk bermain Street Basketball, gadis itu terlihat sedikit kesal karena dia beberapa kali gagal memasukkan bola ke dalam ring, sementara cowok disebelahnya satu lemparanpun tidak ada yang meleset, Elang tertawa melihat pacarnya cemberut kemudian berdiri dibelakang Rea, seperti memeluk dari belakang memegang kedua tangan pacarnya yang tengah memegang bola, dengan sedikit bantuannya ia mengarahkan tangan Rea untuk melempar bola kearah ring , gadis itu hanya bisa diam mengikuti gerakan tangan cowok yang wangi parfumnya membuat dadanya berdetak kencang itu, saat bola berhasil masuk kedalam ring barulah Elang melepaskan tangannya.
Rea masih terdiam sampai cowok itu menatapnya sambil melempar senyum manis, ia merasa malu dan memilih pergi menuju sebuah foto box.
Gadis itu menarik tangan pacarnya untuk segera masuk, mereka mengambil foto bersama dalam jumlah lumayan banyak yang akhirnya membuat keduanya menjadi bingung memilih foto mana yang ingin dicetak.
Beberapa kali mereka berdebat, Elang memilih foto Rea yang menurutnya imut, tapi gadis itu berkata difoto pilihan Elang wajahnya terlihat jelek, begitu seterusnya sampai sang penjaga foto box dibuat garuk-garuk kepala melihat tingkah mereka.
Setelah selesai dari foto box mereka kemudian beralih ke permainan hockey meja, lagi-lagi Rea cemberut karena Elang sudah beberapa kali membobol gawang miliknya, Elang hanya tertawa melihat muka Rea yang dia pikir jauh lebih imut jika sedang cemberut, kesal gadis itu menarik tangan pacarnya pergi menjauh dari permainan itu.
Rea berhenti didepan permainan pump it up, sambil tersenyum ke arah Elang dan mengajaknya untuk bermain permainan itu, terang saja cowok itu menolak. Elang lebih memilih duduk didekat sana sambil menjaga tas milik pacarnya.
Rea memasukkan beberapa koin kemudian mengikat rambutnya dan memilih melepas sepatunya, kakinya mulai menginjak papan dibawah sesuai dengan petunjuk dilayar.
Elang berpikir bahwa pacarnya itu memang punya tingkat kepercayaan diri yang tinggi, bagaimana tidak gadis itu akan mulai melompat-lompat diatas permainan itu yang pastinya akan dilihat orang-orang yang juga sedang bermain disana. Benar saja beberapa cowok terlihat mendekat melihat Rea yang mahir bermain game arcade keluaran Korea itu.
Gadis itu baru berhenti setelah merasa kelelahan, ia duduk dengan masih bertelanjang kaki disamping Elang yang tersenyum melihat apa yang baru saja dia lakukan.
"Apa kamu tidak capek?"
Rea menggelengkan kepalanya "Aku juga tidak tau, padahal tadi pagi kakiku masih terasa sakit karena jelajah alam, tapi saat kamu mengirim pesan dan mengajakku pergi kencan, tiba-tiba semua capekku hilang."
__ADS_1
Cowok itu tersenyum mendengar jawaban kekasihnya, seperti biasa tangannya mengacak-acak rambut Rea karena gemas.
❤❤❤❤❤
Elang dan Rea duduk didalam mobil sambil menikmati bakso tusuk, saat akan mengantar Rea pulang kerumahnya gadis itu malah meminta kakaknya untuk berbelok ke alun-alun kota, setelah menyelesaikan makannya mereka merebahkan jok mobil untuk berbincang sambil melihat pemandangan motor dan mobil yang berlalu-lalang.
"Untuk pertama kalinya hari ini ayah mengirim pesan kepadaku," ucap Rea sambil masih melihat jauh kedepan, Elang hanya terdiam didalam kepalanya ia berpikir kenapa perlakuan Farhan selama ini bisa seperti itu ke Rea.
"Ayah mengajak aku untuk berlibur saat libur kenaikan kelas, apa kamu ingin ikut?"
Elang terlihat menggelengkan kepalanya "Tidak, nikmatilah liburan kalian."
"Tapi entah kenapa aku ingin pergi bersama kamu dan ayah, bukankah kita keluarga?"
Kalimat Rea terdengar sangat pahit ditelinga Elang.
"Kedengarannya seolah setelah itu kita akan berpisah, "jawab Elang sambil menatap Rea dengan pandangan seperti mengiba.
"Bukankah kita sadar tentang hal itu sejak pertama kita tau bahwa kita adalah kakak adik."
Elang tersenyum kecut sambil menundukkan kepalanya, ia terlihat mengehela napas kemudian menatap ke arah Rea.
"Kamu ingin pergi berlibur kemana?"
"Spanyol, aku ingin pergi ke Alhambra di Granada, aku juga ingin kita makan malam bersama di Sublimotion Ibiza."
"Benar-benar tuan putri, kamu bahkan ingin mencoba makan ditempat yang per orang dikenai tarif hampir tiga puluh juta," pujian dari Elang terdengar seperti ejekan bagi Rea.
__ADS_1
Rea hanya tertawa "Apa kamu tidak sadar bahwa kita memang anak orang kaya?" candanya " Bahkan ayah punya sebuah pulau pribadi."
"Hem aku sadar," jawab Elang sambil mengingat kembali nominal saldo awal di buku tabungan yang ayahnya berikan kepadanya beberapa bulan yang lalu.
"Aku sangat ingin memakan masakan koki dengan dua bintang Michelin disana sambil mendengarkan lagu por ti volaré ," ucap Rea seraya tersenyum dan menghela napas.
"Bukankah judul lagu itu sebenarnya Time To Say Goodbye dan lebih dikenal dengan judul Timeless di Eropa?"
"Hem.., bagaimana kamu tau?"
"Apa kamu secara tidak langsung ingin mengucapkan selamat tinggal padaku disana?" bisik Elang.
"Apa kamu tahu kalau liriknya jika diartikan memiliki arti yang berbeda?" gumam Rea.
"Aku tau itu album paling populer dari penyanyi Sarah Brightmane dan sepertinya selera kita ke musik sama, mungkin karena kita kakak adik."
Sejujurnya kalimat cowok itu begitu menyakitkan dihati Rea, tapi dia sadar bahwa cepat atau lambat ia harus benar-benar berpisah dengan Elang.
"Baiklah aku akan ikut ke Spanyol bersama kalian," ucap cowok itu.
❤❤❤❤❤
Setelah mereka berpisah didepan gerbang, Rea masuk kedalam rumah sambil menelpon ayahnya dan berkata ia ingin pergi berlibur ke Spanyol , gadis itu juga berkata bahwa ia mengajak kakaknya. Tentu saja Farhan merasa senang karena bisa menghabiskan waktu dengan kedua anaknya sekaligus. Laki-laki itu berkata akan meminta staffnya menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan untuk liburan mereka.
Rea masuk kedalam kamarnya, duduk dikursi meja belajarnya kemudian membuka kantong yang ada dibagian depan tasnya, mengambil hasil foto box dirinya dan Elang tadi, mengusap wajah cowok difoto itu dengan jemarinya, memikirkan sebuah kalimat bijak yang pernah dia dengar.
"Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, karena hasil akhir dari semua urusan di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah. Jika sesuatu ditakdirkan untuk menjauh darimu, maka ia tak akan pernah mendatangimu. Namun jika ia ditakdirkan bersamamu, maka kau tak akan bisa lari darinya" ~ Umar bin Khattab
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah bisa lari darimu, karena aku adikmu," ucap Rea lirih sambil meletakkan foto itu didadanya.