Mencari Langit Biru

Mencari Langit Biru
Chapter 11 Obrolan


__ADS_3


Masih di dalam mobil yang membawa Rea pulang kerumah, gadis itu masih berbicara ditelpon sambil sesekali tertawa.


"Kamu kenapa, kamu sakit? apa anak-anak disekolah barumu menjahilimu? apa tidak ada yang mau berteman sama kamu? kenapa kamu bilang ke Lisa sedang dalam keadaan tidak baik baik saja?"


Pertanyaan Arkan membrondong seperti tembakan peluru seperti di film-film action di bioskop membuat Rea tertawa geli.


"Kamu bener mau tau?" tanyanya.


"Katakan!"


" Yakin?"


"Iya cepat katakan!"


"Ada cowok menyebalkan dikelasku, dan sehari ini dia sudah membuat aku sebel dua kali padahal ini baru hari pertamaku, dia bilang aku pamer karena lupa mematikan HPku lalu dia bilang aku sok cantik karena tidak mau memakai sebuah lap kumal."


"Jangan dekat dekat sama cowok itu!" perintah Arkan ke sahabatnya.


"Kenapa? meskipun dia menyebalkan tapi kalau dipikir-pikir lagi dia cukup cakep dan keren, bahkan siswi dikelasku hampir semua jadi fans beratnya," goda Rea karena ia tau Arkan pasti tidak suka dia memuji cowok lain.


"Lihat saja besok kalau aku pindah kesana, apa iya semua temen cewekmu masih menganggapnya keren." nada bicara Arkan menunjukkan sepertinya ia sudah mulai kesal.

__ADS_1


"Aku tunggu, jika memang mereka menganggapmu lebih keren, akan aku kabulkan satu permintaanmu," ucap Rea kemudian mematikan ponselnya.


Pak Rahmat yang dari tadi mendengar percakapan dua ABG itu hanya sesekali tersenyum dan menahan untuk tidak tertawa.


"Suruh mas Arkan tinggal di rumah non aja besok kalau emang pindah kesini, biar rame dan bapak ada temannya main catur," ucap pak Rahmat yang mendengar omongan Arkan tadi.


"Ah Bapak," Rea cemberut antara kesal dengan kata-kata pak Rahmat atau mungkin karena laki-laki itu lupa mulai memanggil dia dengan sebutan non lagi.


Rea menghabiskan waktunya tiduran dikamar, sambil memikirkan bagaimana cara agar secepatnya bisa menemukan kakaknya, dia berpikir nama kakaknya cukup jarang ditemui, kenapa tidak mencoba bertanya saja ke mba Anisa, pikirnya.


Rea turun menuju kamar Anisa, ternyata yang dicari sedang menyiapkan makan malam bersama ibunya. Rea masuk ke dapur membuka kulkas dan mengambil susu kotak vanilla kesukaannya.


Gadis itu bersandar di pantry dekat Anisa yang sedang terlihat memasak sayur, ia menggigit sedotan susu kontaknya karena agak ragu untuk menanyakan apa yang ingin dia ketahui.


"Mba Anisa, di sekolah kita ada yang siswa yang namanya langit ga?" tanyanya ragu.


Rea terkejut mendengar jawaban Anisa.


"serius mba? kelas berapa mba?" tanya Rea antusias, kalau gampang begini kenapa harus susah susah pindah sekolah sih," gumam Rea.


"Sekelas sama kamu, itu si Elang" Jawab Anisa enteng padahal gadis didekatnya sudah kaget setengah mati.


"Apa? ga mungkin kakak aku si Elang nyebelin itu?" batin Rea.

__ADS_1


"Namanya bagus lho, Banyu Langit," ucap Anisa.


Seketika Rea bingung, yang dia cari Langit Biru bukan Banyu Langit, apa namanya ganti? gimana caranya buat nyari tau?" sekarang gadis itu malah merasa pusing sendiri.


Setelah makan malam, Rea tiduran dikamarnya sambil menatap langit-langit diatas kepalanya, kemudian dia hentak-hentakkan kakinya ke ranjang merasa kesal setengah mati, kalau benar Elang adalah langit yang dia cari, bagaimana cara mendekatinya, kesan pertama mereka saja buruk sekali, apalagi Rea sudah menunjukkan dari awal rasa ketidak sukaannya ke cowok itu.


Tiba tiba HP Rea berbunyi, seseorang menambahkan dia ke dalam sebuah group obrolan. Dia melihat nomor yang menambahkannya ke group foto profilnya hanya gambar pemandangan langit. Rea menebak dalam hati nomor siapa itu kemudian ada chat di group dari seseorang yang nomornya sudah dia simpan.


"Welcome Re," ~ Sevia.


Seseorang mengirimkan tulisan panjang aturan group.


"Dibaca buat yang baru masuk," ~ Elang.


"Pak ketua kelas mohon untuk santai," ~ chat dari teman lainnya.


"Save nomor ku donk Re!" ~ komen seorang temannya lagi.


"Ihhh belum belum udah mulai PDKT" ~ komen anak yang lain.


Rea hanya tertawa-tawa sendiri sambil membaca pesan itu.


"Nomor kalian pasti aku save semua," balas Rea.

__ADS_1


"Terima kasih Elang, udah dimasukin group" tulisnya, tapi orang yang dituju tidak membalas ucapan darinya.


"Kalau aku tidak butuh tau identitasmu ga bakal aku baik baikin gini," Rea menggerutu sebal sambil meletakkan HPnya diatas kasur.


__ADS_2