
Hari sabtu
Rea masih menikmati membolos sekolah, hari ini dia berencana pergi menemui tante Maya, dia berfikir lebih baik memberi tahu tante Maya lebih dulu sebelum memberi tahu Elang, tapi dalam hatinya dia merasa takut apa yang akan terjadi kedepannya kalau Elang sampai mengetahui fakta yang sebenarnya, dia takut cowok itu akan membenci dirinya.
Rea berharap pagi ini saat kafe buka tante Maya sudah ada disana, dia tidak ingin sampai kepergok Elang sedang ada di kafe dan berbicara berdua dengan mamanya, jadi dia berencana pergi sebelum Elang pulang.
Sementara di kota XX Farhan bersiap terbang ke Negara tetangga untuk menjalani operasi yang sudah dijadwalkan Rumah Sakit untuknya, dia keluar ruang kerjanya, sudah hampir menuruni anak tangga, tapi kemudian dia berbalik ke arah kamar Rea, masuk kedalam menuju kamar mandi, mengambil sikat gigi anak yang dia pikir bukan anak kandungnya. Sekali lagi dia ingin memastikan, karena omongan Lidia soal Rea membuatnya tidak bisa tenang.
Disisi lain Laras kelabakan karena kelakuan salah satu anak laki-laki nya, setelah berdiskusi alot dengan Andi diputuskan dia yang harus pergi kekota XX sementara Aryan tinggal di rumah bersama papanya.
Wanita itu mengirim pesan agar Lidia mau menjemputnya dibandara, karena mobil dan sopir dirumah hanya satu, Rea berkata dia bisa pergi naik taxi, supaya pak Rahmat dan mamanya bisa menjemput tante Laras.
****
Jam 11 siang atau satu jam setelah kafe buka Rea sudah berada di My Cafe, sayang saat Rea sampai orang yang ingin dia temui belum berada disana. Alhasil dia menunggu kurang lebih hampir dua jam.
Maya datang bersama anak gadisnya Bumi, terlonjak kaget saat masuk kafe dan mengetahui Rea berada disana yang juga langsung berdiri melihat kedatangan Maya, menandakan dia sedang menunggu wanita itu sedari tadi.
Maya mendekati Rea setelah meminta Bumi bermain sendiri, Mereka duduk berhadapan, tiba-tiba Rea membeku, bingung harus mulai dari mana, dia meremas pahanya sendiri sampai Maya membuka percakapan mereka
"Apa kamu baik-baik aja Re?"
Rea menatap kaget wanita didepannya
"Tante, ada yang ingin aku omongin ke tante"
Maya sedikit menyondongkan badannya ke arah Rea, menandakan dia sangat tertarik dengan apa yang akan gadis itu bicarakan. Meskipun dia sudah bisa menebak akan kemana arah percakapan mereka nanti.
"Tante maaf, aku harap tante tidak akan marah" ucap Rea ragu, Maya meraih tangan Rea yang terlihat sedikit gemetar berada diatas meja
"Bicaralah, tante tidak akan marah"
__ADS_1
"Aku berbohong ke tante, nama belakangku bukan Haninditya tante, tapi Pradipta, Namaku Andreadina Bumi Pradipta"
Maya melepaskan tangannya dari tangan Rea, meskipun sudah bisa menebak tapi entah kenapa dia masih terkejut saat mendengar kebenaran langsung keluar dari mulut gadis itu.
"Haninditya nama mamaku, dia menikah dengan Farhan Pradipta, ayah kandung Elang"
Maya semakin kaget mendengar kalimat demi kalimat yang satu persatu keluar dari bibir Rea. Gadis itu pun menceritakan kepada Maya semua kebenaran dari awal, sampai tujuannya pindah sekolah.
"Aku tidak akan meminta hal aneh ke tante, bahkan ayah sudah akan berangkat ke XX untuk operasi"
Rea menyodorkan sebuah kertas keatas meja, mendorongnya sampai kedepan tangan Maya.
"Aku hanya ingin mewujudkan keinginan terakhir kakek"
Maya membuka kertas yang disodorkan Rea kepadanya, matanya sedikit membelalak melihat tulisan tangan laki-laki yang dulu tidak merestui hubungannya dengan Farhan.
"Tolong maafkan kakek tante, dia benar-benar menyesal"
"Setelah membuat tante berpisah dengan ayah, ayah sama sekali tidak pernah menganggap kakek orang tuanya, sampai kakek meninggal Ayah sepertinya tetap membenci kakek"
Maya benar-benar terkejut dengan yang Rea ucapkan, bukankah sudah 17tahun, kenapa Farhan masih tidak bisa melupakan kejadian itu.
Mereka masih sama-sama diam saat Elang tiba-tiba datang
"Kok sudah pulang" tanya Maya kepada anak laki-lakinya yang membuat Rea tersadar kemudian mengambil kertas yang berisikan tulisan tangan kakeknya diatas meja meremas nya agar Elang tidak curiga.
"Bukankah sudah biasa kalau hari Sabtu sekolah pulang lebih cepat" Jawab Elang memandang mamanya kemudian mengalihkan matanya ke Rea yang terlihat menunduk
"Kamu kenapa? Kenapa tidak masuk sekolah lagi dan malah ada di sini?"
Gadis itu menatap ke arah Elang menjawab dengan kalimat yang sebenarnya sedikit konyol "tiba-tiba aku ingin melihatmu bekerja dicucian"
__ADS_1
Elang hanya tertawa mendengar jawaban aneh dari Rea
"Ga bisa apa jujur kalau kamu pengen ketemu aku karena kangen" Elang bicara sambil jalan menaiki tangga ke lantai dua
Sontak Maya kaget dengan jawaban anaknya tadi
"Apa Elang tau?" tanya nya penasaran
Rea hanya menggeleng "hanya tante yang tau"
Maya sedikit cemas karena dia tau Elang sangat menyukai gadis didepannya, bagaimana kalau dia tau kenyataan Rea adalah adiknya.
****
Elang turun sudah mengganti seragam nya dengan kaos dan celana pendek, tersenyum mendekat ke arah Rea dan mamanya
"Ayo katanya mau liat aku kerja" Elang menarik tangan Rea, gadis itu berdiri menatap Maya dengan raut muka bersalah
Rea duduk di sebuah bangku Elang benar-benar berfikir dia ingin melihatnya bekerja, Rea masih terdiam menatap cowok yang sedang sibuk menyemprotkan air ke mobil milik pelanggan.
"Bagaimana aku memberitau dia agar mau setidaknya pergi ke makam kakek"
Tiba-tiba Rea merasakan wajahnya basah terkena percikan-percikan air, ternyata Elang sengaja menyemprotkan air dilantai yang dekat dengan tempat duduknya, gadis itu kemudian berdiri melatakkan tas nya menghampiri Elang, merebut selang air dari tangan Elang, membalas menyemprotkan air ke badan cowok itu, sontak Elang kaget
"Sakit-sakit" Elang berteriak kemudian Rea menurunkan selang air dari tangannya, Elang berlari menuju alat semprot mengurangi tekanan air ke selang, dengan cepat dia merebut selang dari tangan Rea, berbalik menyemprotkan air ke badan gadis itu.
Sekarang mereka berdua seperti anak kecil yang tertawa-tawa senang karena dibiarkan bermain air, saling berebut selang untuk disemprotkan kebadan satu sama lain, sampai Rea berbalik memunggungi Elang demi menyelamatkan selang yang ingin cowok itu rebut, Elang malah memeluknya dari belakang sontak Rea kaget terdiam.
Elang berbisik ketelinga Rea "aku mencintaimu"
Rea menjatuhkan selang air yang dia pegang.
__ADS_1
Maya yang melihat pemandangan itu sedari tadi hanya bisa menggigit bibirnya cemas.